Beranda Musi Rawas Sekretariat PKK Diresmikan, Mampukah Dorong UMKM Musi Rawas Naik Kelas?

Sekretariat PKK Diresmikan, Mampukah Dorong UMKM Musi Rawas Naik Kelas?

2
0
Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru meresmikan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Musi Rawas saat kunjungan kerja di Musi Rawas. (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

MUSI RAWAS, cimutnews.co.id — Pariwisata dan ekonomi kreatif daerah terus didorong menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Namun di tengah berbagai program pemberdayaan yang terus digencarkan, pertanyaan penting masih muncul: apakah fasilitas dan dukungan yang diberikan benar-benar mampu mengangkat potensi lokal hingga bersaing lebih luas?

Pertanyaan itu mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, meresmikan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Musi Rawas dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Kamis (4/6).

Peresmian gedung baru tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan dan koordinasi implementasi hasil Rakernas X PKK. Kehadiran sekretariat permanen dinilai penting untuk memperkuat koordinasi organisasi hingga tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Feby Deru menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan kader PKK di Musi Rawas.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah produk kerajinan ecoprint berbahan dasar pinang yang dikembangkan masyarakat Desa Sukakarya, serta sejumlah produk unggulan dari Kecamatan Purwodadi yang mulai menunjukkan nilai tambah ekonomi.

Menurutnya, kreativitas semacam itu menjadi modal penting bagi daerah untuk menciptakan produk bernilai jual sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong para pengurus PKK di seluruh tingkatan agar terus menghadirkan gagasan inovatif sehingga sumber daya lokal yang selama ini dianggap biasa dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing.

Kehadiran sekretariat baru, menurutnya, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat koordinasi yang diharapkan mampu mempercepat lahirnya program-program pemberdayaan masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan terbesar pelaku usaha lokal bukan hanya soal produksi.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai keluhan yang kerap disampaikan pelaku UMKM di sejumlah daerah, persoalan pemasaran, akses pasar digital, kemasan produk, hingga kesinambungan pendampingan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab.

Baca juga  Wisuda Universitas Musi Rawas ke-XVI Tahun 2025: Sekda Ali Sadikin Ajak Lulusan Berinovasi dan Mandiri

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pelaku usaha kecil yang mengaku mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi masih kesulitan menembus pasar yang lebih luas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah keberhasilan program pemberdayaan nantinya hanya berhenti pada tahap pelatihan dan pameran, atau benar-benar mampu menciptakan peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan?

Ketua TP PKK Musi Rawas, H. Riza Novianto Gustam, mengaku kehadiran Ketua TP PKK Sumsel memberikan motivasi besar bagi jajaran PKK daerah.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan organisasi sekaligus memaksimalkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain meresmikan sekretariat, Feby Deru juga meninjau Gedung Dekranasda Musi Rawas yang menampilkan berbagai produk kerajinan dan hasil karya masyarakat dari seluruh kecamatan.

Pameran tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi kreatif Musi Rawas sebenarnya cukup besar. Mulai dari kerajinan tangan, produk olahan lokal, hingga hasil kreativitas berbasis sumber daya alam daerah.

Meski demikian, sejumlah pengamat pemberdayaan masyarakat menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya produk yang dipamerkan, tetapi juga dari kemampuan produk tersebut bertahan dan berkembang di pasar.

Hingga kini, belum semua produk unggulan daerah memiliki akses distribusi yang kuat maupun branding yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

Karena itu, keberadaan sekretariat baru dan berbagai program pembinaan yang dijalankan diharapkan tidak hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi benar-benar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat secara langsung.

Pada akhirnya, harapan besar kini berada pada konsistensi pendampingan dan keberlanjutan program.

Apakah semangat inovasi yang ditunjukkan para kader PKK dan pelaku usaha lokal mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi nyata bagi masyarakat Musi Rawas, atau justru kembali menghadapi tantangan klasik yang selama ini belum sepenuhnya terpecahkan?

Baca juga  Terungkap, Bus yang Tewaskan 16 Orang Diduga Sudah Lama Tak Berizin

Informasi dihimpun dari keterangan resmi TP PKK Sumatera Selatan dan hasil penelusuran lapangan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here