
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Rotasi pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam. Kali ini, posisi strategis di sektor kesehatan menjadi perhatian setelah pejabat baru resmi dilantik di tengah sorotan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Senin (18/05/2026), Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam Zaily Oktosab Fitri Abidin melantik Ali Akbar Fitriansyah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam.
Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Besemah Due, Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.
Pergantian pimpinan di sektor kesehatan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah. Namun, di tengah optimisme tersebut, publik justru mulai mempertanyakan sejauh mana perubahan nyata akan dirasakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Pagar Alam menyampaikan harapan agar pejabat yang dilantik mampu bekerja penuh semangat, tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas sesuai tugas pokok serta fungsi jabatan.
“Pelantikan ini hendaknya menjadi langkah awal dalam melaksanakan tugas dan memberikan yang terbaik bagi Pemerintah Daerah guna mendukung pelayanan, pemberdayaan, dan pembangunan di Kota Pagar Alam,” ujar Zaily.
Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa pejabat baru mampu menjalankan amanah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Pagar Alam.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, sektor pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu isu yang kerap dikeluhkan masyarakat, terutama terkait antrean pelayanan, akses fasilitas kesehatan, hingga pemerataan layanan di beberapa wilayah.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah warga yang mengaku berharap pergantian pejabat bukan hanya sebatas rotasi administratif semata.
“Harapan kami pelayanan kesehatan bisa lebih cepat dan merata. Kadang masyarakat masih bingung soal akses layanan,” ungkap salah satu warga Pagar Alam yang ditemui usai pelantikan.
Berdasarkan temuan di lapangan, pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan memang sering diiringi ekspektasi besar masyarakat. Terlebih, sektor kesehatan menyangkut kebutuhan dasar yang langsung dirasakan warga setiap hari.
Sejumlah pengamat pemerintahan daerah menilai, tantangan terbesar pejabat baru bukan hanya menjalankan program yang sudah ada, tetapi juga memastikan pelayanan publik benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pergantian pimpinan di Dinas Kesehatan akan membawa perubahan konkret terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pagar Alam.
Hingga kini, belum semua masyarakat merasa pelayanan kesehatan berjalan sesuai harapan. Di tengah pelantikan pejabat baru, publik pun masih menunggu langkah nyata yang dapat dirasakan langsung di lapangan.
Apakah pelantikan ini akan menjadi awal pembenahan pelayanan kesehatan di Pagar Alam, atau justru hanya menjadi bagian dari rutinitas birokrasi tahunan?

















