
Palembang, cimutnews.co.id — Menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/26, harapan besar kembali menyelimuti pendukung setia Sriwijaya FC. Kelompok suporter fanatik Ultras Palembang menilai rencana manajemen mendatangkan sejumlah pemain baru bisa menjadi titik balik kebangkitan Laskar Wong Kito yang saat ini masih berkutat di papan bawah klasemen.
Bagi Ultras Palembang, bursa transfer tengah musim bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah “detik penentu” yang dapat menentukan masa depan Sriwijaya FC di kompetisi, sekaligus peluang untuk keluar dari ancaman zona degradasi. Harapan yang sama turut disuarakan Capo Tifosi Ultras Palembang, Qusoi SH, yang selama beberapa pekan terakhir memilih menahan diri dan tidak banyak memberikan komentar terkait kondisi tim.
Momentum Baru untuk Kebangkitan Sriwijaya FC
Menurut Qusoi, saat ini seluruh elemen pendukung masih menunggu realisasi langkah manajemen, terutama terkait komitmen mendatangkan pemain berkualitas dan kepastian masuknya investor baru. Dua hal ini dinilai sebagai pondasi utama bagi Sriwijaya FC untuk bertahan di kompetisi dan bersaing lebih baik pada paruh kedua musim.
“Kami berharap apa yang dirancang manajemen benar-benar matang. Pemain yang didatangkan harus mumpuni dan bisa langsung memberi dampak. Bursa transfer ini bisa menjadi titik kebangkitan Sriwijaya FC,” ujarnya.
Ia menegaskan, Ultras Palembang tidak ingin rencana mendatangkan investor hanya berakhir sebagai wacana. Dukungan finansial yang stabil, menurutnya, sangat dibutuhkan agar Sriwijaya FC tidak sekadar bertahan, tetapi mampu kembali tampil kompetitif.
“Intinya, kami berharap investor itu benar-benar riil. Tujuannya satu, agar Sriwijaya FC tetap bertahan di Pegadaian Championship 2025/26. Harapan kami sederhana, di putaran kedua nanti Sriwijaya FC bisa kembali menang, terutama di kandang,” tegasnya.
Suporter Tetap Setia Meski Tim Terpuruk
Dalam situasi sulit yang dialami Sriwijaya FC musim ini, dukungan publik Sumatera Selatan justru tidak pernah surut. Qusoi, yang juga dikenal sebagai vokalis band Skanax Boys, menyebut kesetiaan tersebut sebagai energi besar yang mestinya menjadi motivasi pemain dan manajemen klub.
“Berikanlah kebahagiaan untuk rakyat Sumsel yang selama ini pontang-panting mendukung Sriwijaya FC. Dukungan itu tidak pernah berhenti, baik saat tim berjaya maupun ketika terpuruk,” kata Qusoi.
Ia menyoroti data jumlah penonton di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang tetap tinggi, bahkan menjadi yang terbanyak di wilayah barat, meski tim sedang berjuang keluar dari papan bawah klasemen. Kondisi ini menjadi bukti bahwa Sriwijaya FC tidak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat Sumatera Selatan.
“Kita patut bangga. Walaupun tim sedang tidak dalam kondisi terbaik, Sriwijaya FC tetap menjadi tim dengan penonton terbanyak di wilayah barat. Itu menunjukkan bahwa Sriwijaya FC benar-benar dicintai rakyat Sumsel,” ujarnya.
Harapan untuk Paruh Musim Kedua
Dukungan dan loyalitas dari Ultras Palembang kini menjadi dorongan moral penting bagi manajemen dan pemain Sriwijaya FC. Para suporter berharap musim ini tidak berakhir dengan kekecewaan, melainkan menjadi titik awal dari kebangkitan baru.
Bursa transfer paruh musim dipandang sebagai kesempatan emas bagi Sriwijaya FC untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat skuad. Di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat, tambahan pemain berkualitas menjadi kebutuhan mutlak, terlebih elang Andalas belum menunjukkan performa stabil sepanjang putaran pertama.
Manajemen Sriwijaya FC disebut telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain yang berpengalaman di kompetisi nasional. Meski belum ada pengumuman resmi, rumor mengenai perekrutan striker asing, gelandang bertahan, hingga bek tengah semakin kuat beredar di kalangan pendukung.
Bagi Ultras Palembang, harapan utamanya bukan sekadar mendatangkan pemain baru, tetapi memastikan mereka tepat sasaran dan mampu memberikan perubahan nyata. Mereka ingin Sriwijaya FC tampil lebih solid, agresif, dan percaya diri, khususnya ketika bermain di kandang sendiri.
Tantangan Manajemen: Konsistensi dan Transparansi
Selain persoalan teknis di lapangan, para suporter juga berharap manajemen Sriwijaya FC menjaga konsistensi dalam merencanakan masa depan klub. Transparansi mengenai proses perekrutan pemain, kondisi keuangan, hingga progres masuknya investor dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Kesetaraan antara komitmen manajemen dan perjuangan para pemain di lapangan menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan Sriwijaya FC di sisa kompetisi.
Bagi Ultras Palembang, Sriwijaya FC bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan simbol semangat masyarakat Sumatera Selatan. Karena itu, harapan mereka untuk melihat Sriwijaya FC bangkit bukan hanya sebatas keinginan, tetapi juga bentuk kecintaan yang telah menemani klub ini sejak bertahun-tahun.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Meski tantangan masih besar, suporter tetap optimistis. Mereka percaya Sriwijaya FC akan bangkit sepanjang manajemen mampu bergerak cepat dan tepat dalam memanfaatkan jendela transfer paruh musim. Dukungan ribuan pasang mata di tribun menjadi bukti bahwa Sriwijaya FC tidak pernah berjalan sendirian.
Kini, seluruh harapan tertuju pada keputusan manajemen: siapa yang datang, siapa yang pergi, dan bagaimana Sriwijaya FC menata langkah untuk putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Ultras Palembang telah menyampaikan suara mereka. Saatnya Sriwijaya FC menjawab dengan aksi nyata. (Poerba)

















