
OKI, cimutnews.co.id — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ogan Komering Ilir terus mendorong tumbuhnya wirausaha muda melalui berbagai program penguatan kapasitas. Salah satu agenda terbaru adalah kunjungan studi tiru Wawasan Nusantara ke Provinsi Lampung yang diikuti para pemuda pelaku usaha dari berbagai kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung pada akhir November 2025 itu menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari pusat UMKM, destinasi wisata edukatif, hingga peternakan modern. Langkah ini diambil untuk membuka wawasan peserta tentang pengelolaan usaha kreatif, inovasi produk, serta jejaring bisnis.
Dispora OKI Benarkan Kegiatan Studi Tiru ke Lima Lokasi di Lampung
Kepala Dispora OKI, H. Muhammad Amin, didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda, Syawal Harahap, membenarkan adanya kunjungan studi tiru tersebut.
“Kegiatan ini dilaksanakan di lima lokasi berbeda. Di antaranya Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) di Kota Metro serta Telaga Rizqy, peternakan kambing modern penghasil susu perah dan bibit unggul di Desa Yosodadi,” kata Amin saat dikonfirmasi, Jumat (28/11/2025).
Selain itu, rombongan juga mengunjungi Dispora Provinsi Lampung, Dekranasda Provinsi Lampung, serta Sentra IKM Tapis. Peserta mendapat kesempatan melihat langsung pengelolaan UMKM, pemasaran produk, hingga strategi pengembangan ekonomi kreatif di Lampung.
28 Wirausaha Muda Dipilih dari Lima Zona
Dispora OKI memberangkatkan 28 wirausaha pemula yang telah melewati proses seleksi dan workshop pendahuluan. Para peserta berasal dari lima zona di Kabupaten OKI dan sebelumnya telah mengikuti pembinaan yang dilakukan bersama pemerintah kecamatan serta panitia pelaksana.
“Mereka dipilih yang benar-benar punya usaha UMKM. Selain itu, kami juga mengikutsertakan sembilan panitia, dua tenaga kesehatan, dan pendamping narasumber dari Dekranasda,” jelas Amin.
Menurutnya, pemilihan peserta dilakukan dengan ketat agar pengalaman yang diperoleh selama studi tiru benar-benar dapat diaplikasikan di daerah.
Tujuan Utama: Tingkatkan Kualitas Produk, Pemasaran, dan Jejaring Bisnis
Ada sejumlah poin penting dari kunjungan ini. Selain menambah wawasan peserta, tujuan utama kegiatan adalah agar para wirausaha muda dapat belajar langsung dari pelaku usaha sukses di Lampung.
“Titik beratnya adalah bagaimana mengembangkan product value, memperbaiki kualitas produksi, dan memperluas jaringan bisnis. Model usaha yang dipelajari di Lampung dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di OKI,” tegas Amin.
Dengan mengamati proses produksi, manajemen pemasaran, hingga strategi branding di lokasi kunjungan, para peserta diharapkan mampu meningkatkan mutu usaha masing-masing.
Belajar dari Telaga Rizqy: Peternakan Modern dan Produk Bersertifikat
Salah satu lokasi yang paling banyak memberikan pembelajaran adalah Telaga Rizqy, sebuah peternakan kambing etawa yang telah menerapkan standar manajemen modern.
Para peserta melihat langsung proses produksi susu kambing, teknik pengelolaan kandang, hingga pembibitan. Produk susu kambing merek “Rizqyku” bahkan telah mengantongi sertifikasi BPOM, Halal, dan NKV sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Peserta tidak hanya melihat, tetapi juga belajar bagaimana proses perkawinan kambing, pengambilan susu, hingga menjaga kebersihan kandang sebagai standar produksi,” tambahnya.
Payungi: Wisata Edukasi Kreatif Berbasis Komunitas
Kunjungan berikutnya adalah Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), destinasi wisata kreatif di Kota Metro yang dikelola berbasis komunitas. Payungi dikenal sebagai pusat kuliner tradisional, wahana edukasi, serta spot wisata foto yang menarik pengunjung dari berbagai daerah.
Konsep Payungi yang menggabungkan kreativitas, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan ruang publik menjadi inspirasi besar bagi para wirausaha muda OKI.
“Di Payungi, peserta bisa melihat bagaimana komunitas lokal mampu mengembangkan potensi kuliner, seni, dan wisata secara mandiri. Konsep seperti ini sangat mungkin diterapkan di OKI,” ujar Amin.
Kunjungan ke Dekranasda dan Sentra IKM Lampung Tambah Wawasan UMKM
Di Dekranasda Provinsi Lampung serta Sentra IKM Tapis, peserta dapat melihat proses produksi kerajinan khas Lampung, strategi pameran, hingga pemanfaatan teknologi dalam pemasaran.
Rombongan juga berdiskusi langsung dengan pengurus Dekranasda untuk menggali pengalaman tentang penguatan peran UMKM di daerah mereka.
Peserta Diharapkan Jadi Role Model Wirausaha Muda di OKI
Studi tiru ini bukan sekadar perjalanan wisata edukatif. Dispora OKI menargetkan seluruh peserta dapat menjadi role model bagi pemuda lainnya di Kabupaten OKI.
“Nantinya, apa yang dipelajari di Payungi dan Telaga Rizqy akan kita adopsi dan sesuaikan dengan kebutuhan OKI. Para peserta akan dibentuk dalam wadah wirausaha muda yang siap berbagi pengalaman dan mengembangkan ide-ide kreatif,” tegas Amin.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru. (Asep)

















