Beranda Palembang Polda Sumsel Perkuat Sinergi Tokoh Agama Jelang Ramadan, Upaya Jaga Kerukunan dan...

Polda Sumsel Perkuat Sinergi Tokoh Agama Jelang Ramadan, Upaya Jaga Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas

44
0
Direktur Intelkam Polda Sumsel Tony Budhi Susetyo memimpin audiensi bersama tokoh agama dan FKUB se-Sumatera Selatan di Mapolda Sumsel, Jumat (13/02/2026). (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Sumatera Selatan menggelar silaturahmi dan audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi masyarakat keagamaan, serta para tokoh agama se-Sumatera Selatan di Mapolda Sumsel, Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi cooling system kepolisian untuk memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, serta mencegah potensi konflik sosial menjelang bulan suci Ramadan.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel, Tony Budhi Susetyo. Dalam pertemuan yang berlangsung dialogis itu, seluruh pihak sepakat memperkuat komunikasi lintas agama serta meningkatkan koordinasi sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.

Secara nasional, penguatan moderasi beragama dan stabilitas sosial menjelang momentum keagamaan menjadi perhatian pemerintah dan aparat keamanan. Pendekatan kolaboratif antara negara dan elemen masyarakat dinilai efektif mencegah disinformasi, gesekan sosial, hingga potensi konflik berbasis identitas. Karena itu, forum dialog lintas agama seperti yang digelar Polda Sumsel dipandang strategis untuk memastikan ruang publik tetap kondusif dan inklusif.

Di tingkat daerah, Sumatera Selatan dikenal memiliki keragaman latar belakang agama dan budaya yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut menjadi modal sosial penting, namun tetap membutuhkan perawatan melalui komunikasi rutin, deteksi dini, serta penyelesaian persoalan secara musyawarah. Melalui forum ini, aparat keamanan dan tokoh agama berupaya menjaga harmoni sosial agar aktivitas ibadah masyarakat selama Ramadan dapat berlangsung aman dan khusyuk.

Direktur Intelkam Polda Sumsel, Tony Budhi Susetyo, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah nyata membangun sistem pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari cooling system Polda Sumsel untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta mencegah potensi konflik antarumat beragama,” ujarnya.

Baca juga  Komisi II DPRD Palembang Soroti Target PAD Rp1,96 Triliun di 2026, Minta Bapenda Sajikan Hitungan Realistis

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menciptakan suasana damai di tengah masyarakat. Melalui komunikasi terbuka, berbagai persoalan sosial dapat diidentifikasi sejak awal sehingga penyelesaiannya lebih cepat dan tepat tanpa menimbulkan eskalasi konflik.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para peserta turut menyampaikan pandangan, masukan, serta harapan terkait penguatan toleransi dan keamanan wilayah. Beberapa di antaranya menekankan pentingnya literasi keagamaan yang moderat, peningkatan peran pemuda lintas iman, serta optimalisasi koordinasi apabila muncul potensi gesekan di tingkat lokal.

Selain itu, dibahas pula langkah strategis menghadapi dinamika sosial menjelang Ramadan, termasuk pengawasan terhadap penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Upaya edukasi publik dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pendekatan dialogis yang dikedepankan Polda Sumsel mendapat apresiasi dari berbagai unsur tokoh agama. Mereka menilai komunikasi langsung dengan aparat keamanan membuka ruang saling pengertian sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam menjaga kedamaian daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut, tidak hanya pada momentum tertentu, tetapi menjadi agenda rutin yang berkesinambungan.

Menjelang Ramadan, aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, tokoh agama diharapkan terus menyampaikan pesan damai kepada umat, memperkuat nilai toleransi, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog. Sinergi moral dan sosial antara pemuka agama dan aparat keamanan diyakini mampu memperkokoh ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Pendekatan persuasif, humanis, dan kolaboratif akan terus diutamakan guna memastikan keamanan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap keberagaman.

Baca juga  YLBH Ganta Keadilan Sriwijaya Beri Mandat Pembentukan Pengurus di OKU Selatan, Dorong Akses Keadilan Lebih Merata

Forum silaturahmi lintas agama tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya suasana Ramadan yang damai, aman, dan penuh kebersamaan di Sumatera Selatan. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, stabilitas kamtibmas diyakini dapat terjaga secara berkelanjutan demi mendukung kehidupan sosial yang harmonis. (Poerba)