Beranda Palembang 📰 Idul Fitri 2026 di Palembang Lebih Awal, Ratusan Jemaah Salat Ied...

📰 Idul Fitri 2026 di Palembang Lebih Awal, Ratusan Jemaah Salat Ied di Masjid Al-Mustanir Jakabaring

11
0
1. Ratusan jemaah melaksanakan Salat Idul Fitri lebih awal di Masjid Al-Mustanir, Jakabaring, Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Sejumlah warga di Palembang melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi di Masjid Al-Mustanir, kawasan Jakabaring, Seberang OPI. Ibadah yang diikuti ratusan jemaah dari kelompok Islam Kaffah ini berlangsung khusyuk meski berbeda dengan jadwal resmi yang biasanya ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat.

🕌 Salat Ied Digelar Pagi Hari

Salat Idul Fitri dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti ratusan jemaah yang telah berkumpul sejak pagi. Meski pelaksanaan lebih awal dari umumnya, suasana ibadah tetap berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.

Salah satu jemaah mengungkapkan rasa syukur dapat melaksanakan ibadah tersebut.

“MasyaAllah Tabarakallah, pagi ini kami sudah melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Al-Mustanir Jakabaring,” ujar salah satu jemaah melalui pesan singkat.

🌙 Perbedaan Penetapan 1 Syawal

Imam Besar Masjid Al-Mustanir, Syahrul Musta’in, menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal oleh jemaah Islam Kaffah didasarkan pada metode rukyat global, yang berbeda dengan metode yang digunakan pemerintah Indonesia.

“Penentuan Idul Fitri yang kami lakukan mengacu pada rukyat global, sehingga hasilnya bisa berbeda dengan keputusan pemerintah,” jelas Syahrul.

Perbedaan ini merupakan fenomena yang kerap terjadi dalam penentuan awal bulan Hijriah, khususnya terkait metode rukyat dan hisab.

📊 Dinamika Penetapan Hari Raya di Indonesia

Di Indonesia, penetapan Idul Fitri umumnya dilakukan melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab.

Namun, sejumlah kelompok masyarakat terkadang menggunakan metode berbeda, seperti rukyat global, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan waktu pelaksanaan hari raya.

Meski demikian, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan tersebut sebagai bagian dari keberagaman dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Baca juga  Pemerintah Perkuat Penertiban Kendaraan ODOL di Sumsel, Fokus Lindungi Infrastruktur dan Keselamatan Transportasi

🤝 Ibadah Tetap Berjalan Khusyuk

Meski berbeda waktu pelaksanaan, suasana Salat Idul Fitri di Masjid Al-Mustanir tetap berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Jemaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, mulai dari salat hingga khutbah.

Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan penentuan hari raya tidak mengurangi makna ibadah dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Imbauan Saling Menghormati

Perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan memperkuat sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Yang terpenting adalah menjaga ukhuwah dan saling menghormati dalam perbedaan,” tutup Syahrul.

Dengan semangat toleransi, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan damai dan tetap menjaga persatuan.(Poerba)