
Kayuagung, OKI – Proyek pembangunan saluran drainase di kawasan Belakang Makam Pahlawan, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menuai sorotan tajam dari masyarakat. Alih-alih menjadi solusi banjir dan genangan air, proyek tersebut justru belum rampung hingga kini, memicu keresahan dan ketidaknyamanan warga sekitar.
Pantauan tim redaksi pada Jumat (3/10/2025) menunjukkan kondisi jalan yang terbengkalai akibat pengerjaan drainase. Debu berterbangan dan akses jalan sulit dilalui. Proyek yang seharusnya memberi manfaat, kini malah menjadi penghambat aktivitas warga sehari-hari.
Keluhan Warga: “Kami Terganggu, Kapan Selesai?”
Seorang warga Kelurahan Jua-Jua, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekesalan terhadap lambannya penyelesaian proyek.
“Kami sangat terganggu dengan proyek ini. Debu banyak, dan susah untuk lewat. Kami berharap proyek ini bisa segera diselesaikan agar aktivitas kami bisa kembali normal,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain yang merasa bahwa proyek ini terkesan tidak dikelola dengan baik. Mereka menilai minimnya sosialisasi dan koordinasi dari pihak terkait membuat masyarakat semakin bingung mengenai kepastian penyelesaian proyek.
Minim Sosialisasi, Warga Kehilangan Kepastian
Selain gangguan fisik akibat jalan rusak dan debu, warga juga menyoroti buruknya komunikasi antara pihak pelaksana proyek dan masyarakat. Tidak adanya penjelasan resmi mengenai target penyelesaian membuat warga hanya bisa menebak-nebak kapan drainase akan selesai dibangun.
Bagi warga Jua-Jua, drainase memang kebutuhan mendesak. Saat musim hujan, kawasan ini kerap dilanda banjir karena saluran air yang tidak memadai. Proyek drainase seharusnya menjadi jawaban, namun justru menambah persoalan karena tak kunjung rampung.
Tuntutan Warga: Transparansi dan Percepatan Proyek
Warga berharap pemerintah daerah maupun kontraktor pelaksana segera bertanggung jawab. Penyelesaian proyek yang terbengkalai dinilai harus menjadi prioritas agar fungsi drainase dapat segera dirasakan masyarakat.
Selain itu, warga mendesak adanya keterbukaan informasi terkait anggaran, jadwal, dan kendala yang dihadapi kontraktor. Transparansi dianggap penting agar publik mengetahui ke mana arah proyek berjalan dan sejauh mana progresnya.
Menunggu Jawaban Kontraktor
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana belum memberikan konfirmasi terkait alasan keterlambatan penyelesaian proyek drainase. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang bagi publik.
Keterlambatan proyek drainase Jua-Jua menjadi cerminan problem klasik pembangunan daerah: kurangnya pengawasan, minim sosialisasi, serta lemahnya manajemen pelaksanaan proyek. Padahal, setiap proyek infrastruktur menggunakan anggaran publik yang semestinya dikelola transparan, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Bagi warga Jua-Jua, proyek ini bukan sekadar deretan angka dalam APBD, melainkan hak atas lingkungan yang sehat dan infrastruktur yang layak. Mereka kini menanti langkah nyata pemerintah dan kontraktor, bukan sekadar janji di atas kertas.
(Tim/red)

















