Home Muara Enim Harga Sembako Muara Enim 2026 Dipantau DPD RI, Eva Susanti Turun Langsung...

Harga Sembako Muara Enim 2026 Dipantau DPD RI, Eva Susanti Turun Langsung Cek Stabilitas Pasar Tradisional

16
0
1. Anggota DPD RI Eva Susanti saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Tradisional Muara Enim.(Foto: Eko/cimutnews.co.id)

MUARA ENIM, cimutnews.co.id – Harga sembako Muara Enim 2026 menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Eva Susanti, turun langsung melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Muara Enim, Minggu (01/03/2026), guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemantauan harga bahan pokok ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam menjaga stabilitas inflasi pangan, sejalan dengan kebijakan pengendalian harga oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Stabilitas harga menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi.

Dalam kerangka tersebut, peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), khususnya Komite II yang membidangi sumber daya alam dan ekonomi, menjadi strategis dalam menjembatani kondisi daerah dengan kebijakan nasional. Pengawasan lapangan dinilai penting untuk memastikan kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Tradisional Muara Enim, sejumlah komoditas utama terpantau relatif stabil. Harga cabai merah keriting, yang kerap menjadi indikator fluktuasi harga pangan, tercatat berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Pedagang menyebutkan bahwa pasokan bahan pokok masih mencukupi. Tidak ditemukan lonjakan harga signifikan pada komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan sayuran. Kondisi ini menunjukkan rantai distribusi pangan di wilayah Muara Enim masih berjalan cukup baik.

Kegiatan inspeksi ini juga dihadiri Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, yang turut berdialog langsung dengan pedagang dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memetakan potensi kendala di lapangan.

Eva Susanti menegaskan bahwa pemantauan langsung menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi riil di masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau. Pengawasan tidak cukup hanya melalui laporan, tetapi harus turun langsung ke pasar agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya di sela kunjungan.

Baca juga  Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Marshalling Area Yonif TP 894/Prayatna Bumi, Pemkab Lahat Tegaskan Dukungan Penuh

Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas harga sebagai penopang utama daya beli masyarakat.
“Jika harga pangan terkendali, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga, dan ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan rutin.
“Kami melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan harga tetap stabil dan pasokan aman. Ini menjadi prioritas agar masyarakat tidak terbebani,” ungkapnya.

Hasil peninjauan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga sembako di Muara Enim masih dalam kategori terkendali. Namun demikian, potensi kenaikan harga tetap perlu diantisipasi, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya memicu peningkatan permintaan.

Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, distributor, hingga pedagang menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan pasar. Selain itu, transparansi informasi harga juga dinilai penting untuk mencegah spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Dalam perspektif ekonomi daerah, kestabilan harga pangan tidak hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta tingkat kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, sejumlah pedagang yang ditemui mengakui bahwa fluktuasi harga tetap berpotensi terjadi apabila pasokan terganggu, terutama akibat faktor cuaca dan distribusi. Oleh karena itu, pengawasan berkelanjutan dinilai menjadi langkah preventif yang penting.

Eva Susanti mengimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha, untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ia juga mendorong masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan intensitas pemantauan serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gejolak harga di masa mendatang.

Baca juga  Puncak Peringatan HUT Ke 78, Pemkab Muara Enim luncurkan layanan darurat 112

Pemantauan harga sembako di Muara Enim menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah. Hingga saat ini, kondisi harga masih relatif stabil berdasarkan hasil pengecekan lapangan. Namun, pengawasan tetap diperlukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi perubahan situasi.

Seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepentingan masyarakat luas. Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan dan keterangan resmi narasumber, dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan kode etik jurnalistik. (Eko)