
PALI, cimutnews.co.id – Insiden kebocoran pipa Pertamina PALI terjadi di Dusun VIII, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Kamis (26/2/2026) sore. Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasi pipa berada dekat dengan permukiman. Namun, pihak PT Pertamina EP Pendopo Field memastikan penanganan dilakukan cepat dan terukur untuk mencegah risiko lebih besar.
Insiden kebocoran pipa migas menjadi perhatian serius dalam pengelolaan energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas menegaskan pentingnya standar keselamatan operasional yang ketat dalam setiap aktivitas hulu migas. Hal ini mencakup pemantauan rutin jaringan pipa, mitigasi risiko kebocoran, serta respons cepat dalam kondisi darurat.
Dalam berbagai regulasi, perusahaan migas diwajibkan menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) guna memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan tetap terjaga. Penanganan insiden seperti di PALI menjadi bagian dari implementasi kebijakan tersebut di lapangan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebocoran terjadi pada salah satu jalur line pipa milik Pertamina EP Pendopo Field. Lokasi berada di wilayah Dusun VIII yang berdekatan dengan area permukiman warga.
Tim tanggap darurat langsung diterjunkan dengan sejumlah langkah:
- Pemadaman api yang sempat muncul di lokasi
- Penggunaan blower untuk mengarahkan gas ke titik aman
- Uji kadar gas (gas test) secara berkala
- Penyiagaan satu unit mobil pemadam kebakaran
- Penempatan tim standby untuk pengawasan berkelanjutan
Selain itu, pihak perusahaan juga mulai menyiapkan proses penggantian pipa dengan mendatangkan material baru dan alat berat guna mempercepat pemulihan kondisi.
Pihak PT Pertamina EP Pendopo Field memastikan bahwa penanganan dilakukan secara maksimal dan sesuai prosedur keselamatan.
“Tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Api berhasil dipadamkan dan langkah pengamanan terus dilakukan, termasuk pengalihan gas serta pengujian kadar gas secara berkala,” ujar perwakilan PT Pertamina EP Pendopo Field dalam keterangan resmi.
“Kami memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan untuk mencegah dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Insiden kebocoran pipa migas seperti ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari tekanan tinggi dalam pipa, kondisi teknis material, hingga faktor eksternal. Oleh karena itu, proses mitigasi yang dilakukan Pertamina menjadi langkah penting dalam menekan potensi risiko.
Penggunaan blower untuk mengarahkan gas ke titik aman merupakan metode standar dalam pengendalian kebocoran gas. Sementara itu, uji kadar gas dilakukan guna memastikan tidak ada konsentrasi gas berbahaya yang dapat memicu ledakan atau mengganggu kesehatan warga.
Langkah penggantian pipa juga menjadi bagian krusial dalam memastikan kejadian serupa tidak terulang. Proses ini biasanya melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa di lokasi kejadian.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga juga diminta untuk tidak mendekati area penanganan demi keselamatan bersama.
Di sisi lain, diharapkan pihak perusahaan terus meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur migas, terutama yang berada dekat dengan permukiman warga. Transparansi informasi juga menjadi penting agar masyarakat mendapatkan kepastian terkait kondisi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kebocoran pipa Pertamina di PALI masih berlangsung. Situasi dilaporkan dalam kondisi terkendali, dengan pengawasan ketat dari tim di lapangan. Pihak Pertamina menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan penanganan secara menyeluruh serta memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Cimutnews.co.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru secara akurat, berimbang, dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. (Edi)

















