Beranda OKI Mandira Hari Posyandu Nasional di Cengal Jadi Momentum Penguatan Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

Hari Posyandu Nasional di Cengal Jadi Momentum Penguatan Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

7
0
Kepala Dinas Kesehatan OKI HM Lubis meninjau langsung kegiatan Posyandu di Balai Desa Lama, Kecamatan Cengal. (foto: Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memanfaatkan momentum Hari Posyandu Nasional untuk memperkuat layanan kesehatan dasar masyarakat. Pada Rabu, 29 April 2026, Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis SKM, MKes, turun langsung meninjau kegiatan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cengal.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Lama, tepat di depan SDN 1 Cengal, berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan melibatkan 22 Posyandu dari seluruh wilayah kerja Puskesmas Cengal. Kehadiran langsung pimpinan Dinas Kesehatan OKI dinilai menjadi sinyal kuat penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.

Antusiasme Warga Tinggi dalam Kegiatan Posyandu

Pimpinan Puskesmas Cengal, Subrata, SKM, mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan Kepala Dinas Kesehatan OKI yang hadir langsung menyaksikan pelayanan Posyandu bersama masyarakat.

“Kami merasa bangga dan senang karena Bapak Kadinkes OKI berkenan hadir langsung untuk meninjau dan menyaksikan kegiatan Posyandu di Kecamatan Cengal,” ujar Subrata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cengal, Gotot Holden, S.IP. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan dinas kesehatan memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat desa.

Sebelumnya Warga Diimbau Aktif Datang ke Posyandu

Menurut Subrata, pihak Puskesmas sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk aktif menghadiri kegiatan Posyandu bulanan. Hasilnya, tingkat partisipasi warga terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Kami bersyukur masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat,” katanya.

Partisipasi aktif masyarakat tersebut dinilai penting karena keberhasilan program kesehatan dasar sangat bergantung pada keterlibatan warga, terutama keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil.

Posyandu Jadi Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Baca juga  Warga Sodong di Teror Tembakan Saat Pergoki Pekerja Perusahaan SWA

Dalam kegiatan tersebut, berbagai layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat, mulai dari imunisasi dasar lengkap, pelayanan keluarga berencana (KB), pemeriksaan tumbuh kembang balita, hingga edukasi kesehatan keluarga.

Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan penanganan awal terhadap penyakit umum seperti diare serta edukasi pencegahan gizi buruk pada anak.

“Melalui Posyandu, kita dapat memantau tumbuh kembang anak secara berkala, sekaligus menjadi upaya nyata dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting,” jelas Subrata.

Pelayanan Kesehatan Dasar Semakin Didekatkan ke Warga

Posyandu selama ini menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan primer di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui sistem pelayanan berbasis komunitas, masyarakat dapat memperoleh akses kesehatan dengan biaya terjangkau dan lokasi yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Di Kabupaten OKI yang memiliki wilayah cukup luas dan sebagian daerah dengan akses transportasi terbatas, keberadaan Posyandu dinilai sangat strategis untuk menjangkau ibu dan anak secara rutin.

Pemerintah Fokus Tekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Anak

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat maupun daerah terus memperkuat program kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari target pembangunan kesehatan nasional.

Posyandu menjadi salah satu instrumen penting karena berfungsi sebagai sarana deteksi dini masalah kesehatan, pemantauan gizi, serta edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat.

Analisis: Posyandu Tidak Lagi Sekadar Penimbangan Balita

Peran Posyandu kini mengalami perubahan signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya identik hanya dengan penimbangan balita, kini Posyandu berkembang menjadi pusat layanan kesehatan dasar terpadu.

Kegiatan seperti edukasi gizi, pemantauan stunting, pelayanan KB, hingga penyuluhan kesehatan keluarga menunjukkan bahwa Posyandu memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas. Pendekatan ini penting untuk memperkuat budaya pencegahan penyakit sejak tingkat keluarga.

Baca juga  Program Pelatihan Kerja OKI Dorong Gen Z Siap Magang Jepang dan Global

Di sisi lain, keterlibatan langsung kepala dinas dalam kegiatan lapangan menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah daerah terhadap kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pendekatan turun langsung ke desa dinilai efektif untuk melihat kondisi riil pelayanan kesehatan di lapangan.

Micro-Insight: Antusiasme Warga Jadi Indikator Meningkatnya Kesadaran Kesehatan

Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu di Cengal menjadi indikator penting meningkatnya kesadaran warga terhadap kesehatan ibu dan anak. Ini menjadi perkembangan positif di tengah tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait stunting dan gizi anak.

Kesadaran masyarakat merupakan faktor kunci keberhasilan program kesehatan. Sebab, fasilitas kesehatan yang baik tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan layanan yang tersedia.

Diharapkan Jadi Penguatan Pelayanan Kesehatan Desa

Dinas Kesehatan OKI berharap momentum Hari Posyandu Nasional dapat menjadi penguat pelayanan kesehatan dasar hingga tingkat desa dan dusun.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

“Dengan adanya Posyandu, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dasar yang terjangkau sekaligus memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Subrata.

Ke depan, penguatan Posyandu diproyeksikan tetap menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko stunting dan kematian ibu-anak di daerah. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here