Home Muara Enim Dewi Yustisiana Apresiasi PT DBU Bangun Kandang Ayam dan Sumur Bor untuk...

Dewi Yustisiana Apresiasi PT DBU Bangun Kandang Ayam dan Sumur Bor untuk KWT Sejahtera Muara Harapan

34
0
Anggota DPR RI Dewi Yustisiana meninjau fasilitas kandang ayam bantuan PT DBU untuk KWT Sejahtera. (Foto: Eko/cimutnews.co.id)

Muara Enim, cimutnews.co.id — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, yang memberikan apresiasi tinggi atas realisasi bantuan pembangunan kandang ayam dan sumur bor dari PT Duta Bara Utama (DBU) untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera di Desa Muara Harapan, Kabupaten Muara Enim.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT DBU Tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Program ini tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, khususnya perempuan.

Bantuan Peternakan yang Dinilai Tepat Sasaran

Menurut Dewi Yustisiana, dukungan infrastruktur peternakan berupa kandang ayam dan sumur bor memiliki nilai strategis bagi penguatan ekonomi keluarga desa. Ia menilai KWT Sejahtera memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha ayam kampung petelur secara produktif, berkelanjutan, dan mandiri.

“Pembangunan kandang ayam dan penyediaan sumur bor ini sangat relevan dengan upaya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. KWT Sejahtera memiliki potensi besar dalam mengelola usaha ayam kampung petelur secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Dewi menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan pedesaan merupakan kunci dalam mendorong ketahanan ekonomi lokal. Melalui usaha peternakan skala kelompok, perempuan dapat memiliki ruang berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Program PPM Perusahaan Tambang di Atas Landasan Hukum yang Jelas

Lebih jauh, Dewi menekankan bahwa program PPM bukanlah sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi merupakan kewajiban hukum bagi perusahaan tambang yang memegang IUP dan IUPK. Hal ini diatur dalam sejumlah regulasi penting seperti UU No. 3 Tahun 2020, PP No. 96 Tahun 2021 jo. PP No. 25 Tahun 2024, serta PP No. 39 Tahun 2025.

Baca juga  Wabup Muara Enim Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Muara Enim 2025-2029

“Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah kewajiban hukum. Langkah PT DBU patut diapresiasi sebagai bentuk implementasi nyata dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa PT DBU telah menunjukkan komitmen nyata dan selaras dengan prinsip keberpihakan kepada masyarakat sekitar tambang. Menurutnya, praktik seperti ini merupakan contoh baik yang dapat ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain.

“PT DBU telah menunjukkan praktik korporasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pembangunan desa. Ini penting untuk diperluas dan dijadikan standar,” tambah Dewi.

Harapan Besar untuk Keberlanjutan Usaha Peternakan KWT Sejahtera

Dewi berharap usaha peternakan ayam kampung petelur yang dikelola KWT Sejahtera tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan fasilitas, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa jika manajemen KWT berjalan baik, maka program ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian keluarga di desa.

“Jika dikelola dengan baik, program ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan anggota KWT, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat Desa Muara Harapan,” ujarnya.

Ia menilai peluang usaha ayam kampung petelur cukup menjanjikan, terutama karena tingginya kebutuhan protein hewani dan permintaan telur ayam kampung di wilayah Muara Enim dan sekitarnya.

Pendampingan Manajerial dan Akses Pasar Jadi Kunci

Selain bantuan infrastruktur, Dewi juga menekankan pentingnya pendampingan lanjutan dari pemerintah desa, pendamping kelompok, maupun pihak perusahaan. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara profesional.

“Saya mendorong pemerintah desa dan pendamping program untuk terus memberikan pelatihan manajerial, peningkatan kapasitas produksi, serta memfasilitasi akses pasar. Dengan cara itu, usaha peternakan ini memiliki daya saing dan keberlanjutan jangka panjang,” kata Dewi.

Baca juga  Al-Qur’an Kuno di Marga Bengkulah Tanjung Lubuk Diperkirakan Berusia Ratusan Tahun, Jadi Saksi Awal Dakwah Islam di Komering

Ia menambahkan bahwa kerja sama multipihak merupakan model ideal untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari operasional perusahaan tambang di daerah mereka.

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Pedesaan

Kehadiran KWT Sejahtera sebagai kelompok perempuan produktif menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi desa. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Program peternakan ayam kampung petelur yang difasilitasi PT DBU membuka kesempatan bagi anggota KWT untuk mengembangkan kemampuan wirausaha, memperluas jejaring, serta terlibat lebih aktif dalam pembangunan desa.

Diharapkan dengan adanya fasilitas kandang ayam, sumber air bersih dari sumur bor, serta pendampingan berkelanjutan, KWT Sejahtera dapat menjadi model pemberdayaan perempuan pedesaan yang sukses dan mampu menginspirasi kelompok-kelompok lain di Muara Enim. (Eko)