Beranda Ekonomi Pemberdayaan UMKM Sumsel Didorong PT Tirta Sriwijaya Maju Lewat HKG PKK dan...

Pemberdayaan UMKM Sumsel Didorong PT Tirta Sriwijaya Maju Lewat HKG PKK dan Dekranasda

5
0
1. Booth UMKM binaan PT Tirta Sriwijaya Maju menampilkan produk jumputan khas Palembang dalam HKG PKK ke-54.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program pemberdayaan UMKM Sumsel kembali mendapat dorongan konkret dari PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) melalui partisipasi aktif dalam rangkaian HKG PKK ke-54 yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini dinilai penting karena tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga membuka ruang promosi nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM binaan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Peran BUMD dalam Ekosistem UMKM

Komitmen Nyata di Forum Strategis

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Konsultasi PKK dan Rapat Kerja Daerah Dekranasda ini menjadi panggung strategis bagi pelaku usaha kecil menengah untuk memperluas pasar.

Direksi PT Tirta Sriwijaya Maju menegaskan bahwa keikutsertaan perusahaan bukan sekadar partisipasi formal, melainkan bagian dari mandat BUMD dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

UMKM Jadi Fokus Program Sosial

Menurut manajemen perusahaan, dukungan terhadap UMKM merupakan implementasi dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Beberapa fokus utama yang dijalankan meliputi:

  • Pendampingan usaha
  • Akses promosi produk
  • Penguatan kapasitas produksi
  • Branding produk lokal

Sorotan pada Produk Lokal: Jumputan Palembang

Habar Jumputan Tampil di Panggung Provinsi

Salah satu mitra binaan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Habar Jumputan, pelaku usaha wastra khas Palembang.

Booth yang dihadirkan PT TSM mendapat respons positif dari pengunjung, terutama karena menampilkan ragam motif jumputan dengan sentuhan inovatif.

Dampak Langsung ke Pelaku Usaha

Owner Habar Jumputan menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan perusahaan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas usaha.

“Kami merasa sangat terbantu, terutama dalam memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan desain, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran yang lebih modern.

Baca juga  DPRD Sumsel Serap Aspirasi Dunia Pendidikan di SMK PGRI 2 Palembang: Fokus pada Guru Honorer dan Sarana Sekolah

UMKM dan Ekonomi Sumsel

Pemberdayaan UMKM di Sumatera Selatan menjadi isu strategis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, sektor UMKM menyumbang porsi signifikan terhadap perekonomian lokal.

Namun, tantangan yang masih dihadapi antara lain:

  • Akses pasar yang terbatas
  • Minimnya digitalisasi usaha
  • Kurangnya pembinaan berkelanjutan

Kegiatan seperti HKG PKK dan Dekranasda menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Perbandingan dengan Program Serupa

Jika dibandingkan dengan daerah lain, pola pemberdayaan UMKM melalui BUMD di Sumatera Selatan mulai menunjukkan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Di beberapa provinsi lain, program UMKM masih bersifat bantuan jangka pendek. Sementara di Sumsel, pendekatan yang dilakukan mulai mengarah pada:

  • Pembinaan berkelanjutan
  • Penguatan brand lokal
  • Integrasi dengan event besar

Model ini dinilai lebih efektif dalam menciptakan dampak jangka panjang.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Partisipasi PT Tirta Sriwijaya Maju dalam kegiatan ini memberikan dampak langsung, antara lain:

  • Peningkatan eksposur produk UMKM
  • Peluang transaksi selama event berlangsung
  • Terbukanya jaringan bisnis baru

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat posisi produk lokal seperti jumputan sebagai identitas budaya sekaligus komoditas ekonomi.

Strategi BUMD dan Masa Depan UMKM

Keterlibatan BUMD dalam pemberdayaan UMKM menunjukkan pergeseran peran dari sekadar entitas bisnis menjadi agen pembangunan ekonomi lokal. Dalam jangka pendek, strategi ini mampu meningkatkan visibilitas produk dan memperluas jaringan pasar.

Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan program. Tanpa sistem monitoring dan evaluasi yang kuat, dampak kegiatan seperti ini berpotensi hanya bersifat temporer.

Dalam jangka panjang, integrasi antara BUMD, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM perlu diperkuat melalui kebijakan yang lebih sistematis, termasuk digitalisasi pemasaran dan akses pembiayaan.

Baca juga  Sumsel United FC Resmi Diluncurkan, Nilmaizar Pimpin Skuad "Juaro" Hadapi Championship 2025/2026

Keberhasilan program seperti ini tidak hanya diukur dari penjualan saat event, tetapi dari kemampuan UMKM bertahan dan berkembang setelah kegiatan selesai. Di sinilah peran BUMD menjadi krusial sebagai “jembatan permanen”, bukan sekadar fasilitator sementara.

Pemberdayaan UMKM Sumsel melalui keterlibatan PT Tirta Sriwijaya Maju dalam HKG PKK ke-54 menunjukkan arah baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, peluang UMKM untuk naik kelas semakin terbuka.

Ke depan, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi fondasi ekonomi daerah yang kuat (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here