Beranda Investigasi Jalan Penghubung Pedamaran–Suka Damai Rusak Parah, Warga Nilai Pemerintah Abai dan Janji...

Jalan Penghubung Pedamaran–Suka Damai Rusak Parah, Warga Nilai Pemerintah Abai dan Janji Politik Tak Terealisasi

48
0
Kondisi terkini jalan berlubang dan berlumpur di jalur penghubung Pedamaran–Suka Damai yang menjadi keluhan utama masyarakat. (Foto: timred/CN)

Pedamaran, OKI, cimutnews.co.id — Kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Pedamaran dan Desa Suka Damai, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kian memburuk. Hasil penelusuran dan klarifikasi CimutNews.co.id menunjukkan bahwa kerusakan jalan yang berlangsung bertahun-tahun ini belum mendapatkan penanganan signifikan dari pemerintah daerah, meskipun keluhan warga terus meningkat.

Warga melintas dengan hati-hati di titik kerusakan terparah yang kerap menjadi lokasi kecelakaan. (Foto: timred/CN)

Pantauan tim redaksi di lapangan mendapati sejumlah titik kerusakan berat berupa lubang besar, permukaan jalan yang berlumpur, serta badan jalan yang tergerus aliran air. Kondisi tersebut semakin menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor yang melintas setiap hari.

Keluhan Warga: Kecelakaan Meningkat, Aktivitas Terganggu

Sejumlah warga Desa Suka Damai mengaku sudah lama menanggung dampak buruk dari kerusakan jalan ini. Selain memperlambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan juga membahayakan keselamatan.

Kami sudah sering melihat kecelakaan di sini. Jalan berlubang dan berlumpur sangat berbahaya, apalagi saat hujan. Banyak pengendara jatuh karena kondisi jalan ini,” ujar seorang warga saat ditemui di lokasi.

Warga lainnya mengungkapkan adanya kekecewaan terhadap janji-janji perbaikan yang disampaikan pada masa kampanye pemilu sebelumnya. “Dulu waktu kampanye, janjinya jalan akan mulus. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya. Kami capek berharap,” keluhnya.

Menurut catatan warga, keluhan mengenai kerusakan jalan telah berulang kali disampaikan melalui musyawarah desa, media sosial, hingga laporan informal kepada pejabat kecamatan. Namun, masyarakat menilai belum terlihat langkah konkret yang dapat mengurangi risiko dan beban mereka sehari-hari.

Penelusuran CimutNews.co.id: Koordinasi Tersendat, Fokus Anggaran Terbelah

Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan CimutNews.co.id kepada DPRD OKI dari daerah pemilihan (dapil) Pedamaran, memang terdapat kendala pada proses perbaikan. Salah seorang anggota DPRD yang meminta namanya tidak disebutkan menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR OKI.

Baca juga  Investigasi CimutNews: Dugaan Perundungan Sistemik di PPDS Unsri Menguak “Budaya Gelap” Pendidikan Dokter Spesialis

Kami sudah menyampaikan kondisi jalan ini ke Dinas PUPR. Namun mereka menjelaskan bahwa saat ini anggaran masih fokus menyelesaikan proyek di wilayah lain. Kami tetap mendesak agar Pedamaran tidak diabaikan,” ujarnya.

Keterangan tersebut mengindikasikan adanya ketidaksinkronan prioritas pembangunan antara aspirasi masyarakat dengan program dinas teknis. Sementara itu, masyarakat di lapangan semakin terjepit akibat mobilitas mereka yang bergantung pada jalur tersebut.

Dugaan Minimnya Kontribusi Perusahaan Sawit

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, terdapat sejumlah perusahaan perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di sekitar wilayah Pedamaran. Warga menilai perusahaan-perusahaan tersebut kurang memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan yang ikut mereka manfaatkan untuk aktivitas angkutan komoditas.

Setiap tahun ada lelang lebak dan lebung. Tapi kami tidak melihat adanya kontribusi perusahaan untuk perbaikan jalan. Padahal mereka ikut memakai jalan ini setiap hari,” ujar seorang warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan tersebut. CimutNews.co.id masih berupaya meminta klarifikasi dari beberapa perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

Risiko Ekonomi dan Keselamatan Jika Tidak Ditangani

Kerusakan jalan Pedamaran–Suka Damai bukan hanya berdampak pada keselamatan pengendara. Aktivitas ekonomi masyarakat juga terhambat. Petani kesulitan membawa hasil panen, pedagang menghadapi biaya transportasi yang meningkat, dan pelajar mengalami keterlambatan saat berangkat sekolah.

Jika kerusakan terus dibiarkan, kerugian sosial dan ekonomi diprediksi semakin besar. Selain meningkatnya kecelakaan, perekonomian lokal bisa terpuruk akibat tersendatnya jalur distribusi.

Harapan Masyarakat: Perbaikan Nyata, Bukan Sekadar Janji

Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih responsif dan segera melakukan perbaikan, baik secara darurat maupun permanen. Mereka menginginkan kepastian, bukan sekadar janji saat musim kampanye.

Baca juga  Klarifikasi Kepala SDN 12 Kayuagung: Isu Jarang Masuk Sekolah Tak Berdasar, Verra Lesmana Tegaskan Aktif Jalankan Tugas Pendidikan

Kami butuh jalan yang layak dan aman. Jangan hanya janji-janji saja. Tolong dengarkan suara kami,” tegas warga Suka Damai.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari Pemkab OKI dan pihak terkait. Jalan Pedamaran–Suka Damai menjadi salah satu kebutuhan vital bagi ribuan warga, dan penanganannya dinilai mendesak. (Timrred/CN)