
OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengapresiasi gerakan edukasi lingkungan yang dilakukan komunitas Green Generation OKI pada momentum aksi bersih serentak awal tahun.
Kepala DLH OKI, Muktaqid, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dini. (27/03/2026)
Kronologi dan Momentum Gerakan Lingkungan
Aksi Serentak Jadi Titik Awal Edukasi Lingkungan
Momentum 1 Januari Dorong Kesadaran Kolektif
Kegiatan yang digagas Green Generation OKI berlangsung bertepatan dengan gerakan bersih serentak yang digelar secara nasional pada 1 Januari. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, lebih peduli terhadap persoalan sampah.
Muktaqid menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan dalam membangun budaya sadar lingkungan.
“Ini momentum penting untuk membangun kebiasaan baik, terutama dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.
🧠 Strategi DLH OKI: Perluasan Program ke Pelajar SMP
Green Generation Junior Siap Diluncurkan
Edukasi Lingkungan Menyasar Usia Lebih Dini
DLH OKI bersama Pemerintah Kabupaten tengah merancang pengembangan program Green Generation Junior. Program ini ditujukan untuk pelajar tingkat SMP, melengkapi program sebelumnya yang mayoritas diikuti siswa SMA.
Langkah ini diambil sebagai strategi memperluas jangkauan edukasi lingkungan agar dimulai sejak usia yang lebih muda.
Beberapa tujuan utama program ini antara lain:
- Menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini
- Membentuk karakter peduli lingkungan
- Mendorong peran pelajar sebagai agen perubahan
Muktaqid menegaskan, generasi muda memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan sosial, termasuk dalam isu lingkungan.
📊 Dampak dan Peran Keluarga dalam Pengelolaan Sampah
Edukasi Dimulai dari Lingkungan Rumah
Keluarga Jadi Kunci Perubahan Perilaku
DLH OKI menilai bahwa keberhasilan edukasi lingkungan tidak hanya bergantung pada kegiatan formal, tetapi juga pada kebiasaan di lingkungan keluarga.
Menurut Muktaqid, keluarga anggota Green Generation diharapkan menjadi contoh nyata dalam menerapkan pemilahan sampah rumah tangga.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis keluarga dinilai lebih efektif karena:
- Kebiasaan terbentuk dari lingkungan terdekat
- Anak-anak dapat menjadi pengingat bagi orang tua
- Perubahan perilaku lebih berkelanjutan
“Jika keluarga sudah terbiasa memilah sampah, maka masyarakat luas akan lebih mudah mengikuti,” katanya.
🧩 Analisis: Pentingnya Edukasi Berkelanjutan
Upaya DLH OKI melalui kolaborasi dengan komunitas Green Generation menunjukkan pendekatan edukatif yang berorientasi jangka panjang. Tidak hanya fokus pada aksi bersih sesaat, tetapi juga membangun sistem kesadaran kolektif.
Pendekatan ini sejalan dengan tren pengelolaan sampah modern yang menekankan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta partisipasi aktif masyarakat.
Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas, seperti pencemaran dan penumpukan limbah.
Gerakan yang dilakukan Green Generation OKI bersama DLH menjadi contoh konkret kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam mengatasi persoalan lingkungan.
Dengan rencana pengembangan program hingga tingkat SMP, diharapkan kesadaran memilah sampah dapat tumbuh lebih awal dan berkelanjutan, dimulai dari rumah hingga ke masyarakat luas.
(Asep)


















