
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Peringatan 40 hari Alex Noerdin berlangsung khidmat di Masjid Raya Taqwa, Palembang, Minggu (5/4/2026), dihadiri ribuan masyarakat serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Momentum ini menjadi refleksi atas jejak kepemimpinan mantan Gubernur Sumsel dua periode tersebut, yang dinilai membawa perubahan signifikan melalui pembangunan infrastruktur dan program pro-rakyat.
Peringatan 40 Hari yang Dipadati Ribuan Jamaah
Suasana Khidmat di Masjid Raya Taqwa
Sejak sore hari, ribuan warga mulai memadati Masjid Raya Taqwa Palembang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan salawat menggema memenuhi ruang utama hingga selasar masjid.
Acara yang berlangsung hingga menjelang waktu Isya ini berjalan tertib meski dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, pejabat daerah, hingga warga umum.
Kehadiran Pejabat dan Tokoh Daerah
Peringatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran para pejabat ini menjadi simbol penghormatan terhadap sosok Alex Noerdin yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam membentuk arah pembangunan Sumsel.
Jejak Kepemimpinan dan Warisan Pembangunan
Arsitek Modernisasi Sumatera Selatan
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyebut almarhum sebagai pemimpin dengan etos kerja tinggi dan dedikasi luar biasa.
“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi arsitek pembangunan modern di Sumatera Selatan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selama menjabat sebagai gubernur (2008–2018), Alex Noerdin dikenal mendorong sejumlah terobosan, antara lain:
- Program sekolah gratis dan berobat gratis
- Pengembangan kawasan olahraga Jakabaring Sport City
- Peningkatan infrastruktur perkotaan dan konektivitas
Membawa Sumsel ke Panggung Internasional
Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Sumsel menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional seperti Asian Games dan SEA Games.
Keberhasilan ini dinilai tidak hanya meningkatkan citra daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan investasi.
Kronologi Acara Peringatan
Acara dimulai pada Minggu sore sekitar pukul 17.30 WIB dengan pembacaan Yasin dan tahlil bersama.
Berikut rangkaian kegiatan:
- Pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an
- Tausiah dan doa bersama
- Sambutan dari perwakilan pemerintah daerah
- Penutup menjelang waktu Isya
Menurut panitia, jumlah jamaah mencapai ribuan orang, dengan sebagian harus berada di area luar masjid karena kapasitas yang terbatas.
Dampak Sosial dan Emosional di Masyarakat
Peringatan 40 hari ini menunjukkan bahwa sosok Alex Noerdin masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat.
Dampak yang terasa antara lain:
- Meningkatnya solidaritas sosial antarwarga
- Penguatan kembali nilai-nilai kepemimpinan visioner
- Munculnya diskursus publik tentang arah pembangunan Sumsel ke depan
Beberapa warga yang hadir mengaku datang sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang masa kepemimpinan yang dianggap membawa perubahan nyata.
Konteks dan Perbandingan Nasional
Dalam konteks nasional, peringatan 40 hari tokoh publik yang dihadiri ribuan warga bukan hal baru. Namun, tingkat partisipasi masyarakat sering kali mencerminkan kedalaman pengaruh seorang pemimpin.
Di beberapa daerah lain, peringatan serupa cenderung dihadiri kalangan terbatas. Sementara di Palembang, kehadiran lintas elemen masyarakat menunjukkan kuatnya legitimasi sosial yang masih melekat.
Warisan Kepemimpinan dan Tantangan Ke Depan
Peringatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas arah pembangunan daerah. Dalam jangka pendek, momentum ini memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap capaian pembangunan yang telah dirintis.
Dalam jangka panjang, tantangan terbesar adalah bagaimana melanjutkan visi tersebut secara berkelanjutan, terutama di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam peringatan 40 hari Alex Noerdin menunjukkan bahwa legitimasi seorang pemimpin tidak hanya ditentukan saat menjabat, tetapi juga dari warisan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat setelah masa kepemimpinannya berakhir.
Peringatan 40 hari Alex Noerdin di Palembang menjadi penanda kuat bahwa kepemimpinan yang berdampak akan terus hidup dalam ingatan publik. Ribuan warga yang hadir bukan hanya mengenang, tetapi juga menegaskan pentingnya kesinambungan pembangunan di Sumatera Selatan.
Ke depan, nilai-nilai kepemimpinan visioner dan keberanian mengambil terobosan diharapkan tetap menjadi pijakan dalam membangun daerah. (Poerba)

















