Beranda Palembang MTQ Ke-XXXI Kota Palembang Resmi Ditutup, Sako Raih Juara Umum

MTQ Ke-XXXI Kota Palembang Resmi Ditutup, Sako Raih Juara Umum

17
0
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim saat menutup secara resmi MTQ Ke-XXXI di kawasan Kambang Iwak, Sabtu (14/2/2026) malam.(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXI Kota Palembang resmi ditutup pada Sabtu (14/2/2026) malam di kawasan Kambang Iwak, Palembang. Penutupan dilakukan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, dalam suasana khidmat dan semarak yang dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, dewan hakim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kafilah dari 18 kecamatan se-Kota Palembang.

Agenda tahunan bernuansa religius ini kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dukungan lintas elemen yang hadir mencerminkan MTQ bukan sekadar seremoni kompetisi, melainkan bagian dari pembangunan karakter dan syiar Islam yang berkelanjutan.

Konteks Nasional dan Penguatan Kebijakan Keagamaan

Di tingkat nasional, MTQ menjadi salah satu instrumen pembinaan umat yang secara konsisten digelar berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader Qur’ani melalui pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.

Kota Palembang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan menempatkan MTQ sebagai agenda prioritas pembinaan mental-spiritual masyarakat. Sejalan dengan arah pembangunan nasional di bidang penguatan sumber daya manusia, pembinaan tilawah dan tahfiz dinilai relevan dalam membentuk generasi berintegritas dan berakhlak mulia.

Data Utama: 584 Kafilah dari 18 Kecamatan

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Sodikin, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ Ke-XXXI diikuti sebanyak 584 kafilah dari 18 kecamatan. Kegiatan berlangsung selama enam hari, sejak 9 hingga 14 Februari 2026.

Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi Tilawah Anak dan Remaja, Tahfiz 1 Juz dan 5 Juz, serta Tartil Al-Qur’an putra dan putri. Seluruh rangkaian perlombaan dinilai dewan hakim secara profesional sesuai pedoman yang berlaku.

Berdasarkan hasil penilaian resmi dewan hakim, Kecamatan Sako berhasil meraih Juara Umum I. Posisi Juara Umum II ditempati Kecamatan Ilir Timur I, sedangkan Kecamatan Kemuning meraih Juara Umum III. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan di masing-masing wilayah.

Baca juga  Polda Sumsel Pimpin Aksi Bersih-Bersih di Museum SMB II, Tindak Lanjuti Arahan Presiden pada Rakornas 2026

Apresiasi dan Penegasan Komitmen

Dalam sambutannya, Aprizal Hasyim menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan hakim, pembina, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ.

“MTQ adalah sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aprizal dalam sambutan resminya.

Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan MTQ bukan hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari sejauh mana pembinaan Al-Qur’an terus hidup di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurutnya, pembinaan yang konsisten di tingkat kecamatan menjadi kunci agar prestasi tidak berhenti pada ajang tahunan. Dengan pola pembinaan berkelanjutan, Kota Palembang diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Respons Kecamatan dan Kolaborasi Pembinaan

Camat Kemuning, Amiruddin Sandy, menyampaikan rasa syukur atas capaian Juara Umum III yang diraih wilayahnya. Ia menyebut hasil tersebut merupakan buah kerja sama berbagai pihak, mulai dari pembina, LPTQ kecamatan, tokoh agama, hingga dukungan masyarakat.

Menurutnya, pembinaan tidak dilakukan secara instan menjelang lomba, tetapi melalui proses berjenjang yang melibatkan anak-anak dan remaja sejak dini. Pola pembinaan tersebut, kata dia, akan terus diperkuat agar kualitas peserta semakin meningkat pada MTQ mendatang.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan dalam MTQ merupakan hasil kolaborasi, bukan semata capaian individu. Setiap kecamatan memiliki peran dalam menumbuhkan semangat belajar dan mengamalkan Al-Qur’an.

Momentum Ukhuwah dan Harapan Ke Depan

Penutupan MTQ Ke-XXXI di Kambang Iwak menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kota Palembang. Kebersamaan para kafilah, dewan hakim, serta masyarakat yang hadir mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ruh kegiatan ini.

Baca juga  Gubernur Sumsel Herman Deru Raih Penghargaan People of The Year 2025 dari Metro TV Berkat Pemberdayaan Petani dan Diversifikasi Pangan Lokal

Pemerintah Kota Palembang berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui MTQ dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam membangun budaya toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab.

Selain itu, pembinaan di tingkat kecamatan diimbau terus berjalan sepanjang tahun, tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ. Dengan demikian, kualitas peserta akan semakin matang dan siap berkompetisi secara sehat di level berikutnya.

Komitmen Berkelanjutan

MTQ Ke-XXXI Kota Palembang resmi berakhir, namun komitmen pembinaan Al-Qur’an ditegaskan tetap berlanjut. Pemerintah Kota Palembang bersama seluruh elemen masyarakat menyatakan kesiapan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pembinaan pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai media daerah, cimutnews.co.id mencatat bahwa pelaksanaan MTQ kali ini berlangsung tertib, terbuka, dan berdasarkan penilaian resmi dewan hakim. Informasi hasil perlombaan bersumber dari laporan panitia dan pernyataan pejabat berwenang.

Ke depan, publik diharapkan terus memberikan dukungan terhadap agenda keagamaan yang konstruktif dan edukatif ini, agar Palembang semakin kokoh sebagai kota yang religius, harmonis, dan berdaya saing. (Poerba)