Beranda Nasional Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik Seiring Kenaikan UM 2026, Kemnaker Perkuat...

Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik Seiring Kenaikan UM 2026, Kemnaker Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

62
0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berdialog dengan peserta Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas, Padang.(Foto: Biro Humas Kmenaker/CN)

Padang, cimutnews.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan penyesuaian uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan dukungan kesejahteraan bagi peserta yang tengah menempuh pelatihan dan praktik kerja di berbagai perusahaan maupun institusi.

Suasana kegiatan monitoring dan evaluasi pemagangan nasional yang diikuti puluhan peserta di lingkungan RS Unand. .(Foto: Biro Humas Kmenaker/CN)

Penyesuaian uang saku tersebut disampaikan langsung Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand), Padang, Kamis (12/2/2026). Dalam kesempatan itu, Menaker menegaskan bahwa kenaikan UM secara otomatis berdampak pada peningkatan dukungan biaya hidup peserta magang di masing-masing daerah.

“Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” ujar Yassierli di hadapan peserta dan pengelola program.

Secara nasional, kebijakan pemagangan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran terbuka. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui pengalaman kerja langsung, pendampingan kompetensi, serta pembelajaran berbasis praktik.

Di Provinsi Sumatera Barat, data pemerintah menunjukkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar Rp2.994.193 meningkat menjadi Rp3.182.955 pada 2026. Kenaikan tersebut turut memengaruhi besaran uang saku peserta pemagangan yang disesuaikan dengan ketentuan wilayah. Dengan demikian, peserta memperoleh dukungan biaya hidup yang lebih memadai selama mengikuti proses pelatihan kerja.

Menaker juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan uang saku secara bijak dan produktif, tidak sekadar untuk kebutuhan harian, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran pengelolaan keuangan pribadi.

“Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Bisa untuk menabung, membantu orang tua, atau kebutuhan lain yang bermanfaat,” pesannya.

Baca juga  Pemkot Palembang Perketat Transparansi Pengadaan Daerah, Sosialisasi SiRUP 2026 Resmi Dibuka

Kunjungan kerja ke RS Unand dilakukan sebagai bagian dari evaluasi langsung implementasi program di lapangan. Saat ini terdapat 46 peserta yang menjalani pemagangan di fasilitas kesehatan tersebut, sementara secara keseluruhan jumlah peserta Program Pemagangan Nasional di Sumatera Barat mencapai sekitar 2.800 orang.

Dalam dialog terbuka, Menaker menanyakan pengalaman peserta selama mengikuti program, mulai dari kenyamanan lingkungan kerja, kesesuaian tugas dengan kompetensi, hingga manfaat pembelajaran yang diperoleh. Para peserta menyampaikan bahwa proses pemagangan berjalan baik, pembimbing responsif, serta pengalaman praktik dinilai membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja.

Menurut Yassierli, Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

“Program Pemagangan Nasional ini menjadi strategi besar menyiapkan SDM unggul yang siap kerja, memiliki pengalaman lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Dengan begitu, kita dapat berkontribusi menurunkan tingkat pengangguran,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan ketenagakerjaan, penguatan program pemagangan juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menekankan peningkatan produktivitas tenaga kerja, transformasi ekonomi, serta penguatan daya saing global. Pemerintah menilai investasi pada pelatihan berbasis praktik menjadi langkah penting menghadapi perubahan struktur pasar kerja di era digital dan industri modern.

Ke depan, Kemnaker menargetkan kualitas Program Pemagangan Nasional terus meningkat, baik dari sisi kurikulum, kemitraan industri, maupun sistem evaluasi peserta. Adaptasi terhadap kebutuhan sektor usaha juga menjadi fokus agar lulusan program benar-benar relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Pemerintah turut mendorong perluasan akses program bagi generasi muda di berbagai daerah, sehingga manfaat pemagangan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan menjadi jalur efektif transisi dari pendidikan menuju pekerjaan layak.

Baca juga  Festival Rumah Peradaban ke-6 di Kayuagung Angkat Isu Ketahanan Pangan, Dorong Generasi Muda Peduli Masa Depan

“Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Yassierli.

Upaya peningkatan uang saku peserta magang mencerminkan perhatian pemerintah terhadap aspek kesejahteraan sekaligus keberlanjutan pembelajaran kerja. Meski demikian, keberhasilan program tetap bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta komitmen peserta dalam mengembangkan kompetensi diri.

Dengan pendekatan berimbang antara dukungan ekonomi dan peningkatan keterampilan, Program Pemagangan Nasional diharapkan terus menjadi instrumen strategis dalam menciptakan tenaga kerja muda yang siap menghadapi dinamika pasar kerja sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif. (Timred/CN)

Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia