Beranda Utama Penangkapan Beruntun Dalam Tiga Hari Ungkap Dugaan Jaringan Lama

Penangkapan Beruntun Dalam Tiga Hari Ungkap Dugaan Jaringan Lama

16
0
Barang bukti sabu, pil ekstasi, dan timbangan digital hasil pengungkapan kasus narkotika di Banyuasin. (Foto:timred/CN)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Pengungkapan kasus narkoba kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin. Dalam waktu hanya tiga hari, aparat Satnarkoba Polres Banyuasin berhasil menangkap lima tersangka dari sejumlah lokasi berbeda.

Namun di balik keberhasilan itu, muncul pertanyaan yang mulai menjadi perhatian masyarakat: mengapa peredaran narkoba masih terus ditemukan meski penindakan rutin dilakukan?

Operasi yang berlangsung sejak 11 hingga 13 Mei 2026 itu mengungkap sejumlah kasus berbeda, mulai dari kepemilikan sabu hingga pil ekstasi. Barang bukti yang diamankan pun beragam, mulai dari paket sabu, pil ekstasi, timbangan digital, hingga beberapa unit telepon genggam.

Kapolres Banyuasin Kapolres Banyuasin menegaskan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan aparat dalam memberantas narkotika hingga ke jaringan yang lebih besar.

“Pemberantasan narkoba ini adalah bukti keseriusan Polres Banyuasin. Dalam tiga hari kami ringkus lima orang. Jangan coba-coba bermain narkoba di Banyuasin,” tegasnya.

Kasus pertama diungkap pada Selasa dini hari, 12 Mei 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Simpang Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa.

Dua tersangka yang diamankan yakni PA (26) dan S (22). Dari tangan keduanya, polisi menemukan dua paket sabu dengan total berat bruto 0,45 gram, timbangan digital, serta alat pendukung lainnya.

Yang menjadi perhatian, salah satu tersangka diketahui masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

Namun fakta di lapangan menunjukkan peredaran narkoba diduga masih menyasar kalangan usia muda di wilayah perkotaan dan pinggiran Banyuasin.

Berdasarkan temuan aparat, sebagian transaksi diduga dilakukan secara berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pantauan petugas.

Pada hari yang sama, aparat kembali menangkap MT (18) di depan SPBU Desa Durian Daun. Dari tangan tersangka, polisi menyita empat butir pil ekstasi berlogo “TikTok”.

Baca juga  Gratis!!! UMKM SI OKU Timur Sukses Adakan Sunatan Massal, Cek Kesehatan, dan Donor Darah

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah warga yang mengaku resah karena dugaan aktivitas transaksi narkoba disebut masih kerap terdengar di beberapa kawasan tertentu, terutama pada malam hari.

“Kadang masyarakat tahu ada aktivitas mencurigakan, tapi takut melapor,” ujar seorang warga Talang Kelapa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Penangkapan kembali berlanjut pada Senin malam di kawasan Simpang 3 Talang Buluh. Polisi mengamankan seorang pria berinisial AS dengan barang bukti dua paket sabu dan delapan butir pil ekstasi.

Tak berhenti di situ, aparat juga menangkap Nazarudin di kawasan Citra Tanah Mas. Dari rumah tersangka, ditemukan sejumlah paket sabu, timbangan digital, hingga plastik klip yang diduga digunakan untuk pengemasan.

Pengembangan kasus kemudian mengarah pada seorang tersangka lain berinisial R (35) di Kota Palembang.

Dari rumah R, polisi menemukan 14 paket sabu beserta alat pendukung lainnya. Polisi menduga tersangka memiliki peran lebih besar dalam rantai distribusi barang haram tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa luas jaringan peredaran narkoba yang masih aktif beroperasi di wilayah Banyuasin dan sekitarnya.

Pengamat sosial menilai tingginya kasus narkoba di daerah penyangga perkotaan sering kali dipengaruhi faktor ekonomi, pergaulan, hingga lemahnya pengawasan lingkungan.

Selain itu, akses wilayah yang cukup terbuka antara Banyuasin dan Palembang diduga menjadi salah satu faktor yang mempermudah mobilitas peredaran barang terlarang.

Meski aparat terus melakukan penindakan, sejumlah warga berharap langkah pencegahan seperti edukasi, pengawasan keluarga, hingga pembinaan anak muda juga diperkuat agar persoalan narkoba tidak terus berulang.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan para tersangka.

Apakah pengungkapan ini akan benar-benar memutus mata rantai peredaran narkoba di Banyuasin, atau justru hanya membuka fakta bahwa jaringan tersebut masih terus bergerak secara tersembunyi? (

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here