Beranda Muara Enim Program EcoGrow Mom PT Bukit Asam Dorong Urban Farming Perempuan Desa di...

Program EcoGrow Mom PT Bukit Asam Dorong Urban Farming Perempuan Desa di Muara Enim, KWT Utun Makmur Produksi 5.000 Bibit Sayuran

57
0
1. Anggota Kelompok Wanita Tani Utun Makmur menunjukkan bibit sayuran hasil kegiatan urban farming dalam Program EcoGrow Mom PT Bukit Asam di Muara Enim.(Foto; Eko/cimutnews.co.id)

Muara Enim, cimutnews.co.idPT Bukit Asam Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program EcoGrow Mom, sebuah inisiatif berbasis urban farming yang melibatkan perempuan desa di Kecamatan Tanjung Karangan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Program ini mendorong para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan desa sebagai ruang produktif guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Program EcoGrow Mom merupakan pengembangan dari kegiatan Siba Pembibitan yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada tahap awal, kegiatan ini membina perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah, termasuk sebagian yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), agar beralih ke kegiatan ekonomi produktif berbasis pertanian.

Melalui proses pembinaan tersebut, terbentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur pada awal tahun 2025. Kelompok ini menjadi wadah bagi perempuan desa untuk belajar teknik pembibitan tanaman, meningkatkan keterampilan bertani, serta memperkuat kerja sama antarwarga.

Mendukung Program Ketahanan Pangan

Pengembangan kegiatan urban farming seperti yang dilakukan dalam Program EcoGrow Mom juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Pemerintah mendorong berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan serta pemanfaatan lahan pekarangan.

Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa melalui pendekatan pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal.

“Program EcoGrow Mom dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa melalui kegiatan pertanian berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujar Eko Prayitno.

Baca juga  Golkar Sumsel Peringati HUT ke-61 dengan Doa Bersama, Tanpa Hiruk Pikuk Politik

Menurutnya, program ini memanfaatkan berbagai bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, termasuk penggunaan limbah rumah tangga seperti karung bekas sebagai media tanam.

Program di Muara Enim

Dalam implementasinya, anggota KWT Utun Makmur telah memproduksi sekitar 5.000 bibit sayuran menggunakan media tanam sederhana. Bibit tersebut ditanam di pekarangan rumah anggota kelompok serta di lahan desa yang dimanfaatkan untuk kegiatan urban farming.

Total lahan yang dimanfaatkan dalam program ini mencapai sekitar 1 hektare, yang digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran serta bibit pohon produktif.

Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan tanaman untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga memberikan peluang ekonomi tambahan bagi anggota kelompok.

Selain itu, kegiatan urban farming ini juga mendorong konsep ekonomi sirkular berbasis rumah tangga, yakni dengan memanfaatkan limbah domestik sebagai sarana pertanian yang ramah lingkungan.

Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan

Program EcoGrow Mom diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan dasar mengenai teknik pembibitan tanaman, pemanfaatan pekarangan rumah, serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi media tanam.

Selanjutnya, para anggota kelompok mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dari tim fasilitator PT Bukit Asam bersama pendamping internal maupun eksternal.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya tanaman, pengelolaan kelompok, hingga pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, perusahaan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Apresiasi dari Kelompok Wanita Tani

Ketua KWT Utun Makmur, Tuti, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT Bukit Asam melalui program pemberdayaan tersebut.

Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi para anggota kelompok, baik dalam meningkatkan keterampilan bercocok tanam maupun mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca juga  Mudik Lebaran 2026 Sumsel: 1.500 Km Jalan Nasional Dikebut, 3,8 Juta Pemudik Diprediksi Melintas

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang cara bercocok tanam. Halaman rumah yang sebelumnya kosong sekarang bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran,” ujar Tuti.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil panen yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dibagikan kepada tetangga serta memiliki nilai ekonomi tambahan bagi anggota kelompok.

Harapan untuk Pemberdayaan Perempuan Desa

Melalui program EcoGrow Mom, PT Bukit Asam berharap perempuan desa dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan ekonomi keluarga sekaligus menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat desa untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal serta mengembangkan pertanian ramah lingkungan.

Dengan keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif seperti urban farming, peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa diharapkan semakin terbuka.

Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan

Program EcoGrow Mom menjadi bagian dari komitmen PT Bukit Asam dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekonomi berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat desa, serta kelompok tani perempuan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang positif sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Muara Enim. (Eko)