Beranda Nasional Presiden Prabowo Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Tersedia, Ajak Diaspora dan Komunitas Beri...

Presiden Prabowo Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Tersedia, Ajak Diaspora dan Komunitas Beri Bantuan Sesuai Mekanisme

44
0
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang. (Foto: Timred/CN)

Aceh Tamiang, cimutnews.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal tersebut disampaikan Presiden saat meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/26).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat dalam upaya pemulihan dan siap menerima bantuan dari berbagai pihak, baik individu, komunitas, maupun kelompok diaspora, selama penyalurannya mengikuti mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

Pemerintah Siapkan Anggaran Besar untuk Pemulihan

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan dari gubernur terkait situasi terkini di wilayah terdampak. Pemerintah pusat, lanjutnya, tidak hanya menyiapkan hunian sementara, tetapi juga membangun strategi jangka panjang pemulihan infrastruktur, layanan publik, hingga penghidupan masyarakat.

“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu ya kita sebagai manusia tentu tidak mungkin menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas,” ujar Prabowo di hadapan warga dan petugas yang bertugas.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh proses bantuan berjalan secara tertib dan akuntabel. Dengan demikian, bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Diaspora Aceh, Minang, dan Batak Dipersilakan Menyalurkan Bantuan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membuka pintu seluas-luasnya bagi komunitas diaspora—baik Aceh, Minang, maupun Batak—yang ingin memberikan dukungan kepada masyarakat di daerah asal mereka. Presiden menekankan bahwa semangat gotong royong dari berbagai elemen bangsa sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga  Harga Gabah Rp 6.500 Harus Diterima Petani, Panja DPR Ingatkan Bulog Jaga HPP

“Umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu ya monggo silakan. Nanti kita salurkan. Kalau diaspora Minang mau membantu, juga silakan,” jelasnya.

Menurut Prabowo, keterlibatan diaspora bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga wujud solidaritas kebangsaan. Bantuan dari luar daerah atau luar negeri dapat mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak bencana.

Komunitas Batak dan Organisasi Lain Diminta Koordinasi dengan BNPB

Selain diaspora Aceh dan Minang, Presiden juga mempersilakan komunitas Batak dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, kota-kota besar lainnya, hingga luar negeri, untuk berkontribusi membantu masyarakat Sumatra Utara yang terdampak bencana.

Prabowo meminta agar bantuan disalurkan melalui mekanisme resmi dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah daerah setempat. Dengan begitu, proses distribusi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus nanti kita serahkan. Mekanismenya mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, atau Sumatera Utara membuka rekening seperti apa,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa koordinasi merupakan prinsip utama agar tidak terjadi tumpang tindih, potensi penyalahgunaan, atau distribusi yang tidak merata di lapangan.

Bantuan Langsung Tetap Diperbolehkan, Asal Sesuai Prosedur

Meski menekankan pentingnya mekanisme resmi, Prabowo tidak menutup jalur bantuan langsung dari masyarakat atau kelompok tertentu kepada para korban. Menurutnya, bantuan langsung diperbolehkan selama tetap berkoordinasi serta mengikuti prosedur yang berlaku untuk menjaga transparansi.

“Mungkin dana bantuan pascabencana mau kirim langsung, silakan. Dari dalam negeri memberi sumbangan, silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas,” tegas Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh proses bantuan berjalan murni untuk kemanusiaan, tanpa kepentingan apa pun. Ketulusan, menurutnya, harus menjadi landasan utama dalam setiap bantuan yang diberikan.

Baca juga  Resmikan Jembatan Air Lematang, Herman Deru Tegaskan Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Sumsel

Prabowo: Kerja Cepat untuk Meringankan Penderitaan Masyarakat

Di akhir kunjungannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja cepat dalam menangani dampak bencana di berbagai wilayah. Prabowo mengajak seluruh pihak untuk tetap berpikir positif dan berfokus pada upaya bersama meringankan penderitaan masyarakat.

“Karena kita mengalami, pernah dibantu-bantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif. Yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di mana pun itu tujuan kita,” pungkasnya.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang menjadi tanda bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatra. Kehadiran negara, ditambah dukungan dari masyarakat dan diaspora, diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus membangkitkan kembali kehidupan warga yang terdampak. (Timred/CN)