
Palembang, cimutnews.co.id – Peringatan 40 hari wafatnya tokoh masyarakat Palembang, Kms H.A. Halim Ali bin Kms Ali, berlangsung khidmat di Graha Kanzul Munawir Binurris Sholawat (Graha Dakwah Al Halim), Minggu (15/3/2026) malam. Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, tokoh agama, hingga pejabat daerah, dalam rangkaian Salat Isya dan Tarawih berjamaah serta doa bersama untuk almarhum.
Acara yang digelar di Palembang ini bertujuan untuk mengenang jasa dan keteladanan almarhum yang dikenal luas memiliki kontribusi besar dalam bidang sosial dan keagamaan. Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Tarawih Dipimpin Ustaz Abdul Somad
Suasana religius terasa sejak awal kegiatan. Rangkaian ibadah dimulai dengan Salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan Salat Tarawih yang dipimpin langsung oleh dai kondang nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menambah kekhidmatan acara, di antaranya ulama nasional Rizieq Shihab, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Gubernur Jambi, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran pejabat lainnya.
Selain ibadah salat, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhum. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari ratusan jamaah menciptakan suasana yang sejuk dan penuh makna.
Sosok Teladan dan Pemersatu Masyarakat
Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan menjadi panutan dalam kehidupan sosial.
“Beliau adalah sosok orang tua sekaligus panutan bagi kita semua. Almarhum selalu hadir dengan kepedulian dan ketulusan dalam membantu masyarakat serta berkontribusi bagi kemajuan Kota Palembang,” ujar Ratu Dewa.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
“Warisan nilai-nilai yang beliau tinggalkan akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Palembang untuk terus menjaga kebersamaan serta kepedulian sosial,” tambahnya.
Momentum Memperkuat Nilai Kebersamaan
Peringatan 40 hari wafat ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok almarhum, tetapi juga sebagai refleksi penting tentang nilai solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran tokoh nasional, ulama, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu majelis menunjukkan bahwa keteladanan almarhum mampu menyatukan berbagai kalangan dalam semangat persaudaraan.
Di tengah upaya pemerintah daerah mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial, kegiatan seperti ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan berbasis karakter dan kebersamaan di Kota Palembang.
Sebagai penutup, Ratu Dewa mengajak masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai kebaikan almarhum dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah dicontohkan almarhum dapat terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.(Poerba)

















