Beranda Palembang Dua Pelajar Sumsel Lolos Paskibraka Nasional, Namun Tantangan Pembinaan Talenta Masih Menanti

Dua Pelajar Sumsel Lolos Paskibraka Nasional, Namun Tantangan Pembinaan Talenta Masih Menanti

8
0
Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi menjadi wakil Sumatera Selatan pada seleksi Paskibraka Nasional 2026. (Foto: Poerba/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sumatera Selatan kembali mencatatkan prestasi dengan mengirimkan dua pelajar terbaik sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

Namun di balik keberhasilan tersebut, muncul pertanyaan yang juga patut menjadi perhatian. Apakah keberhasilan dua pelajar ini menjadi gambaran kuatnya sistem pembinaan generasi muda di Sumsel, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah dalam mencetak lebih banyak talenta dari seluruh daerah?

Pertanyaan itu mengemuka seiring masih terbatasnya jumlah wakil yang mampu menembus seleksi nasional setiap tahunnya, sementara potensi pelajar di berbagai kabupaten dan kota dinilai sangat besar.

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menerima langsung dua calon Paskibraka Nasional di ruang tamu Gubernur Sumsel, Senin (13/7/2026), sebelum keduanya berangkat mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Depok.

Kedua pelajar tersebut adalah Muhammad Ikhsan Nugroho, siswa SMA Negeri 17 Palembang, serta Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Model Lubuk Linggau. Keduanya berhasil melewati serangkaian seleksi berjenjang hingga dipercaya menjadi wakil Sumatera Selatan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru memberikan motivasi sekaligus pesan agar keduanya menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik Sumatera Selatan selama menjalani pelatihan hingga bertugas pada upacara kenegaraan di Jakarta.

Menurutnya, menjadi Paskibraka Nasional bukan sekadar kebanggaan pribadi maupun keluarga, tetapi juga amanah untuk membawa nama daerah di panggung nasional.

Keberhasilan tersebut tentu menjadi capaian yang membanggakan. Seleksi Paskibraka Nasional dikenal memiliki standar tinggi, mulai dari kemampuan fisik, mental, kepemimpinan, wawasan kebangsaan hingga karakter peserta.

Namun fakta di lapangan menunjukkan pembinaan calon Paskibraka di berbagai daerah masih menghadapi tantangan yang tidak sama. Beberapa sekolah memiliki fasilitas latihan, pembina, dan dukungan yang memadai, sementara sekolah lain masih mengandalkan keterbatasan sarana maupun pembinaan yang bersifat musiman.

Baca juga  Putri Azizah Jadi Penyiar Tamu TVRI Sumsel, Tampil Percaya Diri dan Komunikatif di Peringatan HUT ke-52

Sejumlah pembina Paskibraka di daerah selama ini juga kerap menyampaikan bahwa pembentukan karakter dan kesiapan fisik peserta membutuhkan proses panjang, bukan hanya menjelang seleksi.

Di sisi lain, sejumlah siswa yang pernah mengikuti seleksi mengaku persaingan semakin ketat setiap tahun. Mereka menilai kesempatan lolos ke tingkat nasional bukan hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga konsistensi latihan, pembinaan sekolah, hingga kesiapan mental menghadapi berbagai tahapan seleksi.

Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu menunjukkan bahwa program tersebut masih menjadi salah satu wadah pembentukan karakter generasi muda yang diminati.

Meski demikian, hingga kini, belum semua sekolah di berbagai wilayah memiliki akses pembinaan yang relatif merata. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi peluang lahirnya calon-calon terbaik dari daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas.

Pengamat pendidikan menilai keberhasilan pelajar Sumsel lolos ke tingkat nasional seharusnya menjadi momentum memperkuat sistem pembinaan kepemudaan secara berkelanjutan, bukan hanya berorientasi pada hasil seleksi tahunan.

Selain aspek kedisiplinan, nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kerja sama yang dibangun melalui Paskibraka dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi pembentukan karakter generasi muda.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap prestasi dua pelajar tersebut mampu menginspirasi siswa lain di seluruh Sumatera Selatan agar berani bersaing di tingkat nasional.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah keberhasilan tahun ini akan diikuti dengan penguatan pembinaan yang lebih merata hingga ke seluruh kabupaten dan kota, sehingga semakin banyak putra-putri Sumsel yang mampu menembus seleksi nasional pada tahun-tahun mendatang?

Hingga kini, harapan itu masih menjadi perhatian berbagai pihak. Keberhasilan dua pelajar tersebut menjadi kebanggaan Sumatera Selatan, namun upaya menciptakan regenerasi calon pemimpin muda melalui pembinaan Paskibraka yang merata masih menjadi pekerjaan bersama (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here