Beranda Palembang Ratu Dewa Lantik 2.037 PPPK Paruh Waktu: Kisah Pengabdian Puluhan Tahun yang...

Ratu Dewa Lantik 2.037 PPPK Paruh Waktu: Kisah Pengabdian Puluhan Tahun yang Akhirnya Berbuah Manis

77
0
pelantikan PPPK Paruh Waktu. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang di Jalan Tasik, kawasan Kambang Iwak, pada Senin pagi (22/12/2025). Raut bahagia terpancar dari ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Angkatan 2025 yang resmi dilantik oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Sebanyak 2.037 PPPK Paruh Waktu akhirnya mendapatkan kepastian status kerja dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum ini sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Pemerintah Kota Palembang memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya mereka yang selama bertahun-tahun bekerja di lini pelayanan publik.

Pelantikan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah tata kelola pemerintahan daerah. Ribuan pegawai ini sebelumnya berasal dari beragam profesi, mulai dari petugas kebersihan, sopir angkutan sampah, hingga tenaga teknis harian. Selama bertahun-tahun mereka berstatus pegawai harian lepas (PHL), sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan menjadi PPPK Paruh Waktu.

Kisah Pengabdian yang Menggetarkan Hati

Dalam sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa menyoroti kisah dua sosok PPPK Paruh Waktu yang dianggap mewakili ketulusan dan keteguhan pengabdian: Samsia Kurniati dan Parin. Cerita keduanya bukan sekadar untaian kalimat, tetapi bukti nyata bahwa kesetiaan dalam bekerja tanpa pamrih akhirnya mendapat pengakuan.

Samsia Kurniati: Dua Dekade Menyapu Jalanan Kota

Samsia Kurniati, perempuan kelahiran 1973, sudah mengabdikan diri sebagai penyapu jalan sejak tahun 2007. Selama hampir dua puluh tahun, ia memulai aktivitasnya setiap hari sebelum matahari terbit. Dengan sapu di tangan, ia menyusuri trotoar dan bahu jalan Kota Palembang sejak pukul lima pagi.

Panas menyengat, debu jalanan, hingga padatnya arus lalu lintas tak pernah membuatnya menyerah. Justru rutinitas itulah yang menjadi bagian dari hidupnya. Dengan penghasilan yang terbatas, Samsia tetap teguh bekerja untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan kedua anaknya.

Baca juga  90 PPK di Palembang Disumpah, Fitri: KPU Jalankan Tugasnya Tanpa Ada Campur Tangan Pemkot

“Pada seleksi PPPK sebelumnya saya belum berhasil karena keterbatasan formasi. Namun saya tidak putus asa. Hari ini saya bersyukur karena pengabdian saya akhirnya mendapat pengakuan,” ujarnya dengan suara bergetar, menahan haru.

Parin: Dua Puluh Tahun Menjadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Berbeda profesi namun memiliki keteguhan yang sama, Parin, pria kelahiran 1969, telah bertugas sebagai sopir mobil angkutan sampah sejak tahun 2005. Dua dekade bukan waktu singkat. Hampir setiap hari ia berhadapan dengan kendaraan operasional yang kerap tidak ideal dan medan kerja yang penuh tantangan.

Namun bagi Parin, tugas membawa sampah dari sudut-sudut kota adalah bentuk pengabdiannya untuk masyarakat. Ia bekerja tanpa banyak bicara, tanpa keluhan, dan sepenuh hati demi menghidupi keluarga.

“Saya bekerja untuk keluarga dan untuk kota ini. Saya percaya kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya dengan senyum syukur yang mengembang.

Wali Kota: Ini Bentuk Penghormatan, Bukan Sekadar Pelantikan

Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa kisah Samsia dan Parin hanyalah segelintir dari ribuan cerita pengabdian luar biasa para pegawai yang dilantik hari ini. Menurutnya, para PPPK Paruh Waktu adalah pahlawan pelayanan publik yang bekerja dalam senyap, tetapi memiliki peran vital dalam menjaga wajah Kota Palembang.

“Ini bukan sekadar pelantikan, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas. Jaga integritas, tetap rendah hati, dan jangan berubah dalam bersikap setelah resmi menjadi PPPK,” pesan Ratu Dewa tegas.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Palembang, M. Yanuarpan, menyampaikan bahwa status baru ini adalah amanah besar. Dengan status PPPK Paruh Waktu, para pegawai memiliki tanggung jawab lebih jelas dan perlindungan hukum yang lebih kuat.

Baca juga  Hak Penuntutan Gugur Demi Hukum, PN Tipikor Palembang Hentikan Perkara Tipikor Almarhum Haji Halim

“Setiap tugas adalah bagian dari pelayanan publik dan wujud kecintaan terhadap kota ini. Saya berharap pelantikan ini menjadi awal peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.

Harapan Baru untuk Layanan Publik yang Lebih Baik

Dengan dilantiknya 2.037 PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Kota Palembang menargetkan peningkatan signifikan dalam layanan kebersihan, ketertiban, dan berbagai bidang teknis lainnya. Status baru ini diharapkan tidak hanya memotivasi pegawai, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Palembang yang lebih bersih, tertata, dan humanis.

Bagi para PPPK Paruh Waktu, pelantikan ini bukan garis akhir, melainkan titik awal perjalanan panjang yang lebih pasti. Mereka kini melangkah dengan semangat baru, membawa harapan besar bagi masa depan pelayanan publik Kota Palembang. (Poerba)