Home Nasional Ketum PKN Anas Urbaningrum Tinjau Lokasi Bencana di Sumbar, Pastikan Bantuan dan...

Ketum PKN Anas Urbaningrum Tinjau Lokasi Bencana di Sumbar, Pastikan Bantuan dan Solidaritas Terus Mengalir

48
0
Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum saat meninjau lokasi banjir di Nagari Pasie Laweh, Padang Pariaman. (Foto: Timred/CN)

Padang, cimutnews.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, turun langsung meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat pada Rabu (10/12). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kemanusiaan PKN yang sejak awal aktif membantu warga terdampak bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Sumbar.

Dalam peninjauan itu, Anas didampingi jajaran pengurus DPP PKN dan pengurus PKN Sumatra Barat. Mereka telah berada di lapangan sejak awal kejadian, memastikan bantuan darurat tersalurkan secara merata kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Tinjau Wilayah Terparah Banjir dan Longsor

Lokasi pertama yang disambangi adalah Nagari Pasie Laweh – Korong Tanah Taban, Kabupaten Padang Pariaman—salah satu kawasan yang mengalami dampak terberat sejak hujan ekstrem melanda wilayah Sumbar pada akhir November lalu. Banjir besar yang disertai longsor mengakibatkan puluhan rumah rusak, sejumlah fasilitas umum tak lagi berfungsi, dan akses antarwilayah terputus.

Di titik itu, Anas menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih bertahan di pengungsian. Ia juga menerima laporan detail dari tim posko mengenai situasi terbarunya.

Menurut laporan resmi posko penanganan bencana, lebih dari 160 warga masih tinggal di tenda-tenda darurat. Sebagian besar kehilangan rumah serta akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, pangan, dan alat kebersihan. Cuaca yang masih tidak stabil turut menjadi tantangan besar bagi para relawan yang terus bekerja sejak hari pertama bencana terjadi.

PKN Serahkan Bantuan Logistik untuk Pengungsi

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, PKN menyerahkan paket bantuan untuk memperkuat persediaan logistik posko. Bantuan tersebut terdiri dari sembako, perlengkapan harian, kebutuhan bayi, alat kebersihan, serta sejumlah dukungan penting lain yang dibutuhkan para pengungsi dalam masa darurat.

Baca juga  Pemkab Muba Buka Akses Kerja Internasional, Dua CPMI Disiapkan Jadi Caddy Profesional

Bencana ini meninggalkan luka bagi banyak keluarga. Kami datang bukan sekadar meninjau, tetapi memastikan ada tindakan nyata untuk membantu warga yang sedang kesulitan. Solidaritas adalah kewajiban moral kita bersama,” ujar Anas Urbaningrum usai mendampingi distribusi bantuan.

Anas juga menegaskan bahwa PKN akan terus memantau situasi di lapangan. Jika kondisi membutuhkan dukungan tambahan, pihaknya siap mengirimkan bantuan lanjutan bekerja sama dengan pengurus daerah dan tim relawan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak—mulai dari relawan, perangkat nagari, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar—yang bekerja tanpa henti membantu para korban sejak hari pertama musibah melanda.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 22 Desember

Sejak akhir November, serangkaian bencana hidrometeorologi meliputi banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur terjadi di beberapa kota dan kabupaten di Sumbar. Kondisi cuaca ekstrem dalam dua pekan terakhir membuat sejumlah wilayah masih berpotensi menghadapi bencana susulan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat hingga 22 Desember 2025. Penetapan ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan, pemulihan, serta pendistribusian bantuan secara terkoordinasi di seluruh daerah terdampak.

Anas Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bergandengan Tangan

Menutup kunjungannya, Anas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menumbuhkan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Sumbar yang sedang menghadapi cobaan besar.

Ini saatnya kita saling menopang. Saudara-saudara kita di Sumatera Barat membutuhkan uluran tangan. Mari hadir bersama mereka,” pungkasnya.

Kunjungan Anas Urbaningrum ini menegaskan komitmen PKN bahwa kerja politik sejatinya bukan hanya soal kontestasi, tetapi juga keberpihakan terhadap kemanusiaan. Di tengah musibah yang belum sepenuhnya mereda, kehadiran dukungan moral dan bantuan nyata menjadi harapan bagi warga yang masih berjuang bangkit setelah bencana. (Timred/CN)