Home Investigasi Jembatan Penghubung Ogan Ilir–OKU–Prabumulih Rusak Parah, Warga Desak Gubernur Segera Bertindak

Jembatan Penghubung Ogan Ilir–OKU–Prabumulih Rusak Parah, Warga Desak Gubernur Segera Bertindak

57
0
Tampak jelas kerusakan struktur jembatan penghubung Ogan Ilir–OKU–Prabumulih yang memicu kekhawatiran warga. (Foto: timred/CN)

Ogan Ilir, cimutnews.co.id — Jembatan penghubung antara Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kota Prabumulih kini berada dalam kondisi kritis. Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan klarifikasi dari aparat desa dan warga menunjukkan bahwa kerusakan jembatan sudah berada pada tahap yang membahayakan keselamatan ribuan masyarakat yang bergantung pada akses vital tersebut.

Jembatan yang berada di perbatasan Kelurahan Payaraman Barat dan Desa Tebedak I, Kecamatan Payaraman, ini merupakan jalur utama bagi warga tiga wilayah. Selain digunakan untuk mobilitas harian, jalur tersebut juga menjadi rute distribusi barang dan akses ekonomi lintas kabupaten/kota.

Kades Tebedak I Desak Gubernur Turun Tangan

Kepala Desa Tebedak I, Zuhriyadi, menyampaikan kegelisahan sekaligus peringatan keras kepada pemerintah provinsi. Ia mendesak Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, untuk segera melakukan peninjauan dan mengambil tindakan.

Jembatan ini sangat vital bagi kami. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat di Ogan Ilir, OKU, dan Prabumulih,” ujar Zuhriyadi saat ditemui tim media di lokasi, Senin (01/12/2025).

Menurutnya, kerusakan jembatan bukan hanya muncul sekali dua kali. Sejak beberapa tahun terakhir, retakan, penurunan struktur, dan keropos pada bagian pangkal jembatan terus muncul bergantian. Hal ini menunjukkan adanya masalah konstruksi yang memerlukan penanganan permanen, bukan sekadar tambal sulam.

Kami sudah berulang kali melaporkan kondisi ini, tapi belum ada tindakan nyata. Kami mohon perhatian Bapak Gubernur untuk segera meninjau langsung dan mengambil langkah konkret,” tegasnya.

Hasil Penelusuran: Kerusakan Tidak Lagi Bisa Dianggap Ringan

Tim CimutNews.co.id yang mendatangi lokasi menemukan bagian jembatan yang mengalami kemiringan, keretakan pada lantai jembatan, serta kelonggaran pada pagar pengaman. Di sisi bawah, beberapa tiang penyangga terlihat mulai keropos dan tergerus aliran air. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan roda empat dan angkutan bermuatan berat yang kerap melintas.

Baca juga  Investigasi CimutNews: Dugaan Perundungan Sistemik di PPDS Unsri Menguak “Budaya Gelap” Pendidikan Dokter Spesialis

Warga mengatakan bahwa kerusakan semakin parah dalam tiga bulan terakhir. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut mempercepat pelemahan struktur jembatan.

Tiap hari kami was-was. Kalau jembatan ini putus, bukan hanya jalur kami yang terputus, tapi pergerakan ekonomi juga berhenti,” ungkap salah seorang warga Payaraman Barat.

Aksi Tanam Pohon Pisang sebagai Bentuk Protes Warga

Sebagai bentuk peringatan dan protes, warga sempat menanam pohon pisang di area jembatan yang rusak parah. Tindakan ini merupakan simbol bahwa jalur tersebut sudah tidak layak lagi dilalui kendaraan umum.

Aksi ini sempat menjadi perhatian publik di media sosial, namun hingga kini belum diikuti tindakan signifikan dari pihak provinsi.

Pemerintah Kabupaten Imbau Pembatasan Angkutan Berat

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah mengeluarkan imbauan agar angkutan berat tidak melintasi jembatan tersebut. Namun warga menilai langkah ini tidak cukup.

“Batasan kendaraan berat hanya solusi sementara. Kalau tidak diperbaiki total, jembatan tetap berisiko roboh,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Beberapa sopir truk yang diwawancarai tim media juga mengakui bahwa kerusakan jembatan membuat mereka waspada. Namun sebagian masih terpaksa melintas karena tidak ada jalur alternatif yang memadai.

Kebutuhan Penanganan Mendesak oleh Pemerintah Provinsi

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan CimutNews.co.id terhadap pihak kecamatan, diketahui bahwa perbaikan jembatan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi terkait waktu perbaikan maupun rencana pengerjaan konstruksi permanen.

Jika jembatan dibiarkan tanpa perbaikan, aktivitas ekonomi yang melibatkan tiga wilayah diprediksi akan lumpuh. Mobilitas warga, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta distribusi kebutuhan pokok akan terganggu secara serius.

Baca juga  Aktivitas Penimbunan CPO Ilegal di Ogan Ilir Diduga Dilindungi Oknum, Warga Desak Penutupan oleh Polda Sumsel

Zuhriyadi berharap agar Pemprov Sumsel tidak menunggu sampai terjadi insiden fatal. “Kami hanya ingin jembatan ini aman untuk masyarakat. Tolong segera respons keluhan kami,” tutupnya. (Timred/CN)