Beranda Palembang BKKBN Sumsel Tertarik Kembangkan Aplikasi “Sicantik Keting Musi” sebagai Model Nasional Penanganan...

BKKBN Sumsel Tertarik Kembangkan Aplikasi “Sicantik Keting Musi” sebagai Model Nasional Penanganan Stunting

69
0
Pejabat Pemkot Palembang dan BKKBN Sumsel saat audiensi membahas replikasi aplikasi Sicantik Keting Musi di Ruang Sekda Kota Palembang. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Upaya Kota Palembang dalam menekan angka stunting mendapat perhatian serius dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya melalui inovasi aplikasi “Sicantik Keting Musi”, sebuah Sistem Informasi Cegah Stunting secara Terintegrasi dan Kolaborasi Kendalikan Stunting, yang dinilai efektif dan potensial untuk direplikasi di wilayah lain.

Ketertarikan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, dr. Arios Saplis, saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, pada Kamis (20/11). Pertemuan berlangsung di Ruang Sekda dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, seperti Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Palembang Zanariah S.Ip., M.Si, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP.

Sicantik Keting Musi Dinilai Punya Potensi Besar untuk Direplikasi

Dalam pemaparannya, dr. Arios menegaskan bahwa BKKBN Sumsel melihat aplikasi Sicantik Keting Musi sebagai inovasi digital yang bukan hanya menyajikan data secara aktual, tetapi juga menggabungkan kerja lintas sektor yang sebelumnya sulit dipadukan.

“Aplikasi Sicantik Keting Musi ini sangat menarik. Kami ingin melihat apakah sistem ini bisa dijadikan model bagi kabupaten dan kota lain, bahkan tidak menutup kemungkinan diangkat sebagai program nasional,” ujar dr. Arios.

Menurutnya, kemampuan aplikasi dalam menampilkan data stunting secara real time sekaligus memberikan gambaran intervensi yang telah dan akan dilakukan menjadi nilai tambah yang penting dalam penyusunan kebijakan.

BKKBN Sumsel juga meminta agar Pemkot Palembang menyiapkan dokumen pendukung, modul pelatihan, dan bahan pembelajaran agar dapat dikaji lebih dalam dan dijadikan standar bagi daerah lain. Langkah ini sejalan dengan capaian Palembang yang saat ini mencatat prevalensi stunting terendah di Sumatera Selatan, yaitu berada pada angka 10,6 persen.

Baca juga  Pemkab OKU Hibahkan Aset untuk Penguatan Layanan Keimigrasian: UKK Imigrasi Kini Hadir di Baturaja

Capaian Palembang Diapresiasi: Dari Program Nyata hingga Kolaborasi Efektif

Lebih jauh, dr. Arios mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa adanya upaya nyata dan konsistensi program yang dilakukan Pemkot Palembang. Ia berharap keberhasilan Palembang dalam menurunkan angka stunting bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain yang masih berjuang menghadapi permasalahan serupa.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa ada program nyata dan strategi yang konsisten. Kami ingin mempelajari intervensi yang dilakukan sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Jika inovasi ini dapat diterapkan secara lebih luas, dr. Arios optimistis dampaknya akan signifikan dalam mendorong percepatan penurunan stunting, terutama di daerah-daerah dengan prevalensi tinggi.

Pemkot Palembang Siap Berbagi Inovasi dan Terbuka untuk Kolaborasi

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BKKBN Sumsel. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang sangat terbuka terhadap kolaborasi, terutama program-program strategis yang selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang.

“Pemkot Palembang tentu mendukung penuh program BKKBN Sumsel, khususnya yang bersinergi dengan kebijakan dan upaya pemerintah kota dalam mempercepat penurunan stunting,” ujar Aprizal.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi kunjungan, pendalaman materi, serta berbagi pengalaman terkait penerapan Sicantik Keting Musi. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar Palembang tidak hanya menjadi kota yang berhasil menekan angka stunting, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain.

Sicantik Keting Musi dan Masa Depan Penanganan Stunting di Sumsel

Aplikasi Sicantik Keting Musi hadir sebagai salah satu terobosan digital Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak serta mempercepat intervensi bagi keluarga berisiko stunting. Integrasi data dari berbagai sektor—mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat—menjadikannya lebih komprehensif dalam mendeteksi dan mengendalikan faktor risiko.

Baca juga  Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumsel Catat Peningkatan Pengamanan dan Mobilitas Masyarakat

Dengan ketertarikan BKKBN Sumsel untuk mengangkat aplikasi ini menjadi model, diharapkan percepatan penurunan stunting tingkat provinsi dapat bergerak lebih cepat, terarah, dan berbasis data.

Palembang sendiri menargetkan angka stunting turun secara bertahap hingga mencapai standar nasional. Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi kunci keberhasilan tersebut. (Poerba)