Beranda Prabumulih Kebakaran Prabumulih Dua Lokasi Semalam, Makam Keramat dan Sekolah Hangus Beruntun

Kebakaran Prabumulih Dua Lokasi Semalam, Makam Keramat dan Sekolah Hangus Beruntun

3
0
2. Kondisi ruang guru SMP Muhammadiyah Prabumulih usai terbakar, garis polisi terpasang untuk penyelidikan.(Foto:Indra/cimutnews.co.id)

PRABUMULIH, cimutnews.co.id – Kebakaran Prabumulih terjadi beruntun pada Minggu malam, 5 April 2026, di dua lokasi berbeda dalam rentang kurang dari tiga jam. Peristiwa pertama melanda makam keramat Puyang Ratu Pase di Kelurahan Gunung Ibul Induk, disusul kebakaran ruang guru SMP Muhammadiyah di Kelurahan Pasar II.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian material puluhan juta rupiah, tetapi juga memicu kekhawatiran warga terkait potensi kelalaian hingga kemungkinan gangguan teknis pada instalasi bangunan.

Kronologi Kebakaran Beruntun di Prabumulih

Kebakaran Pertama di Makam Keramat Gunung Ibul

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Komplek Islamic Center, Kelurahan Gunung Ibul Induk, Kecamatan Prabumulih Timur.

Bangunan semi permanen berukuran 5×8 meter yang menaungi makam keramat Puyang Ratu Pase dilaporkan terbakar hebat. Api diduga berasal dari area pedupaan, tempat pembakaran kemenyan yang biasa digunakan dalam ritual ziarah.

Menurut keterangan warga sekitar, percikan api dari sisa pembakaran diduga menyambar kain kelambu di dalam bangunan, memicu api cepat membesar.

Kebakaran Kedua di SMP Muhammadiyah

Sekitar pukul 21.30 WIB, kebakaran kembali terjadi di Jalan Surip, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara.

Api kali ini menghanguskan ruang guru SMP Muhammadiyah Prabumulih. Saksi mata, Ujang Kemis (53), menyebut api sudah membesar saat warga tiba di lokasi.

“Api sudah menjilat plafon ruang guru. Warga kesulitan masuk karena pagar sekolah terkunci,” ujarnya.

Respons Aparat dan Dugaan Penyebab

Polisi Lakukan Olah TKP Mendalam

Pihak kepolisian bergerak cepat menyikapi dua kejadian kebakaran Prabumulih ini. Tim INAFIS bersama Satreskrim Polres Prabumulih langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di kedua lokasi.

Garis polisi telah dipasang untuk menjaga keutuhan lokasi dan mendukung proses penyelidikan.

Baca juga  UU HKPD 2027 Ancam Nasib 4.000 PPPK Prabumulih di Tengah Tekanan APBD

Dugaan Awal: Kelalaian dan Korsleting

Berdasarkan keterangan awal:

  • Kebakaran makam diduga akibat kelalaian penggunaan api terbuka saat ritual
  • Kebakaran sekolah mengarah pada dugaan korsleting listrik atau gangguan instalasi

Namun, polisi belum menyimpulkan secara final dan masih melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan.

Dampak dan Kekhawatiran Warga

Dua kebakaran dalam satu malam menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Prabumulih. Selain kerugian material, warga juga mempertanyakan aspek keamanan bangunan publik dan tempat bersejarah.

Beberapa dampak yang muncul:

  • Aktivitas belajar mengajar berpotensi terganggu
  • Nilai historis dan spiritual makam terdampak
  • Kekhawatiran terhadap potensi kebakaran susulan

Pola Risiko Kebakaran di Area Publik

Peristiwa kebakaran Prabumulih ini mencerminkan dua sumber risiko berbeda yang sering terjadi di Indonesia: api terbuka pada aktivitas tradisional dan kelemahan instalasi listrik di fasilitas umum.

Dalam jangka pendek, kejadian ini mendorong perlunya audit keselamatan pada bangunan publik, terutama sekolah dan situs budaya. Sementara dalam jangka panjang, pemerintah daerah perlu memperkuat edukasi mitigasi kebakaran berbasis komunitas.

Data nasional menunjukkan, kebakaran akibat korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan di kawasan permukiman dan fasilitas publik. Sementara penggunaan api terbuka tanpa pengawasan tetap menjadi risiko di lokasi ritual atau aktivitas tradisional.

Kombinasi dua sumber kebakaran dalam satu malam—ritual dan listrik—menjadi sinyal penting bahwa mitigasi kebakaran tidak bisa hanya fokus pada satu aspek. Pendekatan terpadu berbasis perilaku masyarakat dan standar teknis bangunan menjadi kunci.

Konteks dan Perbandingan

Kasus kebakaran ganda dalam satu malam bukan pertama kali terjadi di Indonesia, namun relatif jarang dalam satu kota dengan lokasi berbeda.

Di beberapa kota besar, kebakaran beruntun biasanya dipicu faktor cuaca ekstrem atau kepadatan permukiman. Namun di Prabumulih, pola ini menunjukkan faktor manusia dan teknis yang berbeda namun terjadi bersamaan.

Baca juga  PJS Sumsel Jalin Sinergi dengan Pemkot Prabumulih: Dorong Kompetensi Wartawan dan Penguatan Pilar Demokrasi

Kebakaran Prabumulih yang terjadi di dua lokasi berbeda dalam satu malam menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Selain penyelidikan yang masih berlangsung, langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa.

Pemerintah daerah dan aparat diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada keamanan instalasi listrik dan pengawasan aktivitas berisiko tinggi. (Indra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here