Beranda Nasional Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026 di Monas, Siapkan...

Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026 di Monas, Siapkan Pengamanan Mudik 143,9 Juta Pemudik

16
0
1. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat.(Foto:Timred/CN)

JAKARTA, cimutnews.co.idKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Apel ini digelar sebagai langkah kesiapan aparat dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sekaligus mewujudkan tagline nasional “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh elemen pengamanan, termasuk TNI dan instansi terkait.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo di hadapan ribuan personel yang mengikuti apel.

Mudik Lebaran Dorong Ekonomi Nasional

Kapolri menjelaskan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Tradisi mudik setiap tahun mampu mendorong perputaran uang di berbagai daerah sehingga memberikan multiplier effect bagi sektor perdagangan, transportasi, hingga pariwisata.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang akan melaksanakan mudik pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski angka tersebut sedikit menurun sekitar 2,5 juta orang dibanding tahun sebelumnya, Kapolri meminta seluruh personel tetap meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini karena pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus kebijakan yang memudahkan masyarakat melakukan perjalanan mudik.

“Terlebih lagi ada stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere,” jelasnya.

Baca juga  Ketua DPD PJS Riau Ingatkan Soal Profesionalitas, Pemko Apresiasi Pelantikan Pengurus DPC Pekanbaru

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Rekayasa Lalu Lintas

Kapolri juga memaparkan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang yakni 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan transportasi selama periode Lebaran, mulai dari pembatasan operasional angkutan barang hingga rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan sistem ganjil-genap.

Selain itu, pemerintah juga mengatur penyeberangan laut serta memanfaatkan lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik.

“Seluruh personel harus memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan kebijakan ini agar dapat dipahami masyarakat dan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Gangguan Kamtibmas

Selain kepadatan arus lalu lintas, Kapolri juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca diperkirakan berkisar dari berawan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah.

Ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Diperlukan kesiapsiagaan tim tanggap bencana, sarana prasarana pendukung, serta langkah penanganan pada tahap pra, saat, dan pasca bencana,” katanya.

Di sisi lain, Kapolri juga meminta seluruh jajaran kepolisian melakukan pemetaan potensi gangguan kamtibmas, mulai dari aksi premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok masyarakat.

Selain meningkatkan patroli di titik rawan, kepolisian juga diminta mendata rumah warga yang ditinggalkan mudik serta menyediakan fasilitas penitipan kendaraan.

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi,” pungkasnya.

Melalui kesiapan Operasi Ketupat 2026 ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sehingga momen berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung dengan penuh kebahagiaan.(Timred/CN)