Beranda Investigasi Guru Bertaruh Nyawa Lewati Jalan Lumpur, DPRD PALI Akui Infrastruktur Dusun IV...

Guru Bertaruh Nyawa Lewati Jalan Lumpur, DPRD PALI Akui Infrastruktur Dusun IV Benuang Kini Jadi Sorotan

2
0
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menyatakan persoalan jalan Benuang–Kampai telah masuk pembahasan Banggar DPRD PALI. (foto: timred/CN/)

Jalan Rusak di Benuang Viral, DPRD PALI Janji Kawal Hingga APBD Perubahan

PALI, cimutnews.co.id – Kondisi jalan rusak parah di Dusun IV Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya memantik perhatian serius kalangan legislatif. Setelah video perjuangan guru SDN 43 Talang Ubi menembus lumpur viral di media sosial, DPRD PALI memastikan persoalan tersebut kini masuk dalam pembahasan anggaran daerah.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi dengan Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menyebutkan bahwa keluhan masyarakat terkait akses jalan Benuang–Kampai telah dicatat dan mulai dibahas dalam forum Badan Anggaran (Banggar) DPRD PALI.

“Aspirasi warga Dusun IV Desa Benuang sudah kami catat. Sebagai Wakil Ketua DPRD PALI, saya pastikan ini menjadi perhatian serius. Jalan Benuang–Kampai sudah masuk pembahasan Banggar,” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

Viralnya video para guru yang harus berjibaku melewati jalan berlumpur demi tetap mengajar siswa di pelosok dinilai menjadi potret nyata persoalan infrastruktur desa yang belum tersentuh maksimal. Dalam video tersebut, kendaraan para guru tampak kesulitan melintasi jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan air.

Situasi itu memicu reaksi masyarakat di media sosial. Banyak warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan distribusi ekonomi warga desa.

Firdaus menegaskan, DPRD PALI akan mendorong agar perbaikan jalan tersebut dapat masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2026 maupun menjadi prioritas utama pada APBD 2027 mendatang.

“InsyaAllah kita dorong masuk APBD Perubahan 2026 atau menjadi skala prioritas di APBD 2027,” katanya.

Menurut Firdaus, persoalan jalan di Dusun IV Desa Benuang bukan sekadar persoalan infrastruktur biasa, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat terhadap akses pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

Baca juga  Muspar IX BKOW Sumsel Perkuat Sinergi Organisasi Perempuan, Dorong Peran Nyata bagi Pembangunan Daerah

“Warga membutuhkan jalan untuk mencari nafkah, guru membutuhkan akses untuk mengajar, dan anak-anak membutuhkan jalan yang layak untuk mengejar pendidikan dan masa depan mereka,” tegasnya.

Meski demikian, DPRD mengakui bahwa proses realisasi pembangunan tetap berada di tangan pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Fungsi kami di DPRD adalah menganggarkan dan mengawasi. Namun pelaksanaan ada di pihak eksekutif, yakni Bupati dan Dinas PUPR. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tambahnya.

Di sisi lain, hasil penelusuran CimutNews.co.id juga menunjukkan bahwa warga Dusun IV Desa Benuang hingga kini masih menghadapi kesulitan mobilitas, terutama saat hujan turun. Jalan berlumpur disebut sering menghambat aktivitas sekolah, pengangkutan hasil kebun, hingga akses kendaraan darurat.

Untuk keberimbangan informasi, tim redaksi CimutNews.co.id telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, guna meminta klarifikasi terkait langkah penanganan jalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga belum memperoleh balasan.

Warga berharap perhatian DPRD PALI tidak berhenti pada pembahasan anggaran semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata agar akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terhambat akibat kerusakan jalan yang berkepanjangan. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here