Home Palembang Wafatnya Alex Noerdin, Heri Amalindo Ungkap Sosok Pemimpin Disiplin dan Kompas Moral...

Wafatnya Alex Noerdin, Heri Amalindo Ungkap Sosok Pemimpin Disiplin dan Kompas Moral Pengabdian

19
0
Heri Amalindo memberikan keterangan kepada awak media di lokasi pemakaman (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.idWafatnya Alex Noerdin menyisakan duka mendalam bagi sejumlah tokoh di Sumatera Selatan, termasuk mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2016–2025, Heri Amalindo. Dalam suasana haru di pemakaman, Heri mengenang almarhum sebagai figur pemimpin yang tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Duka ini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga mencerminkan kehilangan figur berpengaruh dalam perjalanan pembangunan daerah di Sumatera Selatan.

Suasana pemakaman almarhum Alex Noerdin di Palembang(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Dalam konteks nasional, sosok Alex Noerdin dikenal sebagai bagian dari generasi kepala daerah yang berperan dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan daerah.

Kepemimpinan daerah pada masanya menitikberatkan pada pembangunan berbasis pelayanan publik, peningkatan konektivitas wilayah, serta penguatan identitas daerah di tingkat nasional. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong daerah untuk mandiri, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Figur pemimpin seperti Alex Noerdin dinilai memiliki pengaruh dalam membentuk pola kepemimpinan daerah yang tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Di Sumatera Selatan, berbagai capaian pembangunan yang berlangsung dalam satu dekade terakhir tidak lepas dari kontribusi kepemimpinan sebelumnya. Beberapa indikator yang menjadi sorotan antara lain:

  • Penguatan infrastruktur konektivitas antarwilayah
  • Peningkatan pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat
  • Percepatan pembangunan daerah pemekaran seperti Kabupaten PALI

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sendiri merupakan salah satu daerah yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dalam sektor pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur.

Dalam konteks tersebut, hubungan antara kepala daerah dan pimpinan wilayah sebelumnya menjadi faktor penting dalam kesinambungan pembangunan.

Heri Amalindo menyampaikan bahwa almarhum memiliki peran besar dalam perjalanan karier dan cara pandangnya sebagai seorang pemimpin.

Baca juga  PKKPR Perkebunan Sawit Muba 2026 Dibahas, Pemkab Tegaskan Kepastian Tata Ruang dan Legalitas Investasi

“Kenangan yang paling tidak bisa kami lupakan adalah peran beliau sebagai orang tua yang mengayomi, guru yang membimbing, sekaligus pemimpin yang berdiri tegak di depan kami dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Heri, Kamis (26/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa nilai disiplin dan kualitas kerja menjadi prinsip utama yang diwariskan oleh almarhum.

“Beliau selalu menanamkan bahwa apa pun yang dikerjakan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kualitas adalah harga mati, karena setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat kecil,” katanya.

Dari penelusuran cimutnews.co.id, gaya kepemimpinan Alex Noerdin dikenal menekankan tiga aspek utama, yakni kerja cepat, kerja tepat, dan hasil berkualitas. Pola ini kemudian diadopsi oleh sejumlah kepala daerah di Sumatera Selatan, termasuk di tingkat kabupaten.

Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam mendorong birokrasi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, kepemimpinan yang menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan publik.

Di sisi lain, figur pemimpin dengan karakter kuat seperti ini juga membentuk kultur kerja di lingkungan pemerintahan, terutama dalam hal kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.

Namun demikian, sebagai tokoh publik, perjalanan kepemimpinan almarhum tetap menjadi bagian dari dinamika yang terbuka untuk evaluasi dan pembelajaran bersama.

Heri Amalindo berharap nilai-nilai kepemimpinan yang ditanamkan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi pemimpin berikutnya.

Menurutnya, semangat pengabdian, kedisiplinan, dan orientasi pada kepentingan rakyat harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Semoga apa yang beliau ajarkan bisa terus kami lanjutkan. Pengabdian itu bukan soal jabatan, tetapi bagaimana kita hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Kepergian Alex Noerdin menjadi momen refleksi bagi banyak pihak, khususnya di Sumatera Selatan, terhadap pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Baca juga  Kapolres Lahat Pimpin Upacara Korp Raport, 82 Personel Resmi Naik Pangkat Periode 1 Januari 2026

Meski setiap masa kepemimpinan memiliki dinamika dan catatan tersendiri, kontribusi dan nilai-nilai yang ditinggalkan tetap menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah.

cimutnews.co.id menegaskan bahwa informasi dalam pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan data yang tersedia, dengan tetap mengedepankan asas keberimbangan, akurasi, serta praduga tak bersalah. (Poerba)