Beranda Nasional Krakatau Steel Mantapkan Transformasi Bisnis dan Penguatan Fundamental Melalui RUPSLB 2025

Krakatau Steel Mantapkan Transformasi Bisnis dan Penguatan Fundamental Melalui RUPSLB 2025

52
0
Jajaran Direksi dan Komisaris Krakatau Steel menghadiri RUPSLB 2025 di Jakarta. Keterangan foto 2: Suasana pelaksanaan RUPSLB Krakatau Steel yang membahas agenda restrukturisasi dan transformasi bisnis.(Foto: Timred/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menegaskan komitmen untuk memperkuat fundamental bisnis dan mempercepat transformasi perusahaan melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025. Agenda strategis ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan dalam menatap fase pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan menjelang tahun 2026. (23/12/2025)

Pemulihan Kinerja Menguat Sepanjang 2025

Krakatau Steel mencatat tren pemulihan kinerja sepanjang tahun 2025, baik dari aspek operasional maupun keuangan. Dengan total nilai aset mencapai USD 825,3 juta, Perseroan menegaskan optimisme untuk mengelola dinamika pasar secara lebih prudent, stabil, dan berorientasi keberlanjutan.

Pemulihan ini menjadi pijakan penting bagi Krakatau Steel untuk memperkuat daya saing menghadapi tantangan industri baja nasional tahun 2026.

Laba Bersih Menguat dan Efektivitas Restrukturisasi Terbukti

Dari sisi keuangan, Krakatau Steel berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 24 juta pada Kuartal III 2025. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi restrukturisasi, termasuk percepatan pelunasan kewajiban dengan skema keringanan (haircut) yang berdampak langsung pada perbaikan struktur keuangan dan peningkatan likuiditas.

Perseroan menjelaskan bahwa sejumlah asumsi dalam Master Restructuring Agreement (MRA) 2024 perlu disesuaikan seiring dinamika yang terjadi sejak penandatanganan awal pada November 2024 hingga pemberlakuan efektifnya pada Oktober 2025. Penyesuaian tersebut mencakup:

  • Rencana pengoperasian fasilitas secara mandiri
  • Bertambahnya kreditur peserta haircut
  • Perubahan jadwal pembayaran kewajiban pokok Tranche A dan Tranche B

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan restrukturisasi tetap berjalan efektif dan adaptif terhadap kondisi terbaru.

Efisiensi Biaya dan Penguatan Struktur Operasional

Dalam upaya memperbaiki fundamental perusahaan, Krakatau Steel juga berhasil menekan biaya usaha hingga 12 persen pada Triwulan III 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang menuju struktur biaya yang lebih sehat, ringan, dan kompetitif.

Baca juga  Kemnaker–Shopee Gelar ToT Shopee Affiliate di Bekasi, Perkuat Kompetensi Digital Instruktur Vokasi Nasional

Dari sisi operasional, performa produksi dan penjualan baja menunjukkan perbaikan konsisten. Hingga Kuartal III 2025, volume produksi baja konsolidasi mencapai:

  • 740 ribu ton, naik dari 540 ribu ton pada 2024
  • Volume penjualan juga tumbuh bertahap dari 226 ribu ton (Kuartal I), 244 ribu ton (Kuartal II), hingga 269 ribu ton (Kuartal III)

Peningkatan ini menandakan bahwa sistem produksi Perseroan semakin efisien, stabil, dan mampu menjawab peningkatan kebutuhan pasar.

Penguatan Infrastruktur dan Ekosistem Industri Baja

Untuk menunjang bisnis inti, Krakatau Steel terus mengembangkan infrastruktur pendukung, di antaranya:

  • Peningkatan kapasitas layanan dermaga dan fasilitas kepelabuhan
  • Pengembangan steel integrated logistics
  • Optimalisasi pengelolaan Kawasan Industri Krakatau seluas 2.000 hektare sebagai basis ekosistem industri baja nasional

Langkah ini menegaskan posisi Krakatau Steel sebagai pemain strategis dalam rantai pasok industri baja Indonesia.

Transformasi Model Bisnis: Pengelolaan Mandiri HSM dan CRM

Transformasi besar lainnya terlihat dari rencana pengoperasian fasilitas Hot Strip Mill (HSM) dan Cold Rolling Mill (CRM) secara mandiri melalui PT Krakatau Baja Industri sebagai pelaksana operasi dan pemeliharaan.

Selain itu, Perseroan akan menangani sendiri pengelolaan rantai pasok terintegrasi hingga penjualan produk akhir berupa Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC).

Model bisnis baru ini diharapkan memperkuat kendali operasional, meningkatkan efisiensi, dan memperluas peluang pertumbuhan.

Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Likuiditas

Keberhasilan transformasi Krakatau Steel turut ditopang oleh dukungan Danantara sebagai Pemegang Saham Seri B, melalui pemberian Pinjaman Pemegang Saham (PPS) untuk kebutuhan modal kerja. Dukungan ini berperan penting dalam:

  • Menjaga kelangsungan operasional
  • Memperkuat likuiditas
  • Mendukung program efisiensi dan transformasi bisnis

Selaras dengan Asta Cita Presiden RI

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa keberhasilan restrukturisasi dan penguatan kinerja perusahaan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam misi memperkuat industri strategis nasional.

Baca juga  Sekda Herman Suryatman Serahkan LKPD Tahun 2024 kepada BPK RI

“Keberhasilan restrukturisasi yang tercermin dari laba, peningkatan produksi dan penjualan, serta penguatan struktur keuangan, menjadi fondasi penting bagi Krakatau Steel untuk berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan kemandirian industri baja nasional,” ujarnya.

Pengurus Baru untuk Mempercepat Transformasi

Melalui RUPSLB 2025, Krakatau Steel juga menetapkan susunan direksi dan komisaris terbaru. Dengan komposisi yang lebih solid, berpengalaman, dan adaptif terhadap tantangan industri baja modern, Perseroan optimistis transformasi dapat dieksekusi lebih cepat sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.