Beranda Ekonomi Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 Resmi Dibuka Gubernur Sumsel: Dorong...

Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 Resmi Dibuka Gubernur Sumsel: Dorong Ekonomi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

69
0
Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Ketua TP PKK Sumsel meninjau stan UMKM di Gebyar UMKM Membara 2025. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Gelaran Gebyar UMKM dan Job Fair Membara 2025 resmi dibuka Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby Deru, di Lapangan GOR Pancasila, Kabupaten Muara Enim, Kamis (20/11/2025) sore. Kegiatan akbar ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muara Enim dan menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka ribuan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Acara yang menggabungkan bazar UMKM dan bursa kerja tersebut disambut antusias ribuan pengunjung. Para pelaku usaha lokal mendapatkan panggung untuk memamerkan produk unggulan mereka, sementara para pencari kerja berkesempatan langsung berinteraksi dengan 30 perusahaan yang membuka lowongan.

Gubernur Deru: Momentum HUT Muara Enim Harus Jadi Ajang Introspeksi

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas peran aktif 30 perusahaan yang ikut membuka peluang kerja. Ia menyebut kehadiran direksi dan general manager perusahaan-perusahaan besar ini merupakan bukti komitmen bersama dalam mengurai persoalan pengangguran di Sumatera Selatan.

“Ini sangat membanggakan karena begitu banyak peluang dibuka bagi pemuda-pemudi Sumsel untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya,” ujar Herman Deru.

Gubernur menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Muara Enim bukan hanya ajang perayaan, tetapi juga ruang introspeksi terhadap capaian pembangunan. Menurutnya, peningkatan ekonomi daerah, penurunan angka kemiskinan, dan pengurangan pengangguran harus menjadi prioritas pemerintah.

“Semua bertanggung jawab terhadap persoalan yang kita hadapi. Karena itu saya apresiasi Disnaker Muara Enim dan Provinsi yang tidak henti mencari peluang bagi generasi muda,” jelasnya.

3.000–4.000 Tenaga Kerja Berpeluang Terserap

Gubernur Deru mengajak seluruh peserta job fair untuk memanfaatkan kesempatan ini secara serius. Ia menegaskan agar ajang ini tidak diperlakukan sebagai acara seremonial semata.

Baca juga  Sidak Harga Sembako Palembang 2026 Jelang Ramadan, Sekda Pastikan Stok Aman dan Pangan Bebas Zat Berbahaya

“Jangan jadikan ajang ini main-main. Konsistenlah pada tujuan kalian dan konsekuen terhadap komitmen ketika sudah diterima bekerja,” tegasnya.

Ia optimistis, jika 3.000 hingga 4.000 tenaga kerja dapat terserap melalui job fair ini, maka tingkat pengangguran terbuka Sumsel—yang kini berada pada angka 3,9 persen—akan menurun signifikan.

UMKM Harus Naik Kelas: Identitas Daerah Jadi Kunci

Selain sektor ketenagakerjaan, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah. Menurutnya, banyak yang salah kaprah dengan menganggap UMKM hanya persoalan modal.

“UMKM itu kuncinya keterampilan. Modal itu urutan kedua, lalu akses pasar. Pemerintah hadir bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjamin, membimbing, dan membuka pintu pasar,” ungkapnya.

Ia mendorong pelaku UMKM Muara Enim membangun identitas khas daerah, sebagaimana dilakukan banyak daerah wisata di Indonesia. Identitas produk, kata Deru, menjadi daya tarik utama agar UMKM dapat dikenal dan bersaing lebih luas.

“Kita sering terbawa tren, padahal identitas itu penting. Dengan identitas dan kolaborasi, Muara Enim bisa semakin hebat,” tutupnya.

Bupati Edison: Satu Panggung untuk Dua Manfaat Besar

Bupati Muara Enim, Edison, S.H., dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa penggabungan dua agenda besar—Gebyar UMKM dan Job Fair—dilakukan agar manfaatnya menjadi lebih luas dan langsung dirasakan masyarakat.

“UMKM yang berada di sekitar GOR kami sediakan ruang untuk berjualan secara tertib dan terpusat. Sementara job fair diikuti 30 perusahaan dengan estimasi 4.000–5.000 lowongan kerja. Ini sejalan dengan visi kami menyerap 10.000 tenaga kerja,” jelas Edison.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memperluas kegiatan ini untuk melahirkan lebih banyak sultan muda, istilah yang digunakan untuk menggambarkan generasi muda UMKM yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Baca juga  PSS Buka Liga Arena Palembang U-14 2025 dengan Kemenangan Spektakuler 9-1 atas Persemal

Edison menegaskan bahwa Gebyar UMKM juga dirancang sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus mempertemukan mereka dengan distributor. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Serangkaian Agenda: Penyerahan SK, Penghargaan, dan Bantuan UMKM

Selain pembukaan resmi, kegiatan ini dirangkaikan dengan berbagai agenda penting, di antaranya:

  • Penandatanganan SK penerimaan karyawan oleh sejumlah perusahaan peserta job fair.
  • Penyerahan penghargaan kepada tiga koperasi terbaik yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan keuangan dan pemberdayaan anggota.
  • Penyerahan bantuan puluhan mesin jahit dari Pemerintah Provinsi Sumsel kepada para pelaku UMKM di Muara Enim sebagai dukungan peningkatan kapasitas produksi.

Kehadiran bantuan dan penghargaan ini menjadi wujud nyata pemerintah dalam menguatkan ekosistem UMKM serta memperluas kesempatan kerja di Muara Enim. (Poerba)