
Kerawang, cimutnews.co.id – Harga telur dan daging ayam Karawang stabil menjelang Idulfitri 2026 setelah pemerintah memastikan pasokan komoditas peternakan masih melimpah dan harga tetap terkendali di pasar. Pemantauan dilakukan Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah daerah di Pasar Johar Karawang, Minggu (15/3/2026), guna menjaga ketersediaan pangan saat permintaan meningkat.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan harga tetap dalam batas wajar menjelang Lebaran.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan pasokan komoditas peternakan tetap aman dan harga yang beredar di pasar masih dalam batas wajar menjelang Idulfitri,” ujar Makmun.
Pasokan Telur Melimpah, Harga Sesuai HAP
Dari hasil pemantauan di Pasar Johar, pemerintah menemukan bahwa pasokan telur ayam ras masih melimpah. Harga di tingkat distributor berkisar antara Rp28.500 hingga Rp28.700 per kilogram, sementara di tingkat konsumen dijual sekitar Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram.
Harga tersebut masih berada di kisaran Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram. Selisih harga di pasar dinilai masih wajar dan dipengaruhi oleh faktor distribusi serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang hari besar keagamaan.
Seorang pedagang di Pasar Johar juga memastikan kondisi pasokan masih aman.
“Stok telur banyak, kiriman dari Jawa Timur juga rutin. Jadi untuk saat ini harga masih stabil di kisaran Rp30 ribu sampai Rp31 ribu per kilo,” ujarnya.
Harga Daging Ayam Masih Terjangkau
Selain telur, kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Harga ayam tercatat sekitar Rp42.000 per ekor dengan bobot rata-rata 1,2 kilogram atau setara sekitar Rp35.000 per kilogram.
Harga tersebut masih berada di bawah HAP daging ayam yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih dapat membeli daging ayam dengan harga yang relatif terjangkau menjelang Lebaran.
Respons Pemerintah atas Isu Kenaikan Harga
Pemantauan ini juga merupakan respons pemerintah terhadap informasi yang sempat beredar di media sosial terkait kenaikan harga pangan di pasar tersebut. Pemerintah pusat dan daerah turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Hasilnya, tidak ditemukan lonjakan harga signifikan, dan distribusi dari sentra produksi, termasuk dari Jawa Timur, berjalan lancar. Hal ini menjadi indikator penting bahwa rantai pasok komoditas peternakan masih terkendali.
Upaya Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Langkah pemantauan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan intensif di berbagai daerah guna mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun gangguan distribusi.
“Dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang wajar,” tegas Makmun. (Timred/CN)

















