Beranda Banyuasin Istighotsah Akbar Banyuasin Ramai Dihadiri, Aspirasi Warga Ikut Mengemuka

Istighotsah Akbar Banyuasin Ramai Dihadiri, Aspirasi Warga Ikut Mengemuka

4
0
Ratusan jamaah menghadiri Istighotsah Akbar di SMP Wali Songo Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. (Foto:Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Ratusan warga memadati kawasan SMP Wali Songo Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, dalam gelaran Istighotsah Akbar yang berlangsung khidmat pada Minggu (3/5/2026).

Acara keagamaan ini bukan hanya menjadi tempat doa bersama, tetapi juga memunculkan perhatian soal kedekatan tokoh publik dengan masyarakat di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dirasakan warga.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Wali Songo tersebut menghadirkan penceramah KH. Rofiq Hamdani dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Turut hadir dalam acara itu anggota DPRD Banyuasin dari Fraksi PKB, Agus Riyanto, bersama tokoh masyarakat serta badan otonom Nahdlatul Ulama seperti Ansor, Muslimat, dan Fatayat.

Dalam sambutannya, Agus Riyanto menyebut kegiatan Istighotsah Akbar menjadi momentum penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga persatuan masyarakat.

“Kegiatan Istighotsah Akbar ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk mengetuk pintu langit, memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT bagi Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Yayasan Wali Songo dalam membina umat dan menjaga kegiatan syiar Islam di wilayah tersebut.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan keagamaan seperti ini juga sering menjadi ruang masyarakat menyampaikan harapan dan keresahan secara langsung kepada para tokoh daerah.

Sejumlah warga mengaku senang karena kegiatan berlangsung sederhana dan membaur tanpa sekat antara masyarakat dengan tokoh yang hadir.

“Jarang ada acara yang bisa bikin warga duduk bersama seperti ini. Rasanya lebih dekat,” ujar salah satu jamaah.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap kedekatan dalam acara seremonial juga diikuti perhatian nyata terhadap kebutuhan warga sehari-hari.

Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan keagamaan massal di daerah bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi sosial dan politik yang cukup kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Baca juga  Polres Banyuasin Proses Pemeriksaan Kode Etik Briptu RM, Kapolres Tegaskan Komitmen Tanpa Pandang Bulu

Momentum seperti ini sering dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan emosional antara tokoh publik dan warga, terutama di daerah yang memiliki basis kultur religius kuat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah kedekatan yang terbangun dalam kegiatan keagamaan mampu berlanjut menjadi solusi nyata terhadap persoalan masyarakat di lapangan?

Meski berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, sejumlah warga berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni tahunan semata.

Hingga kini, belum semua harapan masyarakat terkait pembangunan dan kesejahteraan benar-benar dirasakan secara merata.

Sementara itu, warga Muara Padang berharap nilai kebersamaan yang tercipta dalam Istighotsah Akbar dapat terus terjaga di tengah dinamika sosial masyarakat.

Apakah kegiatan keagamaan seperti ini akan semakin mempererat hubungan masyarakat dan pemangku kebijakan, atau hanya menjadi momentum sesaat yang cepat berlalu? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here