Beranda Investigasi Investigasi CimutNews: Pengelupasan Dinding Drainase di Jalan M. Yamin Prabumulih, Kontraktor Ungkap...

Investigasi CimutNews: Pengelupasan Dinding Drainase di Jalan M. Yamin Prabumulih, Kontraktor Ungkap Kendala Teknis di Lapangan

38
0
1. Kondisi terkini drainase di Jalan M. Yamin yang sempat dikeluhkan warganet. (Foto: timred/CN/)

Prabumulih, cimutnews.co.id – Tim Investigasi CimutNews.co.id menelusuri dugaan masalah teknis pada pembangunan parit atau drainase di Jalan M. Yamin (Belakang Pasar), Kota Prabumulih, setelah keluhan warganet ramai bermunculan di media sosial mengenai kondisi dinding bangunan drainase yang terlihat mengelupas.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan klarifikasi pihak kontraktor menunjukkan bahwa pengerjaan proyek ini menghadapi kendala serius di lapangan, terutama terkait faktor cuaca, padatnya aktivitas ekonomi di kawasan pasar, dan terbatasnya waktu kerja efektif.

Keluhan warganet mulai merebak ketika beberapa foto kondisi drainase yang diduga mengalami pengelupasan beredar di sejumlah platform digital. Beberapa warga mempertanyakan kualitas konstruksi, sementara sebagian lainnya menyoroti proses pengawasan proyek yang dianggap kurang maksimal.

Menindaklanjuti laporan tersebut, CimutNews.co.id melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menghubungi pihak kontraktor untuk meminta penjelasan resmi.

Kontraktor Berikan Klarifikasi: Pekerjaan Terkendala Cuaca dan Kemacetan

Pengawas lapangan CV. Karya Mungga, Ardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui keluhan masyarakat dan langsung melakukan evaluasi teknis. Ia menjelaskan bahwa pengelupasan pada bagian tertentu dinding drainase disebabkan oleh beberapa faktor eksternal yang sulit dihindari di lapangan.

“Yang pertama adalah faktor cuaca. Belakangan ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga memengaruhi proses pengerasan dan finishing dinding parit,” ungkap Ardi saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).

Selain cuaca, Ardi menuturkan bahwa kawasan Pasar Prabumulih, khususnya di Jalan M. Yamin, memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Arus kendaraan dan aktivitas jual beli para pedagang membuat ruang gerak pekerja menjadi terbatas.

“Kondisi jalan sering macet karena ramainya kendaraan melintas. Aktivitas pedagang juga padat hampir sepanjang hari, sehingga kami tidak bisa bekerja maksimal pada siang hari,” ujarnya menambahkan.

Baca juga  Investigasi CimutNews: Dugaan Perundungan Sistemik di PPDS Unsri Menguak “Budaya Gelap” Pendidikan Dokter Spesialis

Pekerjaan Banyak Dilakukan pada Malam Hari

Dari hasil penelusuran CimutNews.co.id di lokasi, terlihat bahwa sejumlah bagian pekerjaan memang dilakukan pada jam-jam nonaktif kegiatan pasar. Kontraktor mengonfirmasi bahwa sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hari untuk mempercepat progres sekaligus menghindari kerumunan kendaraan.

“Karena kondisi di siang hari tidak memungkinkan, banyak pekerjaan yang kami lakukan pada malam hari. Kami tetap berusaha memastikan kualitasnya sesuai standar meski waktu pengerjaannya terbatas,” jelas Ardi.

Kerja malam yang minim pencahayaan dan sering diguyur hujan menjadi tantangan lain bagi para pekerja. Faktor-faktor inilah yang menurut pengawas menjadi salah satu penyebab lapisan permukaan dinding drainase terlihat tidak sempurna pada beberapa titik.

Sudah Ditindaklanjuti Sesuai Instruksi Dinas PUPR

Menanggapi isu pengelupasan dinding drainase, Ardi memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut dan memperbaikinya sesuai arahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Prabumulih.

“Kami sudah melaksanakan tindakan sesuai instruksi dari Dinas PUPR,” tegasnya.

CimutNews.co.id juga mendapati bahwa perbaikan sedang berlangsung di beberapa bagian untuk memastikan bangunan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.

Harapan Kontraktor dan Manfaat Proyek bagi Masyarakat

Pihak kontraktor berharap masyarakat dapat memahami dinamika pekerjaan konstruksi yang dilakukan di tengah kawasan dengan tingkat aktivitas tinggi. Meski demikian, mereka tetap menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai standar, spesifikasi, dan aturan teknis yang berlaku.

“Kami berharap masyarakat juga memberikan ruang agar kami bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik,” ujar Ardi.

Proyek pembangunan drainase di Jalan M. Yamin sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengaliran air untuk mengurangi risiko genangan hingga banjir di kawasan pasar, terutama saat musim hujan.

Baca juga  Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta, Keluarga Mohon Doa dan Siapkan Pemulangan ke Palembang

Dengan selesainya proyek ini, diharapkan sistem drainase dapat bekerja lebih efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga serta pelaku usaha di pusat kota Prabumulih. (Timred/CN)