
Lempuing Jaya, cimutnews.co.id — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Ash-Shiddiqiyah menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) dan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) pada (30/11/2025) di Lempuing Jaya. Kegiatan tahunan ini digelar sebagai bagian dari evaluasi kinerja organisasi sekaligus proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, forum mengusung tema “Rekonstruksi Gerakan Komisariat,” yang menekankan pentingnya penataan ulang strategi gerakan serta penguatan kualitas kaderisasi. Tema tersebut dipilih untuk menjawab beragam dinamika sosial, akademik, dan teknologi yang memengaruhi peran organisasi mahasiswa di kampus.
Hadir Unsur Pengurus dan Tokoh PMII
Kegiatan RTK dan RTAR diikuti oleh seluruh struktur organisasi, termasuk MABINKOM PK PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah, Imam Royani Hamzah, M.E., serta Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Ogan Komering Ilir, Galih Permadi, S.E. Selain itu, para ketua rayon dan peserta sidang turut hadir dan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian agenda.
Dalam arahannya, Imam Royani Hamzah menyampaikan bahwa RTK bukan hanya kegiatan administratif, tetapi ruang musyawarah untuk mengukur capaian program maupun merumuskan langkah baru bagi PMII agar tetap relevan. Ia mengingatkan bahwa penguatan identitas, nilai dasar organisasi, dan kualitas kader menjadi tanggung jawab moral dan intelektual bagi setiap pengurus.
Ketua PC PMII OKI, Galih Permadi, menekankan pentingnya soliditas internal dalam memperkuat gerakan komisariat. Menurutnya, penguatan kaderisasi formal—mulai dari MAPABA, Pelatihan Kader Dasar (PKD), hingga jenjang lanjutan—perlu diimbangi dengan kegiatan pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan lingkungan kampus. Ia juga mengajak seluruh kader menjaga marwah organisasi dengan tetap menjunjung nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai landasan gerakan PMII.
Forum Evaluasi Program Kerja
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus komisariat periode sebelumnya. Dalam forum tersebut, peserta diberi ruang untuk memberikan evaluasi, tanggapan, dan masukan terkait pelaksanaan program kerja yang telah dijalankan selama satu periode.
Proses evaluasi berlangsung terbuka dan dinamis. Para peserta forum menyoroti sejumlah program yang telah berjalan baik, serta beberapa kegiatan yang dinilai perlu penyempurnaan. Mekanisme ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan gerakan organisasi secara lebih terencana dan terukur.
Forum evaluasi tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antar-kader sekaligus memperkuat budaya musyawarah. Dialog dua arah antara pengurus dan peserta mendorong terciptanya suasana diskusi yang konstruktif, yang diharapkan mampu menjadi bekal bagi kepengurusan selanjutnya.
Pemilihan Ketua Komisariat Baru
Puncak agenda RTK dan RTAR adalah pemilihan Ketua Pengurus Komisariat PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah untuk masa khidmat mendatang. Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMII.
Setelah melalui sidang pemilihan, forum secara sah menetapkan Peni Revaldo sebagai Ketua Komisariat terpilih. Pengesahan ini diterima dengan baik oleh seluruh peserta forum, mengingat rekam jejak Peni Revaldo yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, baik di tingkat rayon maupun komisariat.
Komitmen Ketua Terpilih
Dalam sambutan usai terpilih, Peni Revaldo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan komitmennya membawa PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah menuju arah gerakan yang lebih progresif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kader.
Menurutnya, rekonstruksi gerakan tidak hanya berhenti pada tema RTK tahun ini, tetapi harus diwujudkan dalam program kerja nyata melalui kolaborasi antara komisariat, rayon, dan pengurus cabang. Peni menegaskan bahwa organisasi memerlukan sinergi antarlembaga struktural agar perencanaan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Peni juga berkomitmen memperluas jaringan kemitraan dengan lembaga internal kampus maupun pihak luar, sehingga kader PMII dapat mengakses lebih banyak peluang pengembangan diri. Ia menilai bahwa kader PMII harus mampu hadir sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
Harapan untuk Kepengurusan Mendatang
Di akhir kegiatan, para tokoh PMII yang hadir menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat melanjutkan program yang sudah berjalan baik serta melakukan pembenahan pada program yang belum optimal. Mereka juga berharap agar PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah tetap menjadi ruang pembinaan dan pengembangan intelektual bagi mahasiswa.
Kegiatan RTK dan RTAR tahun ini meneguhkan kembali komitmen kader dalam memperkuat persaudaraan organisasi serta memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan dengan tertib. Dengan terselenggaranya forum ini, PMII IAIN Ash-Shiddiqiyah menatap periode mendatang dengan optimisme, sekaligus mendorong terwujudnya gerakan intelektual, sosial, dan spiritual yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penulis : Setiawan Jhordy/Kontributor cimutnews.co.id

















