Home Palembang Refleksi Akhir Tahun 2025: PGK Sumsel Mantapkan Konsolidasi dan Peran Kebangsaan

Refleksi Akhir Tahun 2025: PGK Sumsel Mantapkan Konsolidasi dan Peran Kebangsaan

37
0
Ketua DPW PGK Sumsel Firdaus Hasbullah, SH, MH memberikan pernyataan resmi terkait arah gerakan 2026 (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id— Melalui momentum Refleksi Akhir Tahun 2025, Persatuan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan menegaskan sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih selama satu tahun terakhir, khususnya dalam penguatan struktur organisasi. (27/12/2025)

Sepanjang tahun 2025, PGK Sumsel terus memperluas jangkauan gerakan dengan mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di beberapa kabupaten/kota. Empat daerah yang secara resmi telah memiliki kepengurusan baru meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Lahat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kabupaten Banyuasin.

Tidak berhenti pada penguatan struktur, konsolidasi organisasi juga dipastikan terus berjalan. Dalam waktu dekat, pengukuhan DPD PGK Kabupaten Musi Banyuasin dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2026, disusul pengukuhan DPD Kabupaten Ogan Ilir pada 10 Januari 2026.

Konsolidasi sebagai Keharusan Organisasi

Bagi PGK Sumsel, konsolidasi bukan hanya rangkaian agenda struktural, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat fondasi organisasi. Penataan kepengurusan, pembangunan disiplin organisasi, hingga penyamaan arah gerakan dianggap sebagai kunci agar PGK hadir sebagai organisasi kebangsaan yang solid, berdaya, dan memiliki pengaruh nyata di tengah masyarakat.

Tahun 2025 disebut sebagai fase penting untuk memperkuat komitmen internal, sekaligus mempersiapkan organisasi menghadapi dinamika nasional yang semakin kompleks.

Sikap Kritis Terhadap Isu Kebangsaan

Sepanjang tahun berjalan, DPW PGK Sumsel juga aktif menyoroti sejumlah isu kebangsaan yang dinilai krusial. Mulai dari melemahnya semangat persatuan, meningkatnya polarisasi politik, ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila, hingga ketimpangan sosial dan ekonomi yang berpotensi memicu konflik horizontal.

Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya melihat gejala menguatnya pragmatisme politik yang dibarengi dengan merosotnya etika kebangsaan.

“Kami melihat ada kecenderungan pragmatisme politik dan menurunnya etika kebangsaan. PGK hadir untuk mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuasaan, tetapi oleh nilai dan keberanian moral,” tegas Firdaus.

Baca juga  Hari Bakti PU ke-80, Dinas PUPR Palembang Gelar Aksi Sosial: Donor Darah, Bazar Murah hingga Tausiah

Arah Gerakan 2026: Lebih Kritis dan Solutif

Menatap tahun 2026, PGK Sumsel berkomitmen semakin mempertegas peran organisasi sebagai kekuatan moral dan gerakan kebangsaan yang independen. PGK akan memperkuat fungsinya sebagai:

  • ruang konsolidasi elemen masyarakat,
  • pusat edukasi kebangsaan,
  • mitra strategis pemerintah dalam memberi kritik konstruktif atas kebijakan publik.

Firdaus menegaskan bahwa PGK tidak akan bersikap pasif.

“PGK tidak akan menjadi penonton. Tahun depan kami akan lebih aktif, lebih vokal, dan lebih terukur dalam menjalankan gerakan kebangsaan. Kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun politik sesaat,” ujarnya.

Seruan Kebangsaan untuk Masyarakat Sumsel

Sebagai penutup refleksi, PGK Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menolak politik adu domba, serta menjaga Indonesia tetap berada pada jalur kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Poerba)