Beranda Ogan Komering Ilir Apel Besar Digelar, Namun Pertanyaan Soal Kondisi Buruh Masih Mengemuka

Apel Besar Digelar, Namun Pertanyaan Soal Kondisi Buruh Masih Mengemuka

7
0
Ratusan personel Polres OKI mengikuti apel siaga pengamanan May Day 2026 di halaman Mapolres OKI. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (1/5/2026), berlangsung dengan pengamanan ketat.

Ratusan personel Polres OKI diterjunkan melalui apel siaga di halaman Mapolres OKI sejak pagi hari. Namun di balik kesiapan aparat tersebut, muncul pertanyaan yang masih menjadi perhatian publik: apakah peringatan May Day hanya sebatas pengamanan tahunan, atau juga menyentuh persoalan yang dirasakan para pekerja di lapangan?

Apel siaga dipimpin langsung Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto dengan melibatkan unsur satuan operasional, staf hingga jajaran Polsek di wilayah hukum Polres OKI.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama pengamanan berlangsung.

“Seluruh personel harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap persuasif, serta menjaga sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga memastikan pengawasan dilakukan pada sejumlah titik strategis dan lokasi keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan aktivitas masyarakat.

Selain itu, koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait agar situasi tetap kondusif selama peringatan May Day berlangsung di wilayah OKI.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada aspek keamanan semata.

Sejumlah warga mengaku peringatan Hari Buruh setiap tahun masih lebih banyak terlihat dari sisi pengamanan dibanding pembahasan nyata mengenai kondisi pekerja, kesejahteraan buruh, hingga stabilitas lapangan kerja di daerah.

“Kalau pengamanan memang selalu ramai, tapi harapan pekerja soal kondisi ekonomi juga penting diperhatikan,” ujar seorang warga di Kayuagung yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pekerja informal di wilayah OKI. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa mengetahui adanya agenda khusus May Day selain peningkatan pengamanan aparat.

Baca juga  BNNK OKI Terus Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba, Sasar Pelajar SD di Tanjung Lubuk

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana momentum Hari Buruh benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pekerja di daerah, khususnya sektor informal yang jumlahnya cukup besar di OKI.

Meski demikian, langkah Polres OKI menggelar apel siaga dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas daerah. Terlebih, peringatan May Day di sejumlah wilayah Indonesia kerap diwarnai aksi penyampaian aspirasi massa.

Pengamat sosial lokal menilai pendekatan humanis aparat menjadi langkah positif agar suasana tetap kondusif tanpa menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

Namun hingga kini, belum semua persoalan pekerja di daerah mendapat perhatian yang sama besar seperti aspek pengamanan kegiatan tahunan.

Apakah ke depan momentum May Day di OKI hanya akan identik dengan kesiapsiagaan aparat, atau juga mampu menghadirkan ruang dialog nyata terkait kondisi buruh dan pekerja lokal? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here