Beranda Nusantara Polda Sumut Tegaskan Proses Transparan Dugaan Penganiayaan Pengendara Motor oleh Anggota Polisi

Polda Sumut Tegaskan Proses Transparan Dugaan Penganiayaan Pengendara Motor oleh Anggota Polisi

44
0
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan memberikan keterangan pers terkait insiden penganiayaan pengendara motor. (Foto: Timred/CN)

Sumatera Utara, cimutnews.co.id — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menegaskan komitmennya untuk menangani secara profesional dan transparan insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang pengendara sepeda motor yang melibatkan salah satu personelnya. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Medan, pada Selasa (18/11/2025) siang dan sempat viral di media sosial.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa insiden itu berawal dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua anggota polisi, yakni Aiptu D dan Bripda G, dengan seorang pengendara bernama ALP. Keduanya saat itu hendak keluar dari area Polda Sumut menggunakan sepeda motor.

Kronologi Kejadian: Tersenggol lalu Emosi Tak Terkontrol

Menurut Kombes Ferry, sepeda motor yang dikendarai ALP melaju dari arah Tanjung Morawa dan diduga menabrak motor anggota dari belakang. Benturan tersebut membuat situasi berubah tidak terkendali. Bripda G, yang saat itu berada di posisi kemudi, tiba-tiba bereaksi emosional dan memukul korban.

“Setelah tersenggol, Bripda G langsung bereaksi di luar kendali hingga memukul korban. Kejadian ini terekam dan videonya beredar di media sosial,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).

Cuplikan video tersebut memicu reaksi publik dan mengundang banyak perhatian. Namun, Polda Sumut menekankan bahwa tindakan tersebut bukan gambaran perilaku institusi secara keseluruhan.

Faktor Medis: Bripda G Lama Mengidap Skizofrenia Paranoid

Kombes Ferry mengungkapkan fakta penting di balik perilaku Bripda G. Ia menyebut bahwa yang bersangkutan telah lama didiagnosa mengidap Skizofrenia paranoid, sebuah gangguan kejiwaan yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan.

“Brigadir G terindikasi mengalami gangguan kejiwaan cukup berat dan selama ini menjalani pengobatan jalan secara rutin. Selama berdinas, yang bersangkutan tidak memiliki catatan pelanggaran,” tegas Ferry.

Menindaklanjuti insiden tersebut, Polda Sumut langsung membawa Bripda G ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara untuk dilakukan observasi medis lebih mendalam.

Baca juga  Petani Inspiratif di Balik Keindahan Bunga Pikok di Kampung Bangreng Pasir Huni Cimaung Bandung

“Karena perilaku yang bersangkutan pada saat kejadian, kini Brigadir G sedang kami observasi di rumah sakit jiwa,” tambahnya.

Penanganan Korban: Polda Sumut Pastikan ALP Mendapat Haknya

Polda Sumut menegaskan bahwa korban, ALP, mendapatkan penanganan cepat setelah kejadian. Ia langsung dibawa oleh Aiptu D ke Poliklinik Polda Sumut untuk pemeriksaan awal. Setelah itu, ALP memilih melanjutkan pengobatan ke rumah sakit swasta tempat ia mempunyai fasilitas kesehatan.

“Kami sudah mengunjungi korban, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, dan menawarkan bantuan biaya pengobatan,” ujar Kombes Ferry. “Namun, korban menolak karena biaya sudah ditanggung oleh fasilitas kesehatan tempatnya bekerja.”

Diketahui, ALP yang merupakan pegawai Angkasa Pura mengalami beberapa luka, antara lain lecet di lengan kiri, luka robek di sela jempol dan telunjuk, serta memar di bawah mata kiri.

Polda Sumut Tegaskan Transparansi

Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa institusi tidak menutupi kejadian ini. Ia menekankan bahwa langkah cepat diambil untuk menjamin hak korban terpenuhi dan memastikan pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan mendapatkan penanganan yang tepat.

“Polda Sumatera Utara tidak menutupi kejadian ini. Kami bergerak cepat untuk menangani korban dan memastikan proses penanganan terhadap anggota yang terlibat dilakukan sesuai prosedur,” tegasnya.

Komitmen Profesionalisme

Polda Sumut menilai kejadian ini sebagai momentum evaluasi internal untuk terus meningkatkan profesionalisme personel, terutama dalam memberikan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan menjaga integritas institusi. Insiden ini kami tangani secara terbuka agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan tidak berspekulasi,” tutup Kombes Ferry. (Timred/CN)