OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Halal Bihalal sekaligus peringatan hari lahir (Harlah) ke-9, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat DPD PGK OKI ini dihadiri berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga nilai kebangsaan.
Momentum Harlah ke-9 Perkuat Soliditas Pemuda
Tema Persatuan dan Komitmen Kebangsaan
Peringatan Harlah PGK OKI tahun ini mengusung tema “Merajut Persatuan, Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”. Tema tersebut menjadi refleksi atas peran strategis pemuda dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat daerah.
Ketua DPD PGK OKI, Rivaldy Setiawan, menegaskan bahwa momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi titik konsolidasi gerakan pemuda.
Dihadiri Berbagai Organisasi Mahasiswa
Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi aktif di OKI, antara lain:
- HMI Bende Seguguk OKI
- PMII Komisariat Uniski
- Himapera OKI
- HMPS Bahasa Indonesia, Inggris, dan PPKN Uniski
- Perwakilan alumni Uniski
Kehadiran lintas organisasi ini menunjukkan adanya upaya nyata membangun jejaring kolaborasi antar mahasiswa.
Rangkaian Acara: Dari Doa Hingga Silaturahmi
Yasinan dan Pemotongan Tumpeng
Acara diawali dengan yasinan bersama sebagai bentuk doa untuk keberlanjutan organisasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD PGK OKI.
Tumpeng tersebut dibagikan kepada perwakilan organisasi sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama sembilan tahun.
Sesi Ramah Tamah Perkuat Relasi
Kegiatan ditutup dengan sesi silaturahmi dan ramah tamah. Suasana hangat terlihat dari interaksi antar peserta yang berasal dari latar belakang organisasi berbeda.
Momen ini menjadi ruang informal untuk memperkuat komunikasi yang selama ini terbatas pada kegiatan formal.
Kronologi dan Konteks Kegiatan
Berangkat dari Kebutuhan Sinergi Organisasi
Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika organisasi mahasiswa di daerah cenderung berjalan secara terpisah. Minimnya ruang kolaborasi menjadi tantangan tersendiri dalam membangun gerakan bersama.
PGK OKI melihat kondisi ini sebagai peluang untuk menghadirkan forum yang mampu menyatukan berbagai elemen pemuda.
Agenda Berkelanjutan yang Disiapkan
Rivaldy menyampaikan bahwa ke depan PGK akan meluncurkan sejumlah program strategis, salah satunya Latihan Kepemimpinan Bangsa.
Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas pemuda yang terbuka bagi seluruh organisasi lintas kampus.
Dukungan Struktur Organisasi Lebih Luas
Dalam kesempatan tersebut, Rivaldy juga menyampaikan salam dari jajaran pengurus tingkat provinsi dan pusat, termasuk:
- Firdaus Hasbullah
- Bursah Zarnubi
Dukungan ini menunjukkan bahwa kegiatan di tingkat daerah tetap terhubung dengan arah gerakan organisasi secara nasional.
Dampak bagi Masyarakat dan Pemuda Lokal
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga memiliki implikasi sosial yang lebih luas.
Beberapa dampak yang diharapkan antara lain:
- Meningkatkan solidaritas antar pemuda di OKI
- Mengurangi potensi konflik organisasi
- Mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial
- Memperkuat nilai kebangsaan di tingkat lokal
Dengan keterlibatan berbagai organisasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi informal tentang pentingnya kolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsolidasi Pemuda di Tengah Tantangan Fragmentasi
Peringatan Harlah PGK OKI mencerminkan upaya konsolidasi pemuda di tengah kecenderungan fragmentasi organisasi mahasiswa. Dalam banyak kasus, perbedaan latar belakang organisasi sering kali menjadi penghambat kolaborasi.
Melalui pendekatan inklusif, PGK mencoba memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi antar kelompok. Hal ini penting mengingat peran pemuda sebagai agen perubahan masih sangat relevan dalam konteks pembangunan daerah.
Namun, tantangan ke depan terletak pada konsistensi program. Tanpa agenda yang berkelanjutan, kegiatan seremonial seperti ini berisiko tidak memberikan dampak jangka panjang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kekuatan organisasi pemuda tidak terletak pada jumlah anggota, melainkan pada kemampuan membangun jejaring lintas kelompok yang solid dan produktif.
Potensi Perkembangan ke Depan
Jika sinergi ini terus dijaga, PGK OKI berpotensi menjadi pusat kolaborasi pemuda di tingkat kabupaten. Program seperti Latihan Kepemimpinan Bangsa dapat menjadi embrio lahirnya pemimpin lokal yang lebih adaptif dan inklusif.
Selain itu, keterlibatan alumni juga membuka peluang transfer pengalaman yang dapat memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa.
Momentum Harlah ke-9 PGK OKI menjadi lebih dari sekadar perayaan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas organisasi sebagai fondasi dalam membangun generasi muda yang solid, berdaya saing, dan memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa. (Asep)



















