Beranda Utama Nilmaizar Pilih Internal Game Asah Kekuatan Sumsel United di Masa Jeda Pegadaian...

Nilmaizar Pilih Internal Game Asah Kekuatan Sumsel United di Masa Jeda Pegadaian Championship

59
0
1. Pelatih Kepala Sumsel United Nilmaizar memberikan arahan kepada pemain saat internal game di masa jeda Pegadaian Championship. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Pelatih Kepala Sumsel United Nilmaizar mengambil langkah realistis dan terukur dalam menjaga performa timnya selama masa jeda kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Alih-alih menggelar laga uji coba dengan tim lain, arsitek Laskar Juaro itu memilih internal game sebagai opsi terbaik untuk mengasah kemampuan skuadnya.

Menurut Nilmaizar dalam wawancara eksklusif bersama cimutnews.co.id, hingga saat ini Sumsel United masih kesulitan mendapatkan lawan tanding yang benar-benar sepadan, khususnya tim dengan level permainan setara Liga 2. Kondisi tersebut membuat opsi uji coba eksternal dinilai kurang ideal untuk mengukur kekuatan tim secara objektif.

“Ya, saat ini kita belum mendapatkan lawan yang sepadan, satu level dengan kita di Liga 2 kecuali Sriwijaya FC. Tapi kan kita tidak mungkin uji coba dengan mereka karena kita satu grup. Jadi, lebih baik kita lakukan internal game sesama kita saja,” ungkap Nilmaizar.

Pelatih berpengalaman yang pernah menangani sejumlah klub papan atas nasional ini menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti meremehkan tim-tim lain, khususnya klub Liga 4 yang ada di Sumatera Selatan dan Palembang. Namun, dalam konteks persiapan menghadapi lanjutan kompetisi, Nilmaizar menilai uji coba melawan tim dengan level permainan di bawah Sumsel United tidak akan memberikan gambaran yang utuh.

“Tanpa bermaksud menganggap remeh tim Liga 4, tapi dalam situasi jeda kompetisi seperti sekarang, uji coba dengan tim yang levelnya jauh di bawah kita bukan pilihan yang bijak,” ujarnya.

Nilmaizar menjelaskan, hasil pertandingan uji coba melawan tim dengan kualitas berbeda tidak bisa dijadikan tolok ukur akurat untuk menilai sejauh mana kekuatan dan kelemahan Sumsel United. Menang besar atau kalah pun tidak akan memberi banyak pembelajaran taktikal bagi tim.

Baca juga  Zefanya Sharon Dinobatkan sebagai Miss Kulit Glowing 2025 oleh GIV: Kecantikan Luar dan Dalam yang Berdampak

“Apapun hasilnya nanti, itu tidak bisa jadi ukuran. Kita tidak bisa melihat secara nyata apa yang perlu diperbaiki kalau lawannya tidak setara,” tambahnya.

Sebaliknya, internal game justru memberi banyak keuntungan bagi tim pelatih. Dalam skema ini, seluruh pemain memiliki kesempatan bermain sesuai dengan posisi masing-masing, bukan hanya sebelas pemain utama seperti pada laga uji coba biasa.

“Kalau uji coba dengan tim lain, hanya 11 orang yang bermain sejak awal, yang lain jadi pemain pengganti. Tapi dengan internal game, semua pemain bisa bermain dan mendapatkan menit bermain yang cukup,” jelas Nilmaizar.

Lebih jauh, internal game juga memunculkan kompetisi sehat antar pemain. Setiap pemain dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya demi menarik perhatian tim pelatih. Situasi ini dinilai sangat penting untuk menjaga atmosfer persaingan positif di dalam tim.

“Dengan internal game, kompetisi antarpemain bisa terlihat jelas. Semua ingin tampil maksimal. Dari situ, kami bisa melihat perkembangan hasil latihan, sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing pemain,” katanya.

Nilmaizar mengungkapkan, Sumsel United telah menggelar internal game sebanyak dua kali selama masa jeda kompetisi. Ke depan, satu kali internal game tambahan masih direncanakan untuk semakin mematangkan persiapan tim.

“Hasil dari dua internal game yang sudah kita lakukan ini cukup memberi gambaran. Mungkin minggu depan kita tambah satu kali lagi,” ujarnya.

Dari rangkaian internal game tersebut, Nilmaizar berharap staf pelatih bisa menarik kesimpulan yang komprehensif terkait taktik, strategi, serta komposisi pemain yang paling ideal. Hasil evaluasi itu akan menjadi bekal penting saat Sumsel United kembali ke jalur kompetisi resmi.

Fokus utama Sumsel United berikutnya adalah laga menghadapi FC Bekasi City. Nilmaizar menegaskan, internal game menjadi sarana krusial untuk menyiapkan pendekatan taktik yang paling efektif menghadapi lawan tersebut.

Baca juga  Satukan Visi Dukung Nusantara Baru untuk Pembangunan Indonesia Sentris

“Mudah-mudahan dari internal game ini kita bisa mendapatkan kesimpulan, apa dan bagaimana taktik serta strategi yang akan kita gunakan saat melawan FC Bekasi City nanti,” tuturnya.

Pelatih yang dikenal disiplin dan detail dalam pendekatan kepelatihannya itu juga berharap kerja keras tim selama masa jeda bisa berbuah manis. Target Sumsel United jelas, yakni meraih poin maksimal demi menjaga peluang bersaing di Pegadaian Championship.

“Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan poin yang terbaik,” pungkas Nilmaizar.

Keputusan memilih internal game menunjukkan pendekatan profesional Nilmaizar dalam memaksimalkan sumber daya yang ada. Di tengah keterbatasan lawan sepadan, Sumsel United tetap berupaya menjaga intensitas kompetitif tim, sekaligus memastikan seluruh pemain siap tempur saat kompetisi kembali bergulir. (Poerba)