Beranda Utama Ziarah di Blitar, Megawati Tegaskan Komitmen PDIP pada Politik Bebas Aktif

Ziarah di Blitar, Megawati Tegaskan Komitmen PDIP pada Politik Bebas Aktif

8
0
2. Sejumlah tokoh nasional mengikuti prosesi doa bersama dalam ziarah ke makam Presiden pertama RI di Kota Blitar. (Foto:Fm/cimutnews.co.id)

Blitar,Cimutnews.co.id,– Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kota Blitar, Minggu (29/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.

1. Megawati Soekarnoputri bersama keluarga saat melakukan tabur bunga di makam Bung Karno di Blitar, Minggu (29/3/2026). (Foto:Fm/cimutnews.co.id)

Ziarah ini diikuti sejumlah anggota keluarga besar Soekarno, di antaranya Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, serta Puti Guntur Soekarno. Sejumlah tokoh politik dan kepala daerah juga turut hadir, seperti Djarot Saiful Hidayat, Pramono Anung, dan Hanindhito Himawan Pramana.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan sekaligus refleksi nilai-nilai perjuangan bangsa.

Menurut Hasto, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan kepada Bung Karno, tetapi juga bagi keselamatan bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ia menegaskan pentingnya ketahanan dan kesabaran rakyat dalam menjaga serta melanjutkan cita-cita kemerdekaan.

“Selain mendoakan Bung Karno, kami juga memanjatkan doa bagi bangsa dan negara, termasuk seluruh warga dunia di tengah berbagai persoalan geopolitik saat ini,” ujar Hasto (29/3).

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyinggung relevansi ajaran Bung Karno dalam konteks global. Ia menilai, gagasan Soekarno tentang tatanan dunia yang berlandaskan Pancasila tetap аkan dan menjadi pijakan penting dalam menghadapi situasi internasional saat ini.

Menanggapi kondisi geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, Hasto menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Ia menekankan bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa yang tidak boleh dilanggar oleh pihak mana pun.
“Pemerintah harus berdiri kokoh pada prinsip tersebut, bahwa tidak boleh ada tindakan yang melanggar kedaulatan negara lain,” tegasnya.

Baca juga  Pj Bupati OKI Komandoi OPD Bantu Kebutuhan Gizi Anak Stunting

Lebih lanjut, Hasto juga mengungkapkan adanya komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan membahas berbagai isu strategis, baik dalam negeri maupun global.

Dalam pertemuan itu, Megawati disebut berbagi pengalaman dalam menghadapi krisis multidimensional, sementara Presiden Prabowo membuka ruang dialog yang konstruktif untuk merespons tantangan global.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negara lain, sekaligus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog.

Ziarah ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum politik untuk menegaskan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah situasi global yang terus berkembang.(fm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here