Beranda Palembang Eva Susanti Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Palembang, Perkuat Fondasi Persatuan di...

Eva Susanti Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Palembang, Perkuat Fondasi Persatuan di Tengah Keberagaman

48
0
1. Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI Hj. Eva Susanti, S.E., M.M. saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI, Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kota Palembang, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks dan tantangan global yang semakin beragam.

Dalam sambutannya, Eva Susanti menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan merupakan kebutuhan mendasar bagi Indonesia sebagai negara majemuk. Keberagaman suku, agama, budaya, hingga perbedaan pandangan sosial-politik harus dikelola dengan bijak agar tidak menjadi sumber perpecahan.

“Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika—adalah fondasi utama yang menjaga keutuhan bangsa. Tanpa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tersebut, persatuan akan mudah goyah,” ujar Eva Susanti di hadapan para peserta.

Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus benar-benar dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, serta berbagai isu global yang kerap memicu polarisasi, masyarakat perlu memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

“Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman sikap dan perilaku kita, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara,” tegasnya.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Sila Nurmala, akademisi dari STISIPOL Candradimuka Palembang, menekankan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada konsistensi dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan secara utuh dan berkesinambungan. Ia menilai, nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran normatif atau sekadar hafalan.

Baca juga  Kolaborasi Pemkot Palembang dan Komunitas Otomotif, Drag Race Resmi Disiapkan untuk Tekan Balap Liar

“Indonesia akan semakin kuat jika Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI benar-benar diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta kebijakan di semua lini kehidupan,” ungkap Dr. Sila.

Ia juga menyoroti pentingnya pengamalan nilai kebangsaan dalam menjaga kohesi sosial. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi benteng dalam mencegah munculnya konflik horizontal di tengah masyarakat yang beragam.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Suratmi, akademisi dari FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri), memaparkan secara rinci makna dan implementasi nilai-nilai Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima. Ia menjelaskan bahwa setiap sila saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan nilai yang utuh.

“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya nilai spiritual dan toleransi antarumat beragama. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mengajarkan penghormatan terhadap martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia memperkuat rasa kebangsaan, sila Kerakyatan mendorong demokrasi yang beretika, dan sila Keadilan Sosial menegaskan tujuan akhir pembangunan nasional, yakni kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Dr. Suratmi.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh masyarakat. Para peserta menilai materi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi juga aplikatif dengan tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Beragam pertanyaan dan pandangan disampaikan peserta, mulai dari isu toleransi, peran generasi muda dalam menjaga persatuan, hingga tantangan penerapan nilai kebangsaan di era digital. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Eva Susanti berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi ruang dialog yang mencerahkan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.

Baca juga  Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Palas Saat Patroli, Polisi Temukan Kunci T dan Sajam

“Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan, kita ikut berkontribusi menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya. (Poerba)