Beranda Nusantara Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Resmi Digelar, Angkat Kisah Pebisnis...

Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Resmi Digelar, Angkat Kisah Pebisnis Pemula dari Ide Kecil ke Bisnis Nyata

55
0
1. Ketua DPW GAMIES Aceh Adhifatra Agussalim menyampaikan keynote speech dalam pembukaan Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 secara daring, Minggu (01/03/2026). (Foto: Adis/cimutnews.co.id)

Banda Aceh, Cimutnews.co.idFestival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 resmi digelar secara daring pada Minggu (01/03/2026) dengan mengangkat tema “Cerita Pebisnis Pemula, dari Ide Kecil ke Bisnis Nyata”. Kegiatan edukatif yang diinisiasi GAMIES Aceh ini menjadi momentum penguatan literasi kewirausahaan di bulan suci Ramadhan, khususnya bagi generasi muda dan pelaku UMKM di Aceh.

Narasumber Henny Yulianti saat memaparkan pengalaman membangun usaha dari ide sederhana dalam sesi webinar. (Foto: Adis/cimutnews.co.id)

Webinar seri perdana tersebut berlangsung pukul 15.00–16.30 WIB dan menghadirkan praktisi bisnis Henny Yulianti sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan motivasi sekaligus wawasan praktis mengenai langkah memulai usaha dari nol hingga menjadi bisnis yang berjalan.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Pertumbuhan

Penguatan kapasitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif saat ini menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Pemerintah mendorong lahirnya wirausaha baru sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan pengurangan angka pengangguran.

Dalam konteks tersebut, inisiatif seperti Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 dinilai relevan dan strategis. Edukasi kewirausahaan berbasis pengalaman nyata menjadi salah satu pendekatan efektif untuk membangun mindset bisnis yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Partisipasi Peserta

Webinar yang digelar secara daring ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang tertarik memulai usaha. Bahkan, panitia mencatat partisipasi peserta tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari Timor Leste dan Malaysia.

Peserta memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain e-sertifikat, rekaman video kegiatan, serta akses ke grup alumni untuk jejaring lanjutan. Kegiatan ini setara dengan 2 Jam Pelajaran (2 JP), dan khusus anggota GAMIES Aceh, e-sertifikat diberikan secara gratis.

Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, yang juga bertindak sebagai keynote speaker, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan realistis dan membumi.

Baca juga  Boekit Gandus Palembang Tawarkan Sensasi Bukber Alam Terbuka, Paket Mulai Rp38 Ribu Jadi Daya Tarik Ramadan

“Melalui webinar ini, kami ingin menghadirkan cerita yang membumi dan realistis, agar peserta tidak hanya termotivasi, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang proses memulai bisnis, khususnya di sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif,” ujar Adhifatra dalam sambutannya.

Kisah Nyata dari Praktisi Bisnis

Dalam sesi utama, Henny Yulianti membagikan pengalaman pribadinya membangun usaha setelah meninggalkan karier profesionalnya. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Adam Air Lampung dan Kepala Cabang Perwakilan IDK Banda Aceh sebelum akhirnya berhenti bekerja mengikuti suami yang berpindah-pindah daerah.

Keputusan tersebut, menurutnya, justru menjadi titik awal membangun usaha mandiri dari ide sederhana.

“Banyak orang memiliki ide, namun tidak semua berani melangkah dan konsisten menjadikannya bisnis nyata. Keberanian untuk memulai adalah kunci,” jelas Henny dalam sesi berbagi pengalaman.

Ia menekankan bahwa membangun bisnis tidak selalu dimulai dari modal besar, tetapi dari konsistensi, ketekunan, dan kesiapan belajar dari kegagalan. Peserta pun diajak memahami bahwa proses bisnis membutuhkan waktu, evaluasi, serta adaptasi terhadap pasar.

Diskusi dipandu moderator Nurul Anita, S.I.Kom, yang mengarahkan jalannya dialog secara interaktif dan komunikatif. Peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar strategi memulai usaha, manajemen risiko, hingga membangun personal branding.

Edukasi, Inspirasi, dan Penguatan Mindset

Festival Ramadhan Webinar Series ini bukan sekadar forum berbagi pengalaman, melainkan ruang pembelajaran yang terstruktur. Dengan menghadirkan pelaku usaha sebagai narasumber, peserta mendapatkan perspektif langsung tentang tantangan dan peluang di lapangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan di Aceh. Di tengah dinamika ekonomi global, penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah.

Baca juga  Pemkab PALI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bupati Asgianto Resmikan Gebyar Koperasi dan UMKM 2025

Adhifatra menegaskan bahwa GAMIES Aceh berkomitmen menghadirkan program-program edukatif secara berkelanjutan.

“Harapan kami, kegiatan ini mampu mendorong lahirnya pebisnis-pebisnis muda baru di Aceh yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tangguh dan berintegritas,” ujarnya.

Panitia mengimbau generasi muda untuk tidak ragu memulai usaha dari skala kecil. Pemanfaatan teknologi digital, pemasaran daring, serta jejaring komunitas dinilai menjadi peluang besar di era saat ini.

Selain itu, kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah. Edukasi berkelanjutan dan berbasis praktik nyata menjadi kunci dalam membangun wirausaha yang adaptif.

 Sebagai media yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, Cimutnews.co.id menyajikan informasi ini berdasarkan keterangan resmi penyelenggara kegiatan. Seluruh pernyataan narasumber dikutip sesuai penyampaian dalam forum webinar.

Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 menjadi salah satu contoh inisiatif komunitas dalam mendukung penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di Aceh. Ke depan, efektivitas program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan semangat Ramadhan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi pertumbuhan wirausaha muda di Aceh dan kawasan sekitarnya. (Adis)