
MUARA ENIM, cimutnews.co.id – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang kembali menunjukkan hasil positif. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan tambang plat merah yang selama ini dikenal aktif menjalankan program pemberdayaan, tengah membangun fasilitas kolam ikan modern di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. Program tersebut menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPR RI, Dewi Yustisiana.

Dewi menilai pembangunan infrastruktur perikanan ini bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan langkah strategis yang benar-benar menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PTBA telah mengarah pada konsep keberlanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga didorong untuk mandiri.
“Ini bentuk komitmen nyata PTBA. Kolam ikan modern ini diharapkan mampu menjadi sumber penghidupan baru bagi warga Desa Keban Agung. Program ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat hadir dan memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi desa,” ujar Dewi usai melakukan peninjauan, Jumat (16/1/2026).
PPM yang Tak Sekadar Kewajiban, Tapi Komitmen Berkelanjutan
Dalam penjelasannya, Dewi Yustisiana menegaskan bahwa program PPM yang dijalankan perusahaan tambang bukan hanya kegiatan sosial semata. PPM merupakan amanat regulasi dan kewajiban hukum yang tertuang dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mengatur kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar tambang.
PTBA, lanjut Dewi, menjadi contoh baik bagaimana perusahaan dapat menjalankan kewajiban tersebut secara tepat sasaran. Pembangunan kolam ikan modern di Desa Keban Agung dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang selama ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor perikanan, namun terbatas dari sisi infrastruktur dan akses pendampingan.
“PPM bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi bagaimana membangun kapasitas masyarakat hingga mereka mampu berdiri sendiri. Dan saya melihat PTBA sudah berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Diharapkan Jadi Role Model Bagi Perusahaan Tambang Lain
Dewi juga berharap proyek yang dikelola oleh Kelompok Tani & Nelayan (KTNA) Lawang Kidul ini dapat menjadi role model bagi perusahaan tambang lain di Sumatra Selatan maupun nasional. Menurutnya, program PPM ideal harus menyasar tiga hal utama:
1. Menjadi Standar Baru Pelaksanaan PPM
Program ini dinilai mampu menunjukkan bahwa PPM yang baik adalah PPM yang terukur, memberikan manfaat pada masyarakat, dan memiliki dampak ekonomi dalam jangka panjang.
2. Meningkatkan Ekonomi Lokal
Keberadaan fasilitas kolam ikan modern diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga desa. Selain itu, hasil panen ikan dapat memperkuat rantai pasok pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi para petani dan nelayan di sekitar wilayah tambang.
“Jika dikelola dengan benar, fasilitas ini dapat menjadi sumber pendapatan baru dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ucap Dewi.
3. Berdaya Guna Tinggi dan Berkelanjutan
Menurut Dewi, infrastruktur fisik seperti kolam ikan modern harus dibarengi dengan pendampingan teknis, pelatihan manajemen usaha, dan akses pasar. Dengan begitu, kelompok tani dapat memperoleh manfaat maksimal, bukan hanya pada tahun pertama pelaksanaan program, tetapi hingga bertahun-tahun ke depan.
Progres Pembangunan Kolam Ikan Modern Mulai Tampak
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas kolam ikan modern yang dijalankan PTBA telah berjalan sesuai rencana. Sejumlah pekerja terlihat menyelesaikan konstruksi kolam, jalur air, serta fasilitas pendukung lainnya. Kolam ikan ini direncanakan menjadi pusat produksi perikanan air tawar yang dikelola penuh oleh KTNA Lawang Kidul.
Selain menjadi pusat produksi, fasilitas ini juga didesain untuk menjadi lokasi edukasi bagi warga maupun kelompok pemuda yang ingin mempelajari budidaya ikan modern. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya akan menjadi motor ekonomi baru, tetapi juga pusat pembelajaran.
Kolaborasi PTBA dan Masyarakat: Jalan Menuju Desa Mandiri
PTBA selama ini dikenal sebagai perusahaan yang aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk pelatihan budidaya, pertanian, UMKM, dan infrastruktur desa. Hadirnya kolam ikan modern di Keban Agung memperkuat komitmen tersebut.
Dewi Yustisiana menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang tidak boleh hanya berorientasi pada operasional bisnis semata. Dalam konteks pembangunan daerah, perusahaan harus hadir sebagai mitra masyarakat.
“Kolam ikan modern ini adalah bukti bahwa perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat bekerja bersama untuk menciptakan perubahan nyata. Saya berharap program ini terus berlanjut dan memberi nilai tambah bagi generasi berikutnya,” tutup Dewi. (Eko)

















