Beranda Palembang Kebutuhan Darah Palembang Capai 7.000 Kantong per Bulan, PMI Masih Kekurangan 2.000

Kebutuhan Darah Palembang Capai 7.000 Kantong per Bulan, PMI Masih Kekurangan 2.000

11
0
2. Kantong darah tersimpan di fasilitas PMI sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan transfusi di Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.idKebutuhan darah Palembang masih belum terpenuhi secara optimal. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mencatat kebutuhan sekitar 7.000 kantong darah setiap bulan, namun ketersediaan baru mencapai 5.000 kantong, sehingga terjadi defisit sekitar 2.000 kantong.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada layanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin maupun darurat.

Kesenjangan Kebutuhan dan Ketersediaan Darah

Data PMI Kota Palembang

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah yang tinggi belum diimbangi dengan jumlah pendonor aktif.

Menurutnya, meskipun terjadi peningkatan kinerja pelayanan, termasuk layanan ambulans 24 jam, kebutuhan darah tetap menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.

“Kebutuhan darah kita sekitar 7.000 kantong per bulan, sementara yang terpenuhi baru sekitar 5.000 kantong,” ujarnya dalam program Halo Palembang di PalTV, Senin (6/4/2026).

Kronologi dan Upaya PMI Mengatasi Kekurangan

Edukasi dan Perubahan Pola Pikir

PMI Palembang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan kekurangan stok darah.

Langkah yang dilakukan antara lain:

  • Sosialisasi donor darah rutin
  • Kolaborasi dengan komunitas dan instansi
  • Peningkatan layanan donor mobile

Menurut Dewi, salah satu tantangan utama adalah pola pikir masyarakat yang masih menganggap donor darah hanya dilakukan saat kondisi darurat.

“Donor darah harus menjadi gaya hidup, bukan hanya kebutuhan sesaat,” tegasnya.

Standar Keamanan dan Kualitas Darah

Terapkan Standar CPOB

Dalam menjaga kualitas darah, PMI Kota Palembang menerapkan standar ketat sesuai regulasi dari Badan POM, yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Proses pengelolaan darah meliputi:

  • Skrining donor
  • Pengujian laboratorium
  • Penyimpanan dan distribusi

Menurut pihak PMI, sistem manajemen mutu dijalankan secara menyeluruh untuk memastikan darah yang diterima masyarakat aman dan layak digunakan.

Baca juga  Polrestabes Palembang Gelar Lomba Buat Pempek

Dampak Kekurangan Stok Darah

Risiko terhadap Layanan Kesehatan

Kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan berpotensi berdampak pada berbagai layanan kesehatan, seperti:

  • Penanganan pasien operasi
  • Kebutuhan transfusi pasien kronis
  • Kondisi darurat kecelakaan

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat memperlambat pelayanan medis dan meningkatkan risiko bagi pasien.

Tantangan Donor Darah di Indonesia

Tren Kebutuhan yang Terus Meningkat

Secara nasional, kebutuhan darah di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan layanan kesehatan.

Banyak daerah mengalami kondisi serupa, yakni kekurangan stok darah akibat rendahnya tingkat partisipasi donor rutin.

Dibandingkan standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pendonor aktif di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar kebutuhan darah dapat terpenuhi secara stabil.

Kunci Ada pada Partisipasi Masyarakat

Permasalahan kekurangan darah di Palembang bukan semata persoalan distribusi, tetapi lebih pada ketersediaan donor aktif. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, kesenjangan antara kebutuhan dan stok akan terus terjadi.

Dalam jangka pendek, kampanye donor darah dan mobilisasi komunitas menjadi solusi utama. Namun dalam jangka panjang, diperlukan strategi yang lebih sistematis, seperti integrasi donor darah dalam program kesehatan rutin dan edukasi sejak usia dini.

Selain itu, peran generasi muda menjadi sangat penting. Dengan jumlah yang besar dan mobilitas tinggi, mereka berpotensi menjadi tulang punggung gerakan donor darah berkelanjutan.

Krisis stok darah bukan hanya persoalan medis, tetapi cerminan tingkat kepedulian sosial masyarakat—semakin tinggi partisipasi donor, semakin kuat sistem kesehatan suatu daerah.

Kebutuhan darah Palembang yang mencapai 7.000 kantong per bulan menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan kekurangan sekitar 2.000 kantong, peran masyarakat sebagai pendonor aktif menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan darah.

Baca juga  Diskominfo Sumsel Apresiasi UKW PJS: Dorong Profesionalisme Wartawan di Era Digital

PMI Kota Palembang mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup demi mendukung layanan kesehatan yang lebih baik dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here