Beranda Banyuasin Operasi Zebra Musi 2025 Dimulai: Polres Banyuasin Fokus Tertib Lalu Lintas dan...

Operasi Zebra Musi 2025 Dimulai: Polres Banyuasin Fokus Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Publik

51
0
Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Musi 2025 di halaman Mapolres Banyuasin. (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

Banyuasin, cimutnews.co.id — Polres Banyuasin, Polda Sumatera Selatan, resmi memulai Operasi Zebra Musi 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Agenda tahunan ini diawali dengan apel gelar pasukan, Senin (17/11), di halaman Mapolres Banyuasin, dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo SH SIK MIK.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TNI Kodim 0430/Banyuasin, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Banyuasin. Kehadiran lintas instansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih kondusif di wilayah Banyuasin.

Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting bagi seluruh personel untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Harkamtibmas, khususnya terkait upaya penertiban berlalu lintas menuju akhir tahun.

Fokus Penindakan: Pelanggaran yang Berpotensi Menyebabkan Kecelakaan

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Ruri Prastowo menegaskan bahwa Operasi Zebra Musi tahun ini didesain lebih terarah dengan fokus pada pelanggaran kasat mata yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

“Pelanggaran yang menjadi prioritas antara lain tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan,” jelas Kapolres.

Ia menambahkan, setiap personel wajib mengedepankan tindakan yang humanis namun tetap tegas, serta profesional dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama sehingga etika pelayanan publik harus selalu dijunjung selama operasi berlangsung.

Operasi Zebra Musi 2025 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Puluhan personel telah ditempatkan melalui Surat Perintah Kapolres dan didukung penuh oleh instansi terkait.

Tantangan Lalu Lintas Makin Kompleks: Polri Diminta Adaptif

Baca juga  Kematian ODGJ di Banyuasin Diduga Tak Wajar, Autopsi Ungkap Luka Kekerasan di Tubuh Korban

Kapolres Ruri mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas saat ini semakin dinamis. Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya jumlah kendaraan baru, serta perubahan gaya hidup dan mobilitas di era digital membuat tantangan di sektor lalu lintas makin besar.

“Kita dituntut untuk terus adaptif, inovatif, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Operasi Zebra Musi merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi kamtibmas yang aman menjelang Operasi Lilin 2025,” terangnya.

Dengan kata lain, operasi ini bukan hanya penegakan hukum semata, tetapi juga edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Penegakan Hukum: ETLE, Tilang Mobile, dan Pendekatan Humanis

Operasi Zebra Musi 2025 mengedepankan langkah preemtif dan preventif, seperti imbauan, sosialisasi, dan edukasi publik. Namun, langkah penegakan hukum tetap menjadi bagian penting melalui pola selektif prioritas.

Penindakan akan dilakukan melalui:

  • ETLE Statis (kamera di titik tertentu)
  • ETLE Mobile (kamera bergerak di kendaraan patroli)
  • Tilang konvensional, tetap dengan pendekatan humanis

Penerapan metode tilang elektronik diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih disiplin karena prosesnya objektif dan transparan.

Ajak Masyarakat Lebih Patuh dan Peduli Keselamatan

Melalui Operasi Zebra Musi 2025, Polres Banyuasin mengajak masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas. Keselamatan menurut Kapolres bukan hanya urusan aparat, tetapi tanggung jawab bersama.

“Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya. Tertib di jalan bukan semata menghindari tilang, tetapi untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan operasi secara terpadu, diharapkan angka kecelakaan di Kabupaten Banyuasin dapat ditekan dan kualitas keselamatan di jalan raya meningkat secara signifikan. (Noto)