Beranda Ogan Ilir Terungkap, Aduan Dugaan Pencemaran Disebut Sudah Bertahun-Tahun

Terungkap, Aduan Dugaan Pencemaran Disebut Sudah Bertahun-Tahun

18
0
Anggota DPD RI Eva Susanti menerima audiensi masyarakat terkait dugaan pencemaran udara di Ogan Ilir. (foto: Sandi/cimutnews.co.id)

OGAN ILIR, cimutnews.co.id — Aktivitas industri disebut terus berjalan normal.
Namun di sisi lain, sejumlah warga di sekitar kawasan perusahaan mengaku masih menghadapi persoalan debu dan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.

Keluhan itu kembali mencuat saat Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Eva Susanti, menerima audiensi masyarakat yang tergabung dalam Pemuda Gerakan Kebangsaan (PGK), Rabu (6/5/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam agenda reses senator asal Sumsel itu di Kabupaten Ogan Ilir.

Warga Mengaku Terganggu Bertahun-Tahun

Dalam audiensi tersebut, perwakilan masyarakat, Dwi Surya Mandala, menyampaikan bahwa warga sebenarnya tidak menolak keberadaan investasi maupun aktivitas perusahaan.

Menurutnya, masyarakat memahami pentingnya dunia usaha dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, warga menilai dampak lingkungan juga tidak bisa diabaikan.

“Kami bukan anti perusahaan. Kami mendukung dunia usaha untuk membangkitkan ekonomi daerah. Tetapi jangan sampai masyarakat sekitar harus menanggung dampak debu dan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan dan sudah dirasakan bertahun-tahun,” ujarnya.

Warga juga menyebut sebagian masyarakat mengalami gangguan kesehatan, terutama masalah pernapasan.

Aduan Disebut Sudah Disampaikan

Persoalan ini, menurut PGK Ogan Ilir, sebenarnya bukan baru terjadi.

Mereka mengaku keluhan terkait dugaan pencemaran udara sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, hingga kini warga merasa belum ada penyelesaian konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.

Beberapa aspirasi disebut hanya diterima tanpa tindak lanjut yang jelas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa persoalan yang disebut sudah berlangsung bertahun-tahun belum juga menemukan solusi yang dianggap adil oleh semua pihak?

Eva Susanti Dorong Verifikasi Lapangan

Baca juga  Jalan Rusak Mesidah Disorot, Warga Tempuh Dua Jam demi Sekolah dan Berobat

Menanggapi keluhan tersebut, Eva Susanti meminta pemerintah daerah segera turun langsung melakukan pengecekan kondisi di lapangan.

Ia menilai persoalan lingkungan tidak cukup hanya dibahas melalui laporan administratif semata.

Menurutnya, perlu ada verifikasi kualitas udara, pemeriksaan dampak lingkungan, hingga dialog terbuka antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Masalah seperti ini idealnya bisa dituntaskan di tingkat daerah melalui langkah cepat dan terukur. Pemerintah kabupaten dan provinsi harus hadir, mengecek kondisi sebenarnya, memediasi para pihak, serta memastikan hak masyarakat terlindungi tanpa menghambat investasi,” katanya.

Eva juga menegaskan apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap aturan lingkungan, maka penanganan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di Sisi Lain, Kondisi Berbeda Dirasakan…

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Berdasarkan temuan di lapangan dan pengakuan sejumlah warga, persoalan debu dan bau disebut masih menjadi pembicaraan sehari-hari.

Sebagian warga mengaku khawatir dampaknya akan terus dirasakan apabila tidak ada langkah pengawasan yang lebih serius.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait hasil pemeriksaan kualitas udara ataupun tindak lanjut resmi yang dapat menjawab keresahan masyarakat.

Harapan Solusi yang Adil

Audiensi tersebut kini menjadi perhatian warga karena dianggap sebagai pintu masuk untuk mendorong penyelesaian yang lebih konkret.

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga hadir langsung melihat kondisi sebenarnya.

Pembangunan ekonomi memang dibutuhkan, namun perlindungan kesehatan dan lingkungan juga menjadi hak masyarakat yang tidak bisa diabaikan.

Hingga kini, belum semua keluhan warga terjawab secara menyeluruh.

Apakah persoalan ini akan segera ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan dan solusi nyata, atau justru kembali berakhir pada sebatas audiensi? (Sandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here