Beranda Nasional Kemnaker Tinjau Program MagangHub di Lapas Sukamiskin Bandung, Siapkan Tenaga Kerja Terampil...

Kemnaker Tinjau Program MagangHub di Lapas Sukamiskin Bandung, Siapkan Tenaga Kerja Terampil dan Siap Kerja

7
0
1. Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.(Foto:Biro Humas Kemnaker/CN)

BANDUNG, cimutnews.co.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jumat (13/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program pemagangan berjalan optimal dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, pengalaman kerja, dan kesiapan memasuki dunia industri.

2. Peserta MagangHub mengikuti pelatihan keterampilan di Lapas Sukamiskin sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja.(Foto:Biro Humas Kemnaker/CN)

Dalam kegiatan tersebut, Cris menegaskan bahwa program pemagangan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjawab tantangan dunia kerja, khususnya bagi lulusan baru yang kerap terkendala minimnya pengalaman kerja.

“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” ujar Cris Kuntadi saat meninjau kegiatan pemagangan di Lapas Sukamiskin.

Solusi Minimnya Pengalaman Kerja Lulusan Baru

Menurut Cris, salah satu persoalan utama yang sering dihadapi lulusan diploma maupun sarjana saat memasuki dunia kerja adalah persyaratan pengalaman kerja yang sering dicantumkan dalam lowongan pekerjaan.

Banyak perusahaan mensyaratkan pelamar memiliki pengalaman kerja, sementara sebagian besar lulusan baru belum memiliki pengalaman tersebut.

“Dalam banyak informasi lowongan kerja sering dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara lulusan baru umumnya belum punya pengalaman kerja. Karena itu Program Pemagangan Nasional selama enam bulan ini penting karena memberikan pengalaman nyata yang bisa dicantumkan dalam CV,” jelasnya.

Program MagangHub memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung di lingkungan kerja nyata sehingga mereka dapat memahami kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Program Akan Diperluas

Cris menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Pemagangan Nasional saat ini diperkirakan akan selesai pada April hingga Juni 2026. Setelah itu, Kemnaker berencana membuka kembali program MagangHub dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan kerja.

Baca juga  KDM Dorong Pemda Cianjur Hadirkan Pendidikan Keterampilan bagi Warga Perdesaan

“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan,” kata Cris.

Selain itu, Kemnaker juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) agar program pemagangan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan industri.

Dukung Pembinaan Warga Binaan

Dalam kunjungan tersebut, Cris Kuntadi disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Fajar Nur Cahyono.

Fajar menyampaikan bahwa program pemagangan yang bekerja sama dengan Kemnaker sangat membantu proses pembinaan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyarakatan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Fajar.

Peserta Magang Dapat Pengalaman Baru

Dalam kesempatan itu, Cris juga berdialog langsung dengan para peserta MagangHub. Salah satunya Anggi, peserta magang dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang merupakan lulusan Universitas Padjadjaran.

Anggi mengikuti program pemagangan di sektor peternakan dan mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.

“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan seperti peternakan, pertanian, pramuka, dan konveksi,” ungkap Anggi.

Ia juga menunjukkan produk jersei hasil pelatihan konveksi yang dipasarkan secara daring melalui marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membuka peluang usaha bagi para peserta.

Kemnaker berharap program MagangHub dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan kerja yang dibutuhkan dunia industri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(Timred/CN)

Baca juga  ICTIM 2025: BINUS Online Satukan Akademisi Global Bahas Inovasi, Teknologi, dan Dampak Berkelanjutan

Sumber : Biro Humas Kemnaker