Beranda Palembang Fakta di Lapangan, Semangat Berbagi Masih Dinanti Sebagian Warga Gandus

Fakta di Lapangan, Semangat Berbagi Masih Dinanti Sebagian Warga Gandus

9
0
Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Masyar, Gandus, Palembang. (foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, untuk berbagi dan mempererat silaturahmi bersama masyarakat. Penyerahan hewan kurban sapi di Masjid Al Masyar, kawasan Jalan Tridarma Suak Bujang, Kecamatan Gandus, Palembang, berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga.

Namun di balik suasana religius tersebut, muncul harapan lain dari sejumlah masyarakat sekitar. Mereka mengaku momentum berbagi seperti ini diharapkan tidak hanya terasa saat Idul Adha saja.

Lalu, bagaimana realita yang dirasakan warga di lapangan?

Dalam kegiatan tersebut, Herman Deru hadir bersama istri, Febby Deru, serta keluarga besarnya. Kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu disambut hangat masyarakat sekitar masjid.

Penyerahan sapi kurban disebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial keluarga Herman Deru kepada masyarakat, khususnya warga sekitar Masjid Al Masyar. (27/5)

Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Idul Adha dapat dirasakan bersama.

“Kurban ini bentuk kebersamaan dan kepedulian. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu panitia masjid saat kegiatan berlangsung.

Momentum tersebut juga diisi kegiatan keluarga. Usai penyerahan hewan kurban, Herman Deru bersama keluarga melaksanakan ziarah ke makam putrinya, almarhumah Percha Leanpuri.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Bayt Al Quran Al-Akbar di kawasan Gandus, salah satu destinasi wisata religi yang dikenal sebagai lokasi Al Quran ukir kayu terbesar di Palembang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian warga masih berharap perhatian sosial tidak hanya hadir saat momen besar keagamaan.

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar kawasan Gandus mengaku bantuan sosial dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat kecil masih menjadi persoalan yang dirasakan sehari-hari.

Baca juga  Artist Inc Hadir di Palembang: Skincare Premium dari 7 Artis Indonesia untuk Kulit Sehat dan Glowing Generasi Muda

“Kalau hari besar memang ramai bantuan. Tapi setelah itu biasanya kembali sepi,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang mengaku kegiatan berbagi seperti ini setidaknya memberi sedikit harapan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Beberapa warga menyebut harga kebutuhan pokok yang masih tinggi membuat bantuan daging kurban sangat membantu masyarakat kecil, terutama di wilayah pinggiran kota.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah semangat berbagi yang ramai saat Idul Adha dapat terus berlanjut dalam bentuk program sosial yang lebih merata dan berkesinambungan?

Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme warga terhadap kegiatan tersebut memang cukup tinggi. Namun sejumlah masyarakat berharap perhatian terhadap kebutuhan warga tidak hanya bersifat seremonial tahunan.

Hingga kini, belum semua warga merasa manfaat pembangunan dan bantuan sosial dirasakan secara merata, khususnya di sejumlah kawasan pinggiran Palembang.

Melalui momentum Idul Adha, Herman Deru berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat Sumatera Selatan.

Namun ke depan, masyarakat tentu menanti apakah semangat tersebut benar-benar dapat hadir lebih luas dalam kehidupan sehari-hari, atau hanya terasa saat momentum tertentu saja. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here